Mohon tunggu...
Rizka Muzdalifah
Rizka Muzdalifah Mohon Tunggu... Lainnya - Pendidikan Fisika Univeritas Indraprasta PGRI (UNINDRA)

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ Ada pada gengaman Allah SWT

Selanjutnya

Tutup

Diary

Lebih bernilai dari pada Dunia dan Seisinya

21 September 2021   06:14 Diperbarui: 21 September 2021   07:38 38 2 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Lebih bernilai dari pada Dunia dan Seisinya
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Bismillah,

Hemmm nggk papa ko serius nggk papa kalo kau tak bisa mensinkronkan kacamatamu dengan kacamata manusia lain, tapi bukan untuk hal yang menyimpang dari aturan Allah. Terlebih setiap insan diberi kebebasan menyimpulkan perspektif nya sendiri dari apa yang pernah mereka alami.

Terkadang memang membingungkan terlebih jika apa yang kau lihat itu tak sesuai dengan lingkungan mu dimana kamu dibesarkan dan pada pola pikir mu selama ini,bukankah begitu wahai diri? atau bahkan kau terheran-heran dengan kejadian yang tak pernah terpikirkan dibenakmu sedikit pun akan terjadi kejadian semacam ini.

Namun, hal yang paling membingungkan itu dikala apa yang kau pahami selama ini itulah yang menurutmu benar, ya karena manusia itu memang sifatnya cinta sama dirinya sendiri, pastilah apapaun yang dilakukan itu untuk dirinya dirinya dan dirinya sendiri.

Tak mengapa bukan? peduli dengan diri sendiri?. Bukan kah memang kau di perintahkan untuk mengawasi dirimu sendiri, mengawasi aib-aib mu, tugasmu memang bukan untuk mengurusi aib-aib orang lain bukan urusanmu. Ya memang sulit rasanya menerima apa yang tak sesuai dengan pola pikir mu, tetapi lihatlah disekelilingmu bisa jadi mereka lebih benar, sebenernya setiap kejadian itu amatlah memberikan banyak hikmah apalagi dalam hal baik, contoh nya saja saat kau menyapu di rumah, hal ini terlihat sepele, tetapi betapa banyak sebenernya memberikan sebuah makna, rumah menjadi bersih, banyak orang rumah yang hatinya menjadi sejuk melihat bersihnya rumah, mood mereka bisa jadi naik dengan damainya melihat pemandangan rumah yang rapih dan bersih.

Sebenernya apasih arti sebuah kebenaran? dan sebenarnya apa yang sebenernya itu benar, dan kebenaran itu terbukti benar dan bahkan memang paling benar, hehehehhe, lagi-lagi kau dibuat bingung dengan kejadian yang sulit kau translate kan maksud dan tujuannya.

Wahai diri jika kau mengaku hamba dari Maha Benar pastilah kau berpatokan pada-Nya, apa yang kau lakukan dan apa yang kau perbuat, bukan kah sebenarnya kaupun tau kebenaran itu hanyalah Dia yang tau kebenaran itu hanyalah berasal dari-Nya karena Dia yang paling tau makhluk ciptaan-Nya. Lalu mengapa kau masih bingung, itu berarti sumber dari segala sumber kebenaran itu berasal dari-Nya, mengikuti perintahnya dan menjauhi larangannya, menjalani apa yang Dia suka dan menjauhi apa yang Dia tidak suka, mengikuti sesuai Firman-Nya, dan mengikuti sunah-sunah makhluk tercinta-Nya, ya benar saja Al-Qur'an dan Sunnah itulah yang menjadi arah dan caramu berprilaku.

Banyak manusia yang Allah berikan pemahaman akan hal itu bisa sekali kau belajar melalui perantara makhluk-Nya, bukankah tugas mu mencarinya? ya memang kaupun harus berjuang, kau pasti tau hidayah kan? Iya hidayah, memang hidayah itu datang nya dari Allah semata, tetapi hidayah itu perlu dijemput dicari bukan ditunggu, perkenankanlah disetiap doa yang kau panjatkan, selipkanlah permohonan mu untuk meminta hidayah, agar yang Maha Rahman memberikan mu hidayah sepanjang hidup, bahkan meminta permohonan hidayah itu jauh lebih baik dari pada dunia dan seisinya, karena hidayah itu mahal.

Terkadang ada yang Allah berikan hidayah pada pakaiannya namun Allah tidak berikan hidayah pada lisannya. Mungkin sebaliknya. Ya begitulah hidayah memang mahal dan berharga, bayangkan lebih mahal dan berharganya hidayah daripada dunia dan seisinya. Karena mahal kau harus berjuang kan? melibihi usahamu mencari dunia ini seharusnya sih begitu. Menjemput nya memang seharusnya terus dilakukan setiap muslim, ya karena memang kau sangat membutuhkan pertolongan-Nya, bukan sebaliknya, karena Dia yang Maha Agung tak membutuhkanmu, melainkan dirimulah yang amat membutuhkan-Nya, bukankah begitu wahai diri?.

Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan