Mohon tunggu...
Ronny Rachman Noor
Ronny Rachman Noor Mohon Tunggu... Lainnya - Geneticist

Pemerhati Pendidikan dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Makna Kemenangan Putin bagi Rusia dan Dunia

20 Maret 2024   09:41 Diperbarui: 20 Maret 2024   16:12 551
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Vladimir Putin kembali terpilih sebagai presiden di pemilu Rusia.(Sputnik Kremlin/Mikhail Metzel via AP)

Pemilihan presiden di Rusia baru saja usai. Seperti yang telah diprediksi sebelumnya Putin meraih kemenangan mutlak, bahkan merupakan kemenangan terbesarnya selama ini.

Kemenangan mutlak Putin ini tentunya tidak terlepas dari faktor masyarakat Rusia yang anti barat dan Putin dianggap sebagai simbul perlawanan terhadap barat. Disamping itu lawan politik Putin yang maju dalam pemilihan presiden ini tidak ada yang kelas berat sehingga dapat dikatakan hampir tidak ada perlawanan.

Kemenangan Putin ini sekaligus menggambarkan bagamana Putin dapat menyakinkan publik Rusia bahwa perang Ukrainia merupakan langkah yang perlu diambil untuk menaklukkan Ukraina yang dianggap membahayakan keamanan Rusia sekaligus merupakan simbul perlawanan terhadap barat yang mendukung Ukraina.

Dalam hal ini Putin berhasil mengkapitalisasi sentimen anti Barat masyarakat Rusia dalam perang melawan Ukraina. Kenyataan di lapangan memang menggambarkan bagaimana Ukraina walaupun didukung penuh oleh Amerika dan sekutunya tidak dapat berbuat banyak di Ukraina untuk dijadikan kaki tangan melemahkan Rusia.

Sanksi ekonomi yang diterapkan secara masif oleh Amerika dan sekutunya walaupun berdampak namun tidak sampai menghancurkan perekonomian Rusia. Bahkan tekanan barat ini justru mengukuhkan hubungan Rusia dengan Tiongkok, Iran, dan Korea Utara serta negara lain yang secara ekonomi tidak menaati sanksi ekonomi seperti misalnya India.

Vladimir Putin menang mutlak dalam pilpres yang baru saja usai. (Foto: Maxim Shemetov/Reuters.)
Vladimir Putin menang mutlak dalam pilpres yang baru saja usai. (Foto: Maxim Shemetov/Reuters.)

Peraihan suara Putin yang mencapai 87 % merupakan kemenangan terbesarnya setelah pada pilpres sebelumnya rata-rata kemenangannya mencapai angka sekitar 80% saja. Hasil ini tentunya dicibir oleh umumnya musuh Rusia dengan mengatakan bahwa pilpres dilakukan secara curang dan tidak transparan.

Berbagai tuduhan seperti pencucian otak, pembelian suara, dan penyebaran bantuan sosial menjelang pemilu yang disampaikan Amerika dan sekutunya sah-sah saja untuk mengungkapkan rasa tidak senangnya terhadap Putin, namun tidak dapat dibantah bahwa hasil ini mencerminkan bahwa masyarakat Rusia masih mencintai Putin yang dianggap sebagai simbul perlawanan terhadap kesewenangan barat.

Amerika dan negara Barat walaupun telah berusaha keras untuk "menggulingkan" Putin, namun pada kenyataannya Putin mendapat dukungan yang sangat besar dari rakyat Rusia. Kemenangan Putin kali ini tentunya memperpanjang kiprah politik Putin yang sudah bercokol selama beberapa dekade.

Perang Rusia dan Ukraina merupakan isu penting dalam pilpres Rusia kali ini dan Putin berhasil pengkapitalisasi isu ini dan menyakinkan rakyat Rusia bahwa perang ini harus dilakukan untuk melindungi keamanan Rusia. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun