Mohon tunggu...
Rizky Ahmad
Rizky Ahmad Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Saya adalah seorang yang aktif, kritis dan inovatif. Memiliki Ketertarikan mengenai berbagai isu sosial dan aktif dalam kegiatan keorganisasian. Meurpakan Mahasiswa Akuntansi yang ingin memberikan suaranya pada dunia mengenai isi kepala saya.

Selanjutnya

Tutup

Metaverse

Metaverse, Kenyataan yang Fana

7 Juni 2022   07:23 Diperbarui: 7 Juni 2022   07:25 253 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Metaverse. Sumber ilustrasi: FREEPIK

Apa itu Metaverse?

Metaverse berasal dari kata meta yang artinya diluar dan universe artinya dunia atau lingkup kehidupan yang diketahui. Metaverse merupakan sebuah sistem atau konsep dunia virtual di mana pengguna internet dapat membuat ciptaan berupa dirinya versi lain dalam bentuk avatar. Metaverse mencakup berbagai hal, misalnya game, augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan mata uang digital yang memungkinkan individu untuk berinteraksi satu sama lain secara virtual. Metaverse memiliki beberapa elemen di dalamnya, seperti horizon, avatar, virtual activity, gather together, shopping dan lain sebagainya. 

Horizon merupakan dunia virtual di mana pengguna dapat memilih atau membuat bangunan sendiri seperti kantor, taman, pantai, tempat bermain, pegunungan, luar angkasa atau tempat lainnya yang ingin dituju. Avatar yang dapat diciptakan sendiri oleh para pengguna sesuai keinginan seperti avatar manusia dengan gender laki-laki atau perempuan, lengkap dengan pakaian ataupun wujud karakter lain (misalkan robot, karakter, dinosaurus, dan lain-lain). 

Virtual activity atau kegiatan virtual merupakan kegiatan dimana pengguna dapat melakukan aktivitas yang sama di dunia nyata seperti berolahraga, menonton film, kuliah, bekerja, dan lain sebagainya.  Gather Together atau berkumpul bersama berarti pengguna dapat bertemu dengan pengguna lain untuk meeting, berpesta ataupun sekedar berbincang bersama.  Shopping, yaitu fitur berbelanja ini memungkinkan pengguna dapat berbelanja serta bertransaksi layaknya berbelanja langsung ke toko atau mal di dunia nyata.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, memiliki visi untuk mewujudkan Metaverse menjadi  sebuah program yang akan menghilangkan batas antara fisik dan dunia digital. Dalam Connect Conference 2021, Mark memperkirakan bahwa Metaverse akan menjadi arus utama dalam 5-10 tahun kedepan. Dikutip dari Daily Mail, Mark mengatakan bahwa banyak orang berpikir bahwa Metaverse berwujud sebuah tempat, tetapi definisi Metaverse yang sesungguhnya adalah ketika dunia digital yang immersive kemudian kelak akan menjadi cara utama dalam menjalani hidup dan menghabiskan waktu. Menurut Mark, banyak pengalaman Metaverse yang akan hadir di sekitar kita untuk menciptakan kemampuan berteleportasi dari satu pengalaman ke pengalaman lainnya.

Dampak Yang ditimbulkan

Ternyata dengan timbulnya Metaverse juga akan menimbulkan beberapa dampak seperti dampak positif dan dampak negatif dalam pengimplementasiannya. Yang Pertama adalah pengguna akan mendapatkan Pengalaman yang menyenangkan, Di dalam dunia Metaverse, seluruh pengguna dapat menjadi apa pun dan berada di mana pun. Pengguna juga dapat mewujudkan fantasinya, bahkan seakan hidup di dalamnya, yang tentunya hal tersebut tidak akan dapat terjadi di kehidupan nyata. Oleh karena itu, pengguna di dunia Metaverse akan mendapatkan pengalaman baru yang mungkin tidak akan didapatkan di dunia nyata. Selain itu, pengguna juga memperoleh kebebasan dalam berekspresi. Tidak seperti media sosial, dunia Metaverse dapat ditampilkan dalam bentuk avatar yang dapat bergerak. Pengguna dapat memodifikasi sesuai keinginan, mulai dari bentuk badan maupun pakaian yang dipakai. Hal ini membuat para pengguna merasakan kebebasan berekspresi dengan mengubah avatar sesuai dengan keinginan mereka. Di dalam dunia Metaverse, pengguna juga dibebaskan untuk mendesain rumah buatannya sendiri. Bahkan tak hanya membuat rumah, pengguna juga dapat mengunjungi rumah buatan teman kita dengan cara yang sangat cepat.

Namun, Metaverse juga menimbulkan dampak negatif diantaranya dapat menimbulkan adiksi. Sebelum adanya Metaverse, banyak orang yang telah mengenal dan menggunakan aplikasi secara berlebihan. Tidak dapat dipungkiri bahwa memang beberapa aplikasi akan sangat membantu di dalam kehidupan sehari-hari pengguna. Akan tetapi, dengan kemudahan tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan adiksi terhadap penggunanya dan akan membuat penggunanya meninggalkan dunia nyata dan lebih asyik dengan dunia buatan Metaverse. 

Dampak lain dari Metaverse ini adalah depresi. Ketika seseorang sudah terbiasa dengan dunia Metaverse kemudian saat kembali ke dunia nyata dan menyadari bahwa dunia nyata tak seindah dunia Metaverse, maka hal tersebut akan membuat beban pikiran dan pada akhirnya dia akan merasa depresi karena tidak dapat menjalankan dunianya seperti di dunia Metaverse.  Ketidakamanan data pribadi juga dapat menjadi salah satu dampak negatif yang penting dari munculnya metaverse ini.Seperti yang diketahui bahwa pada saat bergabung di dunia Metaverse, pengguna diharuskan untuk memasukkan data diri. Hal tersebut memungkinkan untuk terjadinya kebocoran data. Sehingga keamanan data pribadi pengguna dapat dikatakan cukup berisiko. 

Rekomendasi Kebijakan dan Kesimpulan

Menilik keadaan saat ini, tentunya istilah Metaverse sendiri sudah akrab di telinga banyak orang. Dengan adanya penggabungan teknologi pada era Metaverse ini, tentunya akan menciptakan perubahan yang besar pula dan diikuti dengan tuntutan untuk beradaptasi yang tentunya tidak dapat secara instan. Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan dari pemerintah untuk memanifestasikan ruang digital yang efisien. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Metaverse Selengkapnya
Lihat Metaverse Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan