Mohon tunggu...
Rizky Sopiyandi
Rizky Sopiyandi Mohon Tunggu...

Alumnus Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung. aktif dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Forum Penulis KPI, Forum Komunikasi Mahasiswa KPI, dan pimpinan Komunitas Lingkar Ilmu Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kunjungi Juga: http://prosesberfikir.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Bersyukur, Lalu Berbahagia

28 September 2012   08:22 Diperbarui: 24 Juni 2015   23:33 81 0 2 Mohon Tunggu...


Setidaknya...

terdapat sebuah kerangka kesuksesan sepeninggal kegagalan,
adalah kesabaran dan do'a yang menyempurnakannya.

-Rizqisme89-


Berbahagia secara sederhana, mungkin itu kuncinya. Sering kedangkalan pikirku menafsirkan kebahagiaan adalah terpenuhinya semua hasrat yang ada dalam kedirianku. Kebahagiaan adalah kecukupan atas sebuah nafsu. Kebahagiaan adalah keadaan dimana aku merasa sedang menggenggam dunia dikepalan tangan kecilku. Ternyata tak hanya itu..

Kedewasaan mengikis paradigma dulu. Berfikir radikal hingga membuahkan sebuah karya pikir; "Bukankah kita terlalu mengecilkan makna kasih sayang Tuhan dengan melihat kebahagiaan dalam perspektif parsial? Bukankah segarnya air akan nampak terasa ketika tenggorokan kita dahaga? Bukankah kesadaran ternamakan dari proses yang berbalik makna darinya, kita menyebutnya mimpi. Dan bukankah kita makhluk yang sempurna, dimana kita dipilih langsung Sang Pemilik Otoritas Dunia menjadi pemimpin bagi setiap makhluk yang ada? Tiada alasan mengecilkan makna kenikmatan bahagia, meski tak jarang kesadaran yang melemah mengaburkan semuanya, meruksak konsepsi hakiki".

"Katakanlah: ”Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu
pendengaran, penglihatan dan hati. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur".
(Al-Quran Al-Karim Surah Al-Mulk [67]: ayat 23)


Maka bersyukur, lalu berbahagialah...

Baca juga di : http://prosesberfikir.blogspot.com/2012/07/bersyukur-lalu-berbahagia.html

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x