Mohon tunggu...
Roman Rendusara
Roman Rendusara Mohon Tunggu... Memaknai yang Tercecer

Roman Rendusara adalah nama pena. Lahir di Kekandere, Kec.Nangapanda, Ende-Flores, NTT. Pernah menghidu aroma filsafat. Lalu, jatuh hati pada ilmu ekonomi dengan segala kearifannya di Universitas Krisnadwipayana-Jakarta. Menganggit kisah-kisah tercecer di media lokal dan narablog di floreside.wordpress.com. WA 08124687426*

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

"Wija", Skincare Wajah Kaum Hawa di Ende, NTT

23 Mei 2021   20:03 Diperbarui: 24 Mei 2021   05:12 389 44 11 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Wija", Skincare Wajah Kaum Hawa di Ende, NTT
Skincare wajah kaum hawa. Foto: farmaku.com

Jauh sebelum mengenal produk-produk penjaga kesehatan kulit (skincare) modern yang beredar luas di pasar, salon-salon kecantikan, dan pusat perbelajaan, saya sudah mengenal skincare tradisional. "Mama-mama" (kaum ibu) di Flores-Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah biasa meracik sendiri. Bahan-bahannya dari tanaman dan tumbuh-tumbuhan. Semuanya itu diperoleh dari pekarangan rumah, kebun, dan hutan.

Khusus skincare wajah-untuk merawat kesehatan kulit wajah, "mama-mama" di kampung kami menggunakan tanaman herbal. Selain murah, bahan-bahannya mudah didapatkan. Ada temulawak, kunyit, dan beras. Temulawak dan kunyit diambil dari pekarangan rumah. Beras biasanya menggunakan beras dari padi ladang yang ditumbuk dengan lesung dan alu.

Di Ende-Pulau Flores, skincare wajah ini namanya "wija". Temulawak dan kunyit yang sudah dicuci bersih bersama beras ditumbuk atau diulik. Setelah halus benar, ditambahkan sedikit air. Tidak menunggu lama, racikan itu sudah siap untuk dioles ke wajah. "Wija" adalah masker wajah.

Biasanya, "mama-mama" melakukan "wija" setelah selesai masa panen padi dari kebun ladang atau sawah. Lantaran selama masa bercocok tanam hingga mengetam padi, mereka rela berjemur di panas terik.

"Wija" bisa jadi penanda bahwa musim panen telah usai. Kesempatan "mama-mama" bersantai di rumah. Mereka merawat dan memanjakan diri. Sesekali mereka bercengkerama dengan tetangga. Hal ini dilakukan sebelum musim membuka ladang atau mengolah sawah dimulai.

Jika kita berkunjung ke sebuah kampung pada musim pasca panen, jangan sekali-kali kaget ketika menemui "mama-mama" keluar rumah dengan wajah seperti bulan purnama. Nyaris semua wajah ditutupi "wija", kecuali mata. Mereka merawat kulit wajah dengan cara sederhana.

Namun, dipastikan dapat memperbaiki masalah kulit wajah, seperti bintik hitam dan keriput. Juga, anak-anak gadis remaja menggunakannya untuk menghilangkan jerawat.

Akhirnya, dari pelajaran biologi saya tahu, masker temulawak dapat membuat kulit cerah, menghaluskan kulit wajah, dan mencegah penuan. Sementara kandungan antiradang pada kunyit mampu menghilangkan jerawat dan kerutan wajah. Dan, beras mengandung antioksidan, untuk menjaga kelembaban kulit.

Selamat mencoba!

VIDEO PILIHAN