Mohon tunggu...
Surobledhek
Surobledhek Mohon Tunggu... Cukup ini saja
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Memberi tak harap kembali

Selanjutnya

Tutup

Digital Pilihan

Pernahkah Mengamati Seberapa WhatsApp Grup Menyedot Kuota Internet Anda?

4 Februari 2020   18:26 Diperbarui: 4 Februari 2020   19:06 502 40 16 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pernahkah Mengamati Seberapa WhatsApp Grup Menyedot Kuota Internet Anda?
Bangka Pos - Tribunnews.com Begini Cara Mengetahui Komentar di Grup WA Sudah Dibaca atau Belum ...

Pernahkah Mengamati Seberapa WhatsApp Grup Menyedot Kuota Internet Anda?

Seberapa banyak pesan WA yang sampai ke lembar obrolan kita menyedot kuota internet kita? Pertanyaan sederhana yang kadang hanya terlintas dalam benak kita lalu menguap begitu saja.

Pikiran lain segera menepisnya dengan mengatakan, akh buat apa juga. Capek mikir saja. Toh kuota internet yang kita miliki murah harganya. Atau aku kan makai wifi kantor jadi tak perlu memikirkan kuota.

Hampir setiap pengguna android kini memiliki aplikasi WhatsApp untuk berkomunikasi. Dan sangat jarang yang tidak memiliki Grup WA. Sepertinya hampir tidak ada yang tidak memiliki Grup WA.

Mulai dari Grup alumni, alumi SD, SMP, SMA, dan Kuliah. Grup anggota keluarga kecil, terdiri dari bapak, ibu dan anak. Grup keluarga besar. Grup teman-teman sekantor, Grup teman pelatihan, Grup Komunitas yang terkait dengan pekerjaan, Grup teman di media sosial. Dan seabreg Grup WA lainnya.

Jadi tak jarang satu pengguna WA memiliki lebih dari 10 Grup WA. Dalam sebuah Grup WA yang interaksinya dinamis kadang selama 24 jam bisa lebih dari 1.000 chat yang terkirim ke WA kita. Bisa dibayangkan ketika misalnya kita memiliki 10 Grup WA saja ada berapa pesan yang terkirim ke tempat kita?

Anggap saja sekarang satu orang memiliki 10 Grup WA dengan intensitas komunikasi dinamis dengan komulatif 1.000 pesan selama 24 jam.  Berapa kuota internet yang digunakan untuk menerima pesan tersebut hingga sampai ke WA kita?

Iseng-iseng saya pernah mencoba menelisik seperti apa lalu lintas pesan memalui data dan penyimpanan pengaturan WA. Setelah semua data penyimpanan saya setel ulang, kemudian saya amati berapa kb satu pesan yang terkirim atau diterima.

Dari hasil pengamatan tersebut saya dapati bahwa pesan pendek yang kira terima adalah berkisar antara 0,1 kb - 0,5 kb. Jika pesannya terdiri dari beberapa kalimat atau link browser antara 1 kb - 5 kb. Untuk sebuah foto dan media lainnya tentu akan lebih banyak lagi tergantung dari media apa yang terkirim ke WA kita.

Sekarang kita bayangkan saja. Ketika dalam sebuah Grup WA yang kita ikuti terdapat pesan sebanyak 1.000 satu hari satu malam. Dengan kapasitas pesan rata-rata 2 Kb. Biar memudahkan perhitungannya dan dapat diterima oleh orang yang awam matematika. Berarti hitungan kasar atau rata-rata 2 Mb.

Akh, 2 Mb itu amat sedikit. Berapa sih harga 2 Mb? Kamu terlalu perhitungan. Pelit amat sih jadi orang? Nikmati aja kali?

Pernyataan-pernyataan di atas sering kita dapatkan ketika seseorang diingatkan soal penggunaan kuota internet yang telah disedot WA nya. Bandingkan dengan sekali membuka Instagram. Sekali buka untuk satu foto yang kita lihat sampai 5 Mb nyatanya anteng-anteng saja. Menikmati video juga biasa-biasa saja. Padahal 1video kadang memakan kuota lebih dari 25 Mb. Benar juga sih alasan mereka.

Kembali ke masalah WA. Untuk satu Grup WA selama 24 jam kita gunakan 2 Mb. Kalau Grupnya ada 10, maka akan menjadi 20 Mb selama 24 jam. Nah kalau 30 hari, atau satu bulan maka hasil perhitungannya adalah 600 Mb.

Jadi untuk Grup WA saja selama satu bulan kita sudah menafkahi dengan kuota 600 Mb. Pertanyaannya, seberepa besar manfaat dan interaksi kita pada Grup WA tersebut?

Kadang hanya karena tak enak dengan teman kita tetap bertahan dalam sebuah Grup WA. Atau karena dulunya kita yang membuat Grup, kemudian bosan dengan obrolan yang itu-itu saja akhirnya kita menjadi anggota Grup WA gurem. Jadilah setiap pagi kerjaannya hanya menghapus pesan grup.

Untuk pesan grup yang memang kita butuhkan berapa pun kuota yang dikeluarkan tidak menjadi masalah, karena memang data atau pesan yang kita butuhkan. Sementara jika keberadaan Grup WA tersebut tidak kita perlukan. Apakah tidak mubazir 60 Mb kita buang percuma?

Selain itu setiap pagi harus menghapus pesan yang tidak kita perlukan. Jadinya ganda. Pertama kuota kita terbuang percuma, ke dua harus meluangkan waktu menghapus pesan yang tidak diperlukan.

Sebenarnya berapa sih harga 600 Mb, kog dihitung banget? Layanana provider memang tidak sama mematok harganya, ada yang murah dan ada yang mahal. Untuk yang mahal 12 GB harganya sekitar Rp  110.000 tergantung zonasi masing-masing daerah. Tinggal kita bagi saja.

Terlepas dari semua perhitungan di atas. Mengingat kebutuhan layanan WA sepertinya sudah menjadi kebutuhan pokok komunikasi dan sosialita kita, maka bijak menggunakan WA perlu mendapat perhatian. Demikian juga menggunakan Grup WA yang kita kadang menjadi anggota gurem di dalamnya.

Akhirnya dengan alasan apa pun, bijak dalam menggunakan jaringan internet tetap saja diperlukan. Setiap Mb data yang terkirim dan kita terima adalah rupiah yang harus kita bayar.

Dengan tidak bermaksud menjadi penghalang menggunakan WA, tulisan sederhana ini hanya mengingatkan untuk bijak bersosial media.

Jangan kaget ketika tak ada pesan yang masuk di WA kita. Habis kuota itu artinya. Hahahaa

Salam bijak menggunakan internet. Semoga bermanfaat.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x