Humaniora

Khilafah untuk Siapa?

15 November 2017   06:07 Diperbarui: 15 November 2017   07:52 76 0 0

Allahu Akbar...

Menurut saya hal ini aneh, kenapa?

Karena pak Tito Karnavian bicaranya tentang gejolak akan timbulnya kemarahan bahkan memerdekakan diri apabila khilafah berdiri. Menurut saya itulah kekhawatiran pak Tito.

Memang kalau ideologi khilafah ditegakkan di negeri kita tercinta Indonesia ini bisa menghilangkan korupsi? Kenakalan remaja berkurang?

Bagi saya bukan khilafah yg diperlukan untuk negara kita ini. Toh mayoritas sudah muslim. Tapi lebih pada pembenahan akhlak muslim yang sejati yg akhirnya menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Ide khilafah memang bagus kalau memang ditegakkan, tapi ideologi demokrasi di negeri kita juga tidak buruk.

Saya malah jadi curiga dengan ide khilafah yg hanya ingin menguasai negara bukan malah membentengi akhlak karimah.   Kekuasaan buat apa sih akhi?

Cobalah sadar dan renungi, ideologi negara kita Pancasila kurang apa sih? Kurang enak gimana? Dimana semua mendapat naungan dan perlindungan.

Saya tidak akan bicara tentang ketuhanan, aqidah atau apalah itu, bukan kapasitas saya.

Mbokyao, ingat sama perjuangan para pahlawan untuk negeri kita. Tengoklah ke belakang, bagaimana Indonesia bisa merdeka. Membuat konsep negara yg berusaha tidak ketinggalan dengan negara lainnya. Menjadi negara yg merdeka seutuhnya.

Ya, aku tahu seluruh alam semesta ini milik Allah semata. Tapi untuk konsep kenegaraan itu duniawi akhi. Aku juga tahu kalau tugas kita di dunia adalah khalifah di bumi, tapi cara orang menjaga bumi ini masing2 berbeda khi. Ayat "inni ja'ilun fil ardhi khalifah" wajib diketahui dan dimaknai secara mendalam jangan saklek lah.

Apa sih buruknya negara kita yg bermacam-macam agama dan kepercayaan ini?

Benar kalo misal khilafah ditegakkan toleransi beragama tetap ada. Namun jangan dimaknai kalo kita harus menumpas segalanya.

Kita memang mayoritas, tapi jadilah mayoritas yg menghormati bukan menindas.

Wallahu a'lam bi al-showab....