Mohon tunggu...
Risman Panigfat
Risman Panigfat Mohon Tunggu... Dapur Emas

fokaaha

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Serunya Menulis di Kompasiana

13 November 2020   23:37 Diperbarui: 14 November 2020   05:43 156 26 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Serunya Menulis di Kompasiana
Kompasiana.com

Kata orang, menulis dapat mengasah kemampuan dalam diri. Merawat akal sehat, menghindari rasa angkuh, benci dan dengki.

Menulis juga membantu seseorang memperoleh pengetahuan, wawasan dan  membentuk karakter diri yang kuat. Menulis juga katanya bermanfaat mengenal jati diri yang sebenarnya.

Walaupun kata orang menulis begitu penting dan menarik, namun awalnya saya belum tertarik untuk menulis, sebab pengetahuanku tentang dunia tulis-menulis begitu sempit, ribet dan membingungkan.

Seiring berjalannya waktu tanpa sebab yang pasti, saya di rundung pilu, setelah membaca berbagi tulisan-tulisan penulis-penulis terkenal. Selain itu dengan umur yang tak lagi muda kok saya tak bisa menulis seperti mereka.

Alhasil saya di rundung kecemasan dengan dunia yang tiba-tiba menarik bagi saya. Dunia literasi.

Lewat kecemasan itu dan keinginan besar saya untuk bisa menulis, akhirnya saya memutuskan untuk menghubungi salah satu senior yang sama-sama berasal dari Maluku Utara. Dan kami pun janjian bertemu.

Dua malam kemudian pertemuan itu benar-benar terealisasi. Di Tugu Proklamasi, di sebuah warung pedagang kaki lima kami berdiskusi, ngopi sambil menyantap jagung bakar yang di sajikan si pemilik warung.

Kami berdiskusi dengan topik-topik yang hangat namun dengan pembahasan yang sederhana. Sebelum akhirnya saya menyampaikan maksud dari kegalauan diri kepadanya. Bahwa saya punya keinginan kuat untuk menulis. Senior saya hanya cekikan mendengar keluh-kesah yang ku sampaikan tanpa berkata apa-apa.

Walau begitu saya tidak menyerah, kegigahan saya sudah memuncak, dan meminta untuk di ajarkan menulis. Mungkin ia menangkap keinginan kuat saya sehingga ia pun tak dapat menolak. Alhasil ia memberikan tips dan trik bahwa menulis ya menulis, sambil tertawa terbahak-bahak.

Malam itu tanpa pikir panjang beliau; Fauji Yamin, nama asli senior saya, menawarkan dan mengenalkan sebuah platfrom bloger bernama Kompasiana kepada saya sebagai penulis pemula untuk menulis dan belajar di sana. Tak menunggu lama kami berdua membuat akun malam itu juga.

Setelah akun terdaftar saya di ajarkan bagaimana menulis, memasang profil, kategori hingga memposting artikel. Ia juga mengajarkan banyak hal misalnya, membaca artikel kompasioner lain, mempelajari teknik-teknik yang mereka miliki, bahasa dan diksi-diksi hingga tema sederhana yang di eksekusi secara apik menjadi artikel yang gurih dan enak di baca.

Selain itu, banyak hal yang kami diskusikan mengenai seluk-beluk dalam menulis dan menjadi penulis. Alhasil setelah pertemuan malam itu saya kemudian menulis dan menerbitkan artikel pertama di kompasiana dengan judul puisi "Galau".

Pada hari-hari berikutnya saya terus menulis dan mengirimkan artikel karena begitu termotivasi. Apalagi beberapa artikel masuk pilihan. Pun di lingkungan saya banyak yang menyukai puisi-puisi sederhana yang saya tulis sebagai seorang pemula.

Ternyata banyak manfaat yang saya dapatkan. Misalnya, saya akhirnya membaca dan mempelajari bahasa, mempelajari teknik-teknik menulis puisi dan membedah tulisan-tulisan penulis lain. Di sisi lain manfaat besar juga terjadi pada diri yakni bisa belajar menganalisis maksud dan tujuan orang berbicara, disiplin dan selalu haus untuk menulis.

Walaupun kadang kala saya merasa dwon ketika artikel tak dapat label pilihan namun lewat itu saya justru terpacu dan termotivasi untuk terus menulis, menulis dan menulis.

Apapun itu, bagi saya kompasiana merupakan media warga yang mengasikkan di sini saya banyak belajar dan mengenal penulis-penulis hebat. Di sini pula saya paham bahwa dunia literasi begitu menggairakan.

 







 

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x