Mohon tunggu...
Rizky M Arifin
Rizky M Arifin Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Main Golf

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

KKN UPI 2022: Pencegahan dan Penanganan "Stunting" di Mustika Jaya, Bekasi

18 Agustus 2022   13:52 Diperbarui: 18 Agustus 2022   13:55 71 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Pada Hari Selasa, 9 Agustus 2022. KKN UPI kali ini mengikuti kegiatan di puskesmas Mustika Jaya Bekasi, dengan menyelenggarakan program bernama "Penyuluhan, Pencegahanm dan Penanganan Stunting", program ini di ikuti dari kelompok KKN 108 dan Tim Puskemas Mustika Jaya pada pagi hari dan juga di hadiri juru bicara dalam program ini adalah Nur Fitriah, S.Gz.

Dengan Program ini, Puskemas Mustika Jaya Bekasi memberikan informasi terhadap masyarakat bahaya nya Stunting di Mustika Jaya, serta masyarakat dapat mengikuti kegiatan ini untuk mencegah terjadi stunting terhadap anak anak dalam usia masih muda. Kegiatan berjalan lancar dan tidak ada hambatan sama sekali. Dengan berkat kerja sama nya tim KKN 108 UPI dan Tim Puskesmas Mustika Jaya, kegiatan ini sangat membantu sekali.

Apa itu Stunting?

Menurut Kementrian Kesehetan Republik Indonesia, Stunting ialah kondisi pada anak dimana mengalamai gangguan pertumbuhan dan sehingga tinggi badan anak itu tak sesuai dengan usia nya, bahkan akibat dari masalah gizi kronis yaitu kekurangan asupan gizin dalam waktu yang lama. Kondisi ini sangat memprihatikan sekali, bahkan ini memiliki efek Panjang hingga dewasa dan lanjut usia.

Ini merupakan isu penting dalam dunia Kesehatan, karena stunting ini seperti gizi buruk pada anak anak, karena dalam pola hidup mereka di lingkungan yang tidak layak dan tentunya terjadi nya stunting itu sendiri.

Bagaimana Cara Mencegah Stunting?

 stunting sedang hangat diperbincangkan banyak orang, khususnya para ibu. WHO telah menyatakan bahwa stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai. Tetapi adakah langkah langkah untuk mencegah stunting ini? Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, ada beberapa langkah untuk mencegah terjadi nya Stunting ini. Yaitu:

  • Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil

Tindakan yang relatif ampuh dilakukan untuk mencegah stunting pada anak adalah selalu memenuhi gizi sejak masa kehamilan. Lembaga kesehatan Millenium Challenge Account Indonesia menyarankan agar ibu yang sedang mengandung selalu mengonsumsi makanan sehat nan bergizi maupun suplemen atas anjuran dokter. Selain itu, perempuan yang sedang menjalani proses kehamilan juga sebaiknya rutin memeriksakan kesehatannya ke dokter atau bidan.

  • Beri ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan

Veronika Scherbaum, ahli nutrisi dari Universitas Hohenheim, Jerman, menyatakan ASI ternyata berpotensi mengurangi peluang stunting pada anak berkat kandungan gizi mikro dan makro. Oleh karena itu, ibu disarankan untuk tetap memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan kepada sang buah hati. Protein whey dan kolostrum yang terdapat pada susu ibu pun dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi yang terbilang rentan.

  • Dampingi ASI Eksklusif dengan MPASI sehat

Ketika bayi menginjak usia 6 bulan ke atas, maka ibu sudah bisa memberikan makanan pendamping atau MPASI. Dalam hal ini pastikan makanan-makanan yang dipilih bisa memenuhi gizi mikro dan makro yang sebelumnya selalu berasal dari ASI untuk mencegah stunting. WHO pun merekomendasikan fortifikasi atau penambahan nutrisi ke dalam makanan. Di sisi lain, sebaiknya ibu berhati-hati saat akan menentukan produk tambahan tersebut. Konsultasikan dulu dengan dokter.

  • Terus memantau tumbuh kembang anak

Orang tua perlu terus memantau tumbuh kembang anak mereka, terutama dari tinggi dan berat badan anak. Bawa si Kecil secara berkala ke Posyandu maupun klinik khusus anak. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi ibu untuk mengetahui gejala awal gangguan dan penanganannya.

  • Selalu jaga kebersihan lingkungan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan