Mohon tunggu...
Rizki Maheng
Rizki Maheng Mohon Tunggu... Football Blogger - visit my Blog at www.pengamatbola.id

Rizki Maheng adalah seorang Football Blogger atau Blogger Pengamat Bola yang mulai rutin menulis ulasan sepakbola sejak 2012. Sebagai Football Blogger, Rizki Maheng pernah rutin tampil sebagai Analis dalam Program Football Insight yang tayang di Berita Satu TV selama 5 tahun (2014 - 2019) Ulasan Rizki Maheng bisa dibaca di Blog pengamatbola.id atau didengarkan via Channel Podcast Bung Rizma

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Mengenang Kehebatan Real Madrid Era Lorenzo Sanz

1 April 2020   14:23 Diperbarui: 2 April 2020   13:08 338 5 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengenang Kehebatan Real Madrid Era Lorenzo Sanz
Lorenzo Sanz, left, the former president of Real Madrid, holding the European Champions League trophy with his son-in-law, the soccer player Míchel Salgado, in 2000. Mr. Sanz headed the club for five years. Credit: John Sibley/Action Images via nytimes.com

Wabah virus Corona tidak hanya menghentikan aktivitas sepak bola dunia, tetapi juga menghentikan perjalanan hidup salah satu tokoh penting dalam sepak bola Spanyol. Dialah Lorenzo Sanz.

Presiden Real Madrid tahun 1995 sampai 2000 itu wafat di usia 76 tahun pada 21 Maret 2020 karena serangan Covid-19. Tulisan ini adalah penghargaan atas jasa-jasanya selama memimpin El Real.

Lorenzo Sanz adalah presiden Real Madrid sebelum Florentino Perez datang menggantikannya dengan konsep Los Galacticos.

Istimewanya, Real Madrid era Sanz merupakan cikal bakal tim bertabur bintang yang digagas Perez. Sejumlah pemain kunci Los Galacticos Real Madrid yang kemudian menjadi legenda di Santiago Bernabeu datang di era Sanz.

Ya, pemain bintang seperti Predrag Mijatovic, Davor Suker, Clarence Seedorf, Roberto Carlos, Steve McManaman, dan Nicolas Anelka berkostum putih-putih Real Madrid pada masa kepemimpinan Sanz.

Kita kemudian menjadi saksi bagaimana pemain seperti Roberto Carlos menjelma jadi bek kiri legendaris El Real. Mijatovic sendiri adalah pahlawan kemenangan Madrid di final Liga Champions 1998.

Bicara soal pahlawan di final Liga Champions, di era Sanz pula dunia sepak bola berkenalan dengan seorang kiper muda yang ambil aksi dalam kemenangan Madrid di final Liga Champions 2000. Kiper yang dimaksud adalah Iker Casillas.

Anak muda ini lantas tumbuh menjadi salah satu kiper terbaik dan tersukses Madrid sepanjang masa serta jadi kapten ikonik El Real.

Liga Champions memang punya keistimewaan sendiri bagi Madrid era Lorenzo Sanz. Di masanya, El Real memenangkan dua kali trofi Liga Champions pada 1998 dan 2000. Keduanya kemudian jadi trofi yang sarat makna.

Titel juara Liga Champions 1998 memutus masa penantian selama 32 tahun lamanya, sedangkan trofi tahun 2000 jadi yang terakhir kali sebelum "susah payah" dimenangkan kembali oleh Los Galacticos-nya Florentino Perez pada 2014.

Lorenzo Sanz memang bukan presiden Real Madrid paling sukses dan bergelimang gelar juara, tetapi Sanz adalah salah satu bagian penting dari sejarah panjang Real Madrid.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN