Mohon tunggu...
Raiyani Muharramah
Raiyani Muharramah Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Travel Photographer & Travel Writer

Travel Photographer - Freelance writer my website: http://raiyani.net

Selanjutnya

Tutup

Seni Pilihan

Internet Membantu Pemasaran UMKM Wayang Golek

12 Juli 2022   19:37 Diperbarui: 12 Juli 2022   19:41 153 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Wayang Golek (sumber: doc. pribadi)

Wayang Golek bentuk kecintaan pada budaya

Samar-samar suara gamelan mengalun dari ujung jalan kecil, nada gamelan yang mungkin terdengar belum begitu fasih, namun sudah berirama.  Semakin mendekat semakin jelas suara gamelan ini, tampak 5 orang turis sedang asik memainkan gamelan di bale-bale kayu disudut rumah.  Papan tulis hitam tergantung di pohon Jambu.  Di Papan itu tergores nada-nada gamelan bernot 1..3..2..6.. dst tampaknya membentuk notasi.

Pak Enday menunjuk satu demi satu not yang ada di papan. Sehingga mengalunlah irama dari gamelan-gamelan yang tertata rapi.Usai bermain gamelan, turis yang berasal dari Belanda inipun diajak duduk menyaksikan proses pembuatan wayang Golek oleh Pak Entang. Dengan berbahasa Inggris serta Belanda yang fasih, Pak Enday menjelaskan satu persatu proses kerjanya.  Saya pun yang hadir sendirian turut bergabung dalam rombongan turis ini. 

Suguhan pisang goreng dan teh hangat memberi nuansa unik.  Sambil memperhatikan saru persatu kegiatan membuat wayang yang dijelaskan pak Enday, sayapun melahap sebuah pisang goreng manis ini.  Ada yang membelah kayu, mengecat, memasang  baju, dan mengukir hiasan demi hiasan dari kepala patung.  Baju-baju wayang nan indah ini dijahit langsung oleh sang ibu.  Manik-manik di pasangkan dengan teliti dan penuh kesabaran.  Hingga sebuah wayang yang telah jadi bisa di beli dengan harga mulai dari Rp 150.000 hingga 3 juta.

Rumah di gang kecil ini memiliki banyak makna, tampak tak pernah sepi oleh hilir mudik para turis domestik dan mancanegara.  Sebuah bengkel Wayang ini dimiliki oleh Pak Enday (40) dan Ayahnya yaitu Pak Entang Sutisna (66).  Sejak tahun 1970an Pak Entang sudah sangat tertarik dengan dunia wayang, setiap ada pertunjukkan wayang beliau selalu menyaksikan, dengan bakat seni yang ia miliki pak Entang mulai mencoba membuat sendiri wayang golek ini, di sela-sela waktu bekerjanya sebagai tenaga honorer di Korem, hingga akhirnya mampu membuat 120 karakter wayang

Menggunakan bahan baku kayu Lame/pulai dalam bahasa Latin di kenal dengan nama Alstonia scholaris. Pak Entang dengan tekun menggoreskan pisau kecil mengukir dan membentuk kepala Wayang.  Bahan Kayu Lame dipilih sebagian besar pembeli berasal dari luar negeri, dan kayu lame ini telah terbukti/teruji ketahanannya di negara Eropa. Meski berada di negara 4 musim tersebut, kayu ini tidaklah pecah, rusak ataupun berjamur

Untuk membuat 1 wayang pak Entang membutuhkan waktu 7 hari kerja. Dan dalam sebulan pak Entang bisa memproduksi sekitar 40 wayang dengan bantuan keempat anak beliau.

Sungguh sebuah kegiatan mahakarya yang mengagumkan, didukung oleh seluruh anggota keluarga pak Entang mampu menunjang perekonomian bagi keluarga dan juga turut serta melestarikan kekayaan Budaya bangsa Indonesia

Sistem pemasaran

Produksi wayang yang sudah jadi saat ini juga dijual melalui digital market.  berbagai platform market online memacu pertumbuhan UMKM, hingga pembeli wayang tak lagi repot berkunjung ke workshop dan pembeli juga lebih luas hingga ke mancanegara.  Manfaat internet ini sangat dirasakan sekali oleh Pak Entang hingga omset penjualan terus meningkat. IndiHome kini memiliki layanan internet dengan kecepatan hingga 100 Mbps

Kemampuan sinyal kuat IndiHome dari Telkom Indonesia sebagai penyedia Internetnya Indonesia  dapat dinikmati dengan mudah, hingga UMKM sangat terbantu untuk  mengunggah dan memasarkan  produk wayangnya, baik berupa foto maupun video ke berbagai lini media sosial.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Seni Selengkapnya
Lihat Seni Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan