Bisnis

Pendekatan Teori Komunikasi Internasional

12 Oktober 2018   12:26 Diperbarui: 12 Oktober 2018   12:36 237 0 0

Di era globalisasi komunikasi internasional saat ini dibutuhkan karena banyak informasi tersebar yang kadang-kadang menimbulkan masalah atau konflik antar negara. Maka dari itu dengan memahami komunikasi internasional diharapkan terjadi pertukaran dan penyebaran informasi yang dapat dipertanggung jawabkan serta efektif sehingga dapat meminimalisir terjadinya konflik antara negara yang satu dengan yang lainnya.

Teori Ketergantungan juga dikenal dengan teori dependensi (Dependency Theory). Teori ketergantungan adalah salah satu teori yang melihat permasaalahan pembangunan dari sudut Negara Dunia Ketiga. Menurut Theotonio Dos Santos, Dependensi (ketergantungan) adalah keadaan dimana kehidupan ekonomi negara--negara tertentu dipengaruhi oleh perkembangan dan ekspansi dari kehidupan ekonomi negara--negara lain, di mana negara--negara tertentu ini hanya berperan sebagai penerima akibat saja. 

Teori Ketergantungan Media adalah teori tentang komunikasi massa yang menyatakan bahwa semakin seseorang tergantung pada suatu media untuk memenuhi kebutuhannya, maka media tersebut menjadi semakin penting untuk orang itu[1]. Teori ini memperkenalkan model yang menunjukan hubungan integral tak terpisahkan antara pemirsa, media dan sistem sosial yang besar.

Menurut Robert O. Angell, meskipun menganggap Komunikasi Internasional itu adalah komunikasi politik yang dilaksanakan oleh setiap bangsa/negara. Ia juga menganggap bahwa kunjungan atau perpindahan penduduk suatu negara ke negara lain misal seperti turis asing, bisnis internasional, sekolah, tugas belajar pada hakikatnya juga termasuk (bentuk) pelaksanaan.

Free flow of information


Setelah perang dunia kedua terdapat pembentukan negara kapitalis dan sosialisme Negara, teori komunikasi internasional menjadi sebuah bagian dari wacana yaitu untuk mendukung para kaum kapitalis, seperti free flow of information merupakan suatu media yang menyiadakan informasi yang berasrus bebas namun informasi yang diberikan cenderung berpihak dan tidak berimbang. 

Informasi menjadi kekuatan politik, menjadi arus informasi internasional diletakan dalam makna politis. Negara-negara maju berpendapat bahwa kekebasan informasi merupakan upaya untuk meningkatan kesejahteraan internasional. Tetapi Negara-negara berkembembang berpendapat hal ini sebagai upaya yang mempengaruhi proses penerapan intranegara.

Pendekatan Free Flow Of Information, yaitu arus bebas yang terlahir setelah perang dunia kedua. Awal pendekatan ini karena dipicu adanya propaganda dimana awalnya sebuah negara hanya membahas tentang suatu kenegaraan saja namun karena pendekatan keterbukaan informasi ini mereka tidak lagi membahas masalah yang berkaitan, mereka menjadi lebih bebas terbuka untuk membahas masalah yang sedang terjadi pada masanya. Pendekatan ini juga bertujuan untuk memperjuangkan hak media supaya dapat disebarluaskan dan bebas untuk menyampaikan informasi apapun.

Hegemoni yaitu memimpin, kepemimpinan, kekuasaan yang melebihi kekuasaaan yang lain. Bisa dijelaskan bahwa hegemoni ini adalah suatu negara tertentu yang secara ketat terintegrasi dalam negara pimpinan. Dapat dilihat ketika terjadi perang pengaruh pada perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Sovyet.

Aliran Bebas Informasi, dalam komunikasi internasional adalah untuk mengembangkan demokrasi dan kebebasan pasar. Konsepnya adalah cerminan dari negara barat, khususnya Amerika Serikat. Teori ini adalah suatu pemikiran dimana kepemilikan media seharusnya memiliki agensi yang lengkap dan memiliki hak untuk menjual suatu produk.

Hubungan ketergantungan terjadi bila ekonomi beberapa negara (yang dominan tentu saja) bisa berekspansi dan berdiri sendiri, sedangkan ekonomi negara-negara tertentu (yang tergantung) mengalami perubahan tetapi hanya sebagai akibat dari ekspansi tersebut, baik positif maupun negatif.
Teori ketergantungan dalam Negara, tentu di suatu Negara atau wilayah terdapat banyak sekali perbedaan.

Peristiwa komunikasi internasional dapat dilandasi oleh motivasi yang berbeda-beda, dan dapat dilihat dari berbagai cara pandang yang berbeda-beda pula. Dalam melakukan kebijakan/aktifitas komunikasi internasional, baik dalam perspektif propagandistik, kulturalistik, jurnalistik, bisnis, maupun diplomatik, sebuah negara harus benar-benar mempertimbangkan segala aspek kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Baik yang dilakukan melalui jalur diplomasi maupun hubungan bilateral, ataupun sebagainya.

http://edwardbot.blogspot.com/2015/10/teori-ketergantungandependensi.html