Mohon tunggu...
Rizky Wisudawan Zannuar
Rizky Wisudawan Zannuar Mohon Tunggu... Mahasiswa

Universitas Brawijaya

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Penerapan Nilai-nilai Pancasila di Era Revolusi 4.0

10 Mei 2021   09:33 Diperbarui: 10 Mei 2021   10:09 97 2 0 Mohon Tunggu...

Pada masa sekarang, perkembangan zaman merupakan sebuah fenomena yang tidak terelakkan. Teknologi di bumi ini setiap detiknya selalu mengalami perkembangan. Hal tersebut terjadi karena tidak terlepas dari adanya peran-peran para tokoh peneliti dunia. Dari peranan para tokoh peneliti dunia tersebut muncul sebuah perkembangan IPTEK.

Dengan munculnya perkembangan IPTEK ini, berbagai perkembangan teknologi tidak terelakan.  Revolusi 4.0 merupakan hal yang dirasakan sekarang, inti dari revolusi 4.0 yaitu terdapat pengembangan teknologi digital. Hal tersebut menimbulkan adanya kemunculan dampak dari revolusi 4.0 yang mengakibatkan beberapa industry besar dan ternama gulung tikar, sebagai contoh yaitu "nokia". 

Kemudian dampak dari revolusi 4.0 ini pada negara kita indonesia yaitu pada pribadi masyarakatnya. Salah satunya yaitu memudarnya Nasionalisme dan Patriotisme pada kalangan muda karena dampak dari teknologi. Terdapat banyak pemuda mengalami disorientasi, disklokasi dan menjadi seorang merkantilis atau menguntukan diri pribadinya saja.  Dari permasalahan tersebut muncul sebuah solusi yang mungkin dapat dilakukan yaitu dengan mengenalkan kepada generasi muda untuk lebih memahami mengenai dasar negara, Pancasila.

Menindak lanjuti dari tantangan revolusi 4.0, seharusnya kita sebagai generasi muda dapat memperkuat dan mempertajam nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan. Implemantasi Pancasila yang dapat dikembangkan dalam revolusi 4.0 ini yaitu sebagai berikut:

  • Mengenalkan Pancasila Melalui Pendidikan Sejarah, pendidikan sejarah sangat penting dalam menghidupkan nilai Pancasila yang mati ditengah era globalisasi. Sebab dengan mengajarkan sejarah kita dapat mengenalkan bagaimana proses perumusan Pancasila, yang mana kita mengingat Kembali bagaimana para pahlawan saat itu memperjuangkan Pancasila dan bagaimana generasi saat ini harus menyikapi dasar negara tersebut. Mengambil contoh peristiwa pada tanggal 30 September 1965 yang mana terjadi pemberontakan besar besaran oleh partai komunis Indonesia. Dalam peristiwa tersebut kita tahu bahwa terdapat tujuh orang perwira tinggi militer Indonesia dan beberapa orang lain tewas karena berusaha untuk mempertahankan ideologi Pancasila yang akan dirubah menjadi ideologi Komunisme. Dengan adanya peristiwa tersebut, kita dapat memberikan pembelajaran terhadap generasi muda Indonesia bahwa Pancasila tidak terlahir dari arus yang tenang melainkan pernah melewati ombak yang memukul mukul hingga harus berkorban darah dalam mempertahankan keutuhannya. Dengan memperdalam dan memperbanyak pelajaran sejarah ini, pemuda dapar tergerak untuk kembali memantik rasa cinta kepada ideologi bangsanya dan sejarah bangsanya. Dan dengan begiru rasa Nasionalisme dan Patriotisme kembali melekat pada tiap pribadi masyarakat Indonesia.
  • Penanaman Bela Negara, setelah memperkenalkan sejarah, hal kedua yang dapat dilakukan yaitu penanaman bela negara. Sasaran utama penanaman bela negara ini yaitu mulai dari jenjang sekolah dasar. Pemilihan sasaran usia tersebut dikarenakan pasa masa usia tersebut anak mulai mengetahui dunia luar dan mereka sedang dalam proses mencari jari diri. Dalam proses tersebut kita tidak bisa hanya melibatkan peranan guru, tetapi peran orang tua dan juga masyarakat sekitar juga diperlukan. Penanaman bela negara ini dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan seperti pramuka. Selain dengan kegiatan, hal yang dapat dilakukan yaitu dengan memperkenalkan literasi. Kemudian Pendidikan karakter juga dapat dilakukan dengan pelajaran agama, dan norma di masyarakat.
  • Pembekalan Kesiapan, pada fase ini merupakan waktu yang tepat untuk menyempurnakan semua pembekalan yang telah diberikan sebelumnya.fase ini biasanya terjadi pada anak yang duduk di bangu Sekolah Menengah Atas. Sebab pada usia tersebut mereka telah terbuka pandangan dan wawasan mengenai dunia luar yang luas. Pada fase ini, pembekalan yang harus dilakukan yaitu dengan memberi penjelasan bagaimana pelaksanaan pemerintahan di Indonesia atau lebih spesifiknya adalah dengan mengajarkan mereka Pancasila denga ruang lingkup yang mana lebih luas cangkupannya. Selain itu, mereka juga harus diajarkan untuk melihat kondisi masyarakat Indonesia yang sebenarnya saat ini. Dimana mereka harus dapat membuka sudut pandang dan dapat menilai dengan argumen mereka bagaimana kondisi Indonesia saat ini.

Dari tiga poin tadi yaitu meliputi perkenalan Pancasila melalui Pendidikan sejarah, pemberian penanaman bela negara, hingga melakukan pembekalan pada fase kesiapan yang telah dijelaskan ataupun dibeberkan tadi merupakan poin poin yang dapat dikembangkan atau diterapkan pada revolusi 4.0 sekarang ini. Kesimpulan yang dapat disimpulkan bahwa dengan perkembangan zaman yang ada saat ini mengakibatkan terdapatnya suatu perkembangan teknologi yang praktis dan canggih. 

Dengan teknologi yang praktis tersebut terdapat berbagai media sosial yang disalah gunakan oleh banyak anak-anak, yang mana berdampak buruk pada tingkah lakunya. Secara tidak langsung, hal tersebut mengakibatkan mengikisnya jiwa ataupun nilai Pancasila pada pribadi mereka karena tingkah laku mereka yang menyimpang. 

Tingkah laku menyimpang tersebut dapat berkaitan dengan kriminalitas, asusila, dan berbagai kegiatan kekerasan yang mirisnya banyak mereka lakukan.kemudian dengan rendahnya tingkat religi yang mana diharapkan bahwa dengan pembekalan religi yang dimiliki setiap pribadi dapat menyelesaikan ataupun minimal meminimalisir tingkah laku yang menyimpang tersebut.maka dari itu untuk kembali mengembalikan dan melekatkan jiwa ataupun nilai-nilai Pancasila diperlukan implementasi Pancasila dengan poin poin yang telah dijelaskan tadi. Harapannya dengan melakukan hal tersebut kita dapat mengatasi dampak dari revolusi 4.0 ini bagi Pancasila.

VIDEO PILIHAN