Mohon tunggu...
Mochamad Rizki Fitrianto
Mochamad Rizki Fitrianto Mohon Tunggu... Freelancer Writer

Menulislah agar dipahami, bicaralah supaya didengar, dan membacalah untuk mengembangkan diri - Gus Dur

Selanjutnya

Tutup

Kotaksuara

Mengkaji Penerapan PSBB di Wilayah Kediri Raya

19 Mei 2020   14:16 Diperbarui: 19 Mei 2020   14:16 203 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Mengkaji Penerapan PSBB di Wilayah Kediri Raya
@kominfokabkdr

Beberapa hari terakhir, di media sosial yang berkaitan dengan wilayah kediri raya (kota kediri dan kabupaten kediri)ramai menjadi bahan pembicaraan tentang penerapan PSBB di wilayah kediri raya. 

Hal tersebut menjadi perhatian publik saat dalam kurun waktu 1 minggu terakhir ini terjadi kelonjakan jumlah pasien positif covid 19, baik di wilyah kota kediri maupun kabupaten kediri. 

Kenaikan jumlah tersebut berasal dari hasil tracing yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat dengan satuan gugus tugas yang dimiliki. Isu tentang PSBB tersebut juga pernah disinggung oleh walikota kediri dalam akun sosial medianya menanggapi keadaan perkembangan covid 19 yang ada di kota kediri saat ini. 

Kelonjakan tersebut berasal dari luar wilayah kediri maupun dari dalam wilayah kediri sendiri.Lalu sejauh mana tanggapan masyarakat terhadap PSBB dan upaya pemerintah daerah saat ini?

Sebelumnya mengutip lenteratoday.com (27/4) baik wilayah kota kediri maupun kabupaten Kediri untuk saat ini masih menilai bahwa belum perlu untuk menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). 

Padahal, saat ini penyebaran Covid-19 Kota Kediri sudah memasuki fase transmisi lokal (penyebaran di lingkungan sekitar) sedangkan di Kabupaten Kediri terjadi lonjakan signifikan pasien positif Covid-19 yang  dimana sehari bertambah sejumlah 4 orang. Disisi lain, Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Kediri, Slamet Turmudi menyatakan,  untuk saat ini Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Kabupaten Kediri belum memilih opsi untuk menerapkan PSBB. Langkah-langkah yang diambil dan diterapkan untuk saat ini dinilai masih cukup efektif menekan laju angka penularan covid 19, walaupun selama dua hari terakhir terdapat tambahan 12 orang pasien positif. Hal yang sama disampaikan oleh juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, dr Ahmad Chotib, yang mengatakan bahwa saat ini belum ada rencana PSBB di wilayah Kabupaten Kediri

Pada Minggu (26/4/2020) total jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Kediri mengalami kenaikan sejumlah 4 orang, sehingga total keseluruhan menjadi 25 pasien yang sudah terkonfirmasi positif. Mengacu kepada keterangan pers yang dikeluarkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, keempat tambahan pasien terkonfirmasi positif tadi, diantaranya adalah 3 orang warga Desa Toyoresmi yang berasal dari Kecamatan Ngasem serta 1 orang warga Desa Cerme dari Kecamatan Grogol. Ketiga orang warga Desa Toyoresmi yang telah terkonfirmasi positif terkahir kali memiliki kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Desa Toyoresmi sebelumnya. Seingga untuk sekarang ini ketiganya telah melakukan isolasi mandiri dan berada dalam pengawasan tenaga medis. Sedangkan untuk kasus terkonfirmasi positif Desa Cerme masih memiliki keterkaitan dengan klaster pelatihan haji Sukolilo dan saat ini juga telah melakukan isolasi mandiri.

Hingga saat ini (19/5), total jumlah pasien positif covid 19 yang ada di kota dan kabupaten adalah sejumlah 80 orang, yang terbagi kota kediri sejumlah 26 orang, dan kabupaten kediri sejumlah 54 orang. Dari keseluruhan pasien yang ada saat ini diantaranya terbagi dalam beberapa cluster, seperti cluster pabrik rokok mustika tulungagung salah satunya dan cluster sholat terawih yang merupakan cluster terbaru yang ada di kediri saat ini. Mengutip detik.com (19/5) Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kediri mengumumkan adanya 3 kasus positif Corona baru. Salah satunya jemaah salat tarawih. Untuk saat ini terdapat tiga kasus tambahan terkonfirmasi positif COVID-19. Yaitu satu warga Desa Kedak Kecamatan Semen, satu orang warga Desa Titik Kecamatan Semen dan satu warga Desa Kaliboto Kecamatan Tarokan. Warga Desa Kedak yang terkonfirmasi positif Corona berasal dari klaster salat tarawih di desa tersebut. Sedangkan untuk warga Desa Titik dan warga Desa Kaliboto merupakan klaster baru. Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kediri melakukan rapid test terhadap 68 warga Desa Kedak. Mereka diketahui ikut shalat tarawih bersama orang yang positif COVID-19. Hasil rapid test, 12 orang di antaranya dinyatakan reaktif.

@kominfokabkdr
@kominfokabkdr
Sebagaimana diketahui, kabupaten kediri merupakan 10 besar wilayah dengan jumlah pasien positif terbanyak di jawa timur dengan menduduki posisi ke 7 dari beberapa wilayah kabupaten dan kota yang ada di jawa timur (sumber : diskominfo jatim). Hal ini tidak lepas dari beberapa faktor, diantaranya faktor geografi dimana kediri merupakan 10 besar wilayah terluas dan terpadat di jawa timur dengan menduduki posisi ke 6 (sumber : bpsjatim.go.id), selain itu kediri juga merupakan sentra perdagangan, ekonomi, dan pendidikan bagi daerah di sekitarnya (Eks. Karisidenan) seperti blitar, tulungagung, trenggalek, dan nganjuk, sehingga memungkinkan terjadinya arus perpindahan penduduk atau penglaju baik yang berasal dari kediri ke daerah tadi maupun sebaliknya. Disisi lain kediri merupakan jalur atau daerah yang sering dilalui kendaraan bagi masyarakat di wilayah selatan yang ingin bepergian ke kota seperti kota surabaya dan lainya, sehingga sangat rentan akan penularan dari orang yang singgah antar kota atau bepergian.

@kominfokabkdr
@kominfokabkdr

Saat ini, pemerintah daerah setempat telah berusaha sebaik mungkin memininalisir atau menekan laju persebaran covid 19, baik pemerintah kota kediri maupun pemerintah kabupaten kediri. 

Beberapa langkah yang telah dilakukan adalah melakukan tracing orang yang melakukan kontak dengan pasien positif covid 19, melakukan sidak di beberapa tempat keramaian dan melakukan rapid test, serta melakukan beberapa pemberian paket bantuan baik yang bersifat tunai maupun pemenuhan kebutuhan sehari-sehari seperti bahan pangan. 

Mengutip antaranews.com (16/5) khusus untuk wilayah kota kediri akan menerapkan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) sebagai upaya mengantisipasi pencegahan penyebaran virus covid 19. PKM merupakan jalan alternatif yang menjadi opsi pemerintah kota kediri saat ini. Wali Kota Kediri telah memilih opsi untuk jalan tengah dengan pembatasan kegiatan masyarakat tersebut. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x