Mohon tunggu...
Ris Sukarma
Ris Sukarma Mohon Tunggu...

Pensiunan pegawai negeri, sekarang aktif dalam pengembangan teknologi tepat guna pengolahan air minum skala rumah tangga. Ingin berbagi dengan siapa saja dari berbagai profesi dan lintas generasi.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Selamat Tahun Baru

17 Desember 2009   06:30 Diperbarui: 26 Juni 2015   18:54 244 0 0 Mohon Tunggu...

©iStockphoto.com/Jaggat

Berbeda dengan tahun baru Masehi yang akan kita masuki beberapa hari lagi, tahun baru Hijriah umumnya berlalu dengan diam-diam. Bahkan mungkin diantara kita ada yang tidak menyadari bahwa libur hari Jum’at ini adalah dalam rangka memperingati tahun baru Islam 1431 H. Yang kita ketahui bersama adalah bahwa besok kita akan punya libur panjang, long weekend. Bagi orang Jakarta, inilah saatnya untuk berlibur ke Puncak atau ke Bandung atau ketempat liburan di berbagai kota lainnya, atau bahkan ke luar negeri. Bagi sebagian lainnya, inilah saat saat yang ditunggu tunggu untuk berkumpul bersama keluarga tercinta untuk sekedar beristirahat.

Bagaimana sebaiknya kita menyambut datangnya tahun baru Hijriah besok?  Sambil menikmati kebersamaan bersama keluarga atau liburan dengan teman, tidak ada salahnya apabila tanggal 1 Muharram besok kita gunakan untuk sejenak melakukan refleksi atas kejadian hijrahnya Rasulullah SAW dari Mekkah ke Madinah, yang bertepatan dengan tanggal 16 Juli tahun 622 Masehi, 1387 tahun yang lalu. Mensyukuri nikmat Tuhan atas semua limpahan rejeki yang telah kita nikmati adalah cara yang baik. Lebih bagus kalau menyempatkan puasa sunah satu hari sebelum datangnya tahun yang baru. Hijrah bisa kita maknai dalam bentuk niat untuk berbuat lebih baik. Memang berbuat baik tidak harus menunggu momen-momen seperti ini. Tapi barangkali milestone seperti ini ada juga gunanya, karena kita bisa bertafakur, berkontemplasi tentang apakah kita sudah cukup banyak melakukan sesuatu untuk orang lain? Apakah perbuatan dan tingkah laku kita sudah benar dan tidak menyalahi aturan dan norma?

Dalam konteks global, apakah perseteruan dan peperangan di muka bumi ini harus terus berlanjut?  Tidak adakah kesempatan untuk mengakhiri peperangan dan membuka perdamaian? Sambutan Presiden Filipina Arroyo dalam menyambut datangnya tahun baru Islam cukup simpatik. Dia mengajak umat Islam minoritas di Mindanao untuk “memperkuat iman terhadap Allah dan memperbaharui komitmennya terhadap Islam”. Ini menarik mengingat dia adalah Presiden dari sebuah negara Katolik, yang mempunyai masalah dalam negeri dengan warganya di Mindanao, yang kebetulan mayoritas beragama Islam. Ajakan Arroyo disambut hangat oleh Ketua ARMM (Autonomous Region in Muslim Mindanao) yang baru, yang disampaikan oleh wakilnya, Ansaruddin Alonto Adiong baru-baru ini. Ini sekadar contoh bagaimana seorang pemimpin suatu bangsa dapat membuka dialog yang menuju kepada perdamaian abadi, tidak saja di Filipina Selatan, tapi dimanapun di muka bumi ini.

Momen-momen seperti tahun baru Hijriah, tahun baru Masehi, serta hari-hari libur memperingati suatu kejadian penting dalam ritual agama dan kepercayaan apapun merupakan kesempatan bagi kita untuk bertanya kepada diri sendiri, sudahkah kita berbuat kebajikan? Bila belum, hari pertama tahun 1431 H, atau hari pertama tahun 2010 bisa menjadi titik tolak untuk berbuat lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada kata terlambat kalau ingin memperbaiki diri.

Selamat Tahun Baru dan selamat libur panjang.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x