Ronny Rachman Noor
Ronny Rachman Noor Geneticist

Pemerhati Pendidikan dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Balap Pilihan

Misi Hamilton Memecahkan Rekor Schumacher

29 Oktober 2018   08:30 Diperbarui: 29 Oktober 2018   15:42 1411 8 5
Misi Hamilton Memecahkan Rekor Schumacher
Hamilton meriah gelar juara dunia F1 5 kali. Photo: Getty Images

Hamilton memang hanya finish di posisi ke empat pada kejuaraan F1 di Mexico yang baru saja usai, namun posisi tersebut sudah cukup untuk meraih gelar juara dunia F1 tahun 2018.

Keberhasilan Hamilton yang kini berusia 33 tahun ini sekaligus menorehkan rekor 5 kali juara dunia F1 yang hanya Schumacher dari Jerman dan  Juan Manuel Fangio pembalap lagendaris Argentina yang pernah menorehkan prestasi ini.

Hamilton menorehkan gelar juara dunia pada tahun 2008,  2014, 2015, 2017, 2018.  Sedangkan Juan Manuel Fangio menorehkan rekor juara dunia pada  1951, 1954, 1955, 1956 dan 1957.

Bukan hanya rekor tersebut yang disandang oleh Hamilton, namun banyak yang memprediksi bahwa Hamilton akan menyamai bahkan memecahkan rekor juara terbanyak F1 yang kini dipegang oleh Schumacher  yaitu sebanyak 7 kali juara.

Hamilton yang sudah menjalani selama 12 tahun  sebagai pembalap prpfesional F1 memulai karirnya di usia yang relatif  sangat muda yaitu 22 tahun. Sedangkan Juan Manuel Fangio memulai karirnya di F1 relatif singkat yaitu hanya selama 9 tahun saja, yaitu mulai tahun 1950-1958 dengan usia yang  jauh lebih tua yaitu 39-47 tahun.

Dua pembalap F1 yang rekor nya mendekati Hamilton adalah Sebastian Vettel dan Alan  Frost yang keduanya telah memenangi 4 kali juara dunia F1.

Perlu Perjuangan

Perjuangan Hamilton untuk meraih gelar juara dunia di kejuaraan F1 Mexico ini memang tidak mudah dan sekaligus mendebarkan. Hamilton sebenarnya hanya memerlukan peringkat ke 7 saja untuk menjadi juara dunia sekalipun  Sebastian Vettel berhasil meraih pisisi pertama.

Namun di kejuaraan Mexico kali ini Vettel hanya berhasil meraih posisi ke dua saja di belakang Verstappen yang berhasil menjuarai kejuaraan kali ini.

Masalah ban yang menghantui Mercedes dan Hamilton selama kejuaraan ini berlangsung memang cukup mendebarkan sekaligus mengkhawatirkan. Namun dengan kerjasama teknis dan pengalamannya akhirnya Hamilton berhasil finish di posisi 4 yang sekaligus menobatkan dirinya menjadi juara dunia. 

Selebrasi Hamilton dengan memutar mutar  tunggangannya yang menimbulkan asap dari ban yang bergesekan dengan aspal memang pantas untuk merayakan prestasi Hamilton ini di depan 135 ribu penonton.

Hamilton dan Mercedes memang tampaknya merupakan kombinasi yang sangat serasi.  Kecanggihan mesin Mercedes, dukungan tim teknis dan kesigapan pendukung di lapangan memang sangat menentukan prestasi Hamilton ini.

Bottas dengan mobil yang sama tampaknya masih belum dapat menyamai prestasi Hamilton ini. Memang masih ada yang sinis terhdap Hamilton ini karena paing  tidak ada 1 kali yang  oleh karena prinsip team order Bottas mengalah dan memberikan juara pada Hamilton.

Insting Hamilton yang selalu haus meraih juara dan kemampuan teknis mengendarai mobil Mercedes ini memang menjadi kunci sekaligus peluang ke depan untuk menoreh prestasi yang lebih baik lagi, yaitu menyamai rekor Schumacher atau bahkan melebihinya.

Ferrari dan Redbull memang berpeluang untuk menghambat laju Hamilton dan Mercedes ini, namun faktor penentu yaitu insting juara dan kemampuan teknis yang dimiliki Hamilton sulit dimiliki oleh para pembalap tim lainnya.

Peristiwa menabrak dinding yang dialami oleh Vettel saat mempimpin posisi di kejuaraan F1 beberapa waktu lalu menunjukkkan betapa pentingnya kemampuan teknis pengendara disamping tentunya mesin mobil yang ditungganginya.

Di beberapa kejuaraan yang baru berlalu F1 kembali menunjukkan gairahnya karena tidak ada dominasi penuh dari satu team.  Mercedes, Ferrari dan Red bull saling bersaing dan berpeluang untuk menjuarai. Keberhasilan Verstappen menjuarai kejuaraan F1 Mexico dan Vettel yang berhasil meraih posisi runner up membuktikan hal ini.

Ke depan diharapkan kejuaraan F1 ini diprediksi akan semakin menarik mengingat banyak penggemar  yang ingin menyaksikan Hamilton menapak prestasi yang lebih baik lagi dan pembalap lainnya seperti Vettel yang kini meriah 4 kali juara dunia tentunya juga akan berusaha meraih prestasi yang lebih baik.

Kemenangan Hamilton ini diprediksi akan membuat F1 bergairah kembali setelah  sebelumnya sempat membosankan akibat adanya team yang sangat mendominasi dan sudah dapat diprediksi siapa yang akan menjadi juara sebelum kejuaraan berlangsung.