Ronald Yacob Lokollo
Ronald Yacob Lokollo Konselor Adiksi

Ketua Yayasan Penuai Indonesia "Pusat Rehabilitasi Napza dan Orang Dengan Gangguan Kejiwaan" Website: penuaiindonesia.org

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Bagaimana Menangani Pecandu Napza

9 November 2018   17:59 Diperbarui: 9 November 2018   18:01 210 0 0

Kesaksian Seorang Mantan Pecandu yang telah direhabilitasi

Menjadi mantan pengguna Napza (recovering addict) itu menyenangkan. Bisa mendapatkan hikmah dan pengalaman dari banyaknya kejadian, baik tentang Napzanya, baik sebagai pelakunya hingga akibat dari penegakan hukumnya. 

Napza itu yang menakutkan adalah saat kita, anak kita, saudara atau tetangga kita sudah mengalami kecanduan sehingga mulai menyakiti orang-orang terdekat yang kita sayangi, merubah perilaku positif menjadi negatif, kehilangan kepercayaan dan pekerjaan,  mendapat penyakit penyerta akibat pemakaian serta bermasalah dengan hukum. 

Sangat penting untuk mengenal seperti apa itu Napza, bentuk dan jenis-jenisnya hingga gejalanya, mengerti tindak tanduk pengguna hingga proses terjadinya akibat dan akibatnya. 

Kalau saya boleh bilang, jadikanlah Napza bukan sesuatu yang horor untuk dikenali melalui literatur. Dengan begitu kita bisa mudah menjelaskan serta bisa mendeteksi saat orang dekat kita sedang menggunakannya atau bahkan sudah masuk kedalam fase kecanduan.

Saya tidak akan menuliskan tentang jenis-jenis narkoba berikut bentuknya seperti apa, namun ingin bercerita tentang bagaimana sebaiknya memperlakukan pecandu Napza :

1. Tetap baik;    Saat tahu bahwa anak atau adik atau kakak atau saudara atau teman atau siapapun orang yang dikenal terkena Napza, tetaplah baik dengannya, singkirkan hujatan, makian apalagi marah langsung kepadanya, karena tidak akan membantunya keluar dari jeratan Napza, malah kemungkinan besar bisa semakin menjerumuskannya.   Pada dasarnya (sebagian besar) pecandu Napza sedang dalam kondisi kebingungan atas dirinya sendiri.   Mereka menggunakan Napza karena kebutuhannya untuk lari dari keadaan, menjauh dari situasi pikiran yang tidak jelas, dan bahkan bisa saja dikarenakan kebisingan dalam pikirannya yang tidak bisa menjawab kebutuhannya.  Tetap tersenyum dengannya, jangan menjauh!. Karena pecandu Napza saat sedang sadar memiliki perasaan yang lebih sensitif dibandingkan dengan mereka yang bukan pecandu.

2. Menerima kondisi; Khusus ORANG TUA yang anaknya menjadi pecandu narkoba, sangat-sangat penting untuk menerima kondisi anaknya. Meskipun dibutuhkan keberanian yang sangat besar, menjadi hal yang penting untuk mengakui bahwa anaknya terkena narkoba. Dengan menerima kondisi maka orang tua akan lebih mudah terbuka untuk membicarakan solusi dengan siapapun. 

Tidak perlu malu dengan strata sosial anda, keluarga lain atau bahkan tetangga.   Buka kerjasama dengan  pihak manapun untuk mencari solusi terbaik bagi anak yang sudah terlanjur terkena narkoba. Saya berani mengatakan bahwa dengan terbukanya orang tua maka tingkat pemulihan pecandu akan semakin tinggi.   Orang tua yang tidak bisa menerima kondisi anaknya menjadi pecandu, akan cenderung menutup-nutupi sehingga apapun solusi yang masuk tidak akan bisa mengena. Kenapa? Karena solusi kesembuhan bagi anak yang menjadi pecandu justru harus datang dari keluarga, terutama orang tuanya/orang terdekatnya.  Keluarga dan orang tua pecandu harus bisa mengerti mengapa dia menjadi seperti itu, akar dari masalah yang menjadi penyebab harus diurai sedikit demi sedikit. Pecandu membutuhkan penerimaan, membutuhkan tangan terbuka untuk menempatkannya kembali pada titik sebelum menjadi pecandu.  Starter ulang apa yang sudah hilang selama masa dia menjadi pecandu. Berikan kebahagiaan yang dibutuhkannya.

3. Kasih sayang ; Kembalikan kasih sayang yang hilang. Anak-anak lari dari masalahnya karena dia tidak memiliki tempat untuk menumpahkan keluh kesahnya. Segala masalah di sekolah dalam kesehariannya, masalah orang tua yang nampak didepan mata, masalah teman sebaya yang sering mem-bully, dan masalah lingkungan yang kurang ramah baginya sering menjadi sebuah masalah yang komplek untuk diurai oleh anak (apalagi anak laki-laki). Karena anak laki-laki memiliki jenjang kedewasaan yang lebih lambat dibandingkan anak perempuan.  Kasih sayang ini sangat penting, semua akan berantakan apabila orang tua tidak bersedia menerima kondisi kemudian meluangkan waktu untuknya. Saling menyalahkan tidak akan membantunya pulih dari kondisinya. Pecandu Napza sebisa mungkin tidak diperlakukan secara kasar (kecuali bandar)

4. Konsisten ; Perhatian dari keluarga dan orang tua akan sangat membantunya masuk dalam pemulihan dari kecanduannya, dibutuhkan kesabaran yang super-super sabar dalam penanganannya.  Apalagi saat tubuh dan pikirannya menagih maka dibutuhkan pengalih perhatian agar tubuh serta pikirannya tidak terus menerus menuntut. Lakukan penanganan dengan kasih sayang, tunjukkan bahwa dia ada di mata kita. Bawa dia ke dalam dunia yang selama ini diimpikannya dan pastikan dia nyaman dengan semua itu.   Konsistensi untuk memberikan kenyamanan, menerima kondisi, memberikan semangat terus menerus sangat penting. Jauhkan pecandu dari kejadian-kejadian tidak mengenakkan, terutama di dalam keluarga seperti pertengkaran ayah dan ibu atau pertengkaran anggota keluarga lainnya. Ini sulit, karena marah bisa datang lebih cepat dari cahaya.   

5. Rehabilitasi ; Bila memang keadaan memaksa dan membutuhkan penanganan dari profesional segera memasukkannya ke dalam rehabilitasi yang bisa menanganinya secara terpadu untuk masalah bio/psiko/sosial pecandu, diskusikan dengan pecandu sebaik mungkin. Yakinkan dia bahwa sebagai orang tua atau sebagai keluarga dan orang yang peduli akan tetap ada didekatnya. 

Mudah?  Tentu tidak.   Mengapa?  Karena 98% pecandu tidak bersedia dimasukkan ke tempat rehabilitasi.   Dibutuhkan tekad, pengorbanan moral dan materil dari keluarga/orang terdekat untuk membantu si pecandu masuk kedalam rehabilitasi.   Diluar beberapa hal di atas, penanganan pecandu Napza memang sangat membutuhkan orang-orang yang profesional dan tersertifikasi dalam bidangnya. 

Berhentilah menggantungkan pemulihan itu datang secara instan, karena pecandu itu yang sakit adalah otaknya bukan moral dan dosanya.   Profesional bersama orang-orang dekatnyalah yang akan mempercepat pemulihannya. 

Semoga bermanfaat