Mohon tunggu...
Rudy Subagio
Rudy Subagio Mohon Tunggu... Lainnya - Just ordinary people, photograph and outdoors enthusiast, business and strategy learner..

Hope for the Best...Prepare for the Worst ...and Take what Comes. - anonymous- . . rudy.subagio@gmail.com . . Smada Kediri, m32 ITS, MM48 Unair

Selanjutnya

Tutup

Financial Artikel Utama

Tips Trading Saham: Hindari Menangkap Pisau Jatuh

4 Maret 2024   21:26 Diperbarui: 5 Maret 2024   13:40 590
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi trading saham. (Freepik/racool_studio via Kompas.com)

Dalam dunia trading, prinsip dasar yang paling utama untuk mendapatkan keuntungan secara konsisten adalah "Beli pada harga bawah dan jual pada harga sedikit lebih tinggi". Prinsip dasar ini berlaku untuk segala jenis kegiatan trading termasuk trading saham.

Prinsip ini seolah sudah mandarah-daging bagi seorang trader, secara naluriah mereka akan melakukannya. Mereka harus beli pada harga yang serendah-rendahnya agar mendapatkan untung sebesar-besarnya. Dalam dunia trading istilahnya adalah "Buy On Weakness (BOW)" atau beli pada saat harga sedang turun pada titik terendahnya.

Masalahnya adalah tidak seorang pun yang dapat memastikan apakah harga saat ini sudah mencapai titik terendahnya. Meskipun ada beberapa alat bantu (tools) dalam analisis teknikal seperti pola-pola pembalikan (reversal pattern), trend, historical data dan banyak lagi lainnya, namun semuanya hanya memberikan perkiraan atau probabilitas.

Dengan demikian ketika harga saham turun secara signifikan dalam beberapa hari berturut-turut maka para trader biasanya sudah tidak sabar lagi untuk segera membeli dengan anggapan harga saat itu sudah mencapai titik terendahnya.

Mereka ingin mendapatkan untung sebanyak-banyaknya dengan cara mengantisipasi pembalikan harga yang diharapkan akan terjadi. Jadi mereka ingin beli pada titik terendah sebelum harga berbalik arah, sehingga pada saat harga naik keuntungan yang didapatkan bisa maksimal.


Fenomena ini dalam dunia trading saham dikenal dengan istilah "menangkap pisau jatuh". Teknik "menangkap pisau jatuh" secara naluriah banyak diterapkan oleh trader saham dengan time frame harian sampai mingguan.

Bagi trader jangka pendek yang umumnya memegang saham dalam jangka waktu hanya beberapa hari sampai 1-2 minggu (periode antara beli dan jual), biasanya mereka cenderung lebih agresif dan antispatif, sehingga mereka sering kali menggunakan Teknik ini.

Teknik menangkap pisau jatuh ini juga sesuai dengan kebenaran umum di pasar saham yaitu "high risk high gain". Sesuai dengan prinsip tersebut, potensi keuntungan yang kita dapatkan dengan menggunakan teknik ini bisa maksimal namun risikonya juga sangat tinggi.

Sebagai trader pemula sebaiknya menghindari teknik ini karena dibutuhkan keterampilan dan pengetahuan di atas rata-rata agar bisa terhindar dari jebakan harga "murah" yang ternyata masih dapat turun lebih dalam dari yang diperkirakan sebelumnya.

Fase awal ketika seorang trader melakukan kesalahan dalam memprediksi harga terendah dari sebuah saham disebut dengan fase "denial" atau menyangkal kalau prediksinya salah, biasanya mereka akan tetap bertahan pada hasil analisis sebelumnya bahwa harga pasti akan naik, mereka berpikir ini hanya "interupsi" atau koreksi sementara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun