Mohon tunggu...
Rionaldo Wiratma
Rionaldo Wiratma Mohon Tunggu... Mahasiswa

SAYA RIONALDO MAHASISWA SEKOLAH TINGGI PARIWISATA TRISAKTI - PENERIMA BEASISWA UNGGULAN KEMENDIKBUD 2019

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

(Tradisi Bau Nyale Adat Sasak) Mengenal Cacing Laut Jelmaan Putri Mandalika

28 Februari 2021   19:19 Diperbarui: 15 Maret 2021   21:30 57 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
(Tradisi Bau Nyale Adat Sasak) Mengenal Cacing Laut Jelmaan Putri Mandalika
Dokumen by google

Tradisi bau nyale adalah tradisi tahunan orang Sasak Lombok yang di laksanakan tanggal 10 bulan 10 penanggal orang Lombok, nyale merupan cacing laut yang keluar dasar laut atau pesisir pantai yang mempunya beberapa warna (ungu, kuning, merah dan kuning. Nyale di tanggap menggunakan sodok yang buat dari bambu dan di tanggap pada jam 5 pagi dan hilang kembali setelah matahari terbit.

Sejarah bau nyale berawal dari seorang puntri mandalike yang sangat cantik dan di rebutkan oleh pangeran- pangeran dari Lombok, saking cantiknya orang bertarung demi merebutkan sang putri madalike. Untuk memperebutkan putri madalike pangeran- pangeran bertarung peresean. Peresean merupan pertarungan dengan menggunakan rotan dan menggunakan tameng yang terbuat dari kulit kerbau.
Seiring dengan waktu nyale juga terdapat di beberapa daerah di Indonesia.

Putri madalike yang cantik tidak sanggup melihat rakyatnya dan para pangeran memperebutkan nya, putri mandalike terjun ke laut dan berubah menjadi cacing laut yang dimana kita kenal saat ini sebagai nyale yang bisa di nikmati oleh semua orang Sasak pada tanggal 10 bulan 10 penanggalan orang Sasak.

Nyale sendiri bisa di tanggap di semua bagian di Lombok di pinggir pantai sesuai dengan penanggalan Lombok. Festival bau nyale biasnya berpusat di pantai seger Kuta Lombok atau termasuk dalam kawasan kack Mandalika. Banyak turis dari luar daerah atau manca negara yang datang menyaksikan festival bau nyale dan menangkap nyale.

Festival bau nyale adalah agenda tahunan yang sangat di tunggu-tunggu oleh orang Sasak, daya tarik yang sangat luar biasa menarik menjadikan festival bau nyale sebagai nilai tambah bagi dunia pariwisata di Lombok, festival bau nyale biasa nya jatuh pada bulan Februari jika mengikuti kalender nasional Indonesia, Jika anda ingin berkunjung ke Lombok dan menyaksikan festival bau nyale sekaligus ingin merasakan sensasi menangkap nyale bisa datang ke Lombok pada bulan Februari,

Setiap festival bau nyale, tradisi peresean juga mengikuti karena kedua tradisi ini tidak bisa di pisahkan dan pada saat ini tradisi peresean juga sudah mulai di lombakan dan Mading daerah mempunya Pepadi nya masing- masing. Pepadi adalah sebutan untuk petarung perean yang sudah ahli.

Festival bau nyale sebagai daya tarik pariwisa tidak luput dari Perhatian pemerintah. Dan setiap tahun nya pemerintah Lombok tengah mendukung kegiatan festival bau nyale karena di anggap menguntungkan untuk dunia pariwisata yang ada di Lombok untuk kedepan nya dan mempunya daya jual yang sangat besar apalagi untuk hotel-hotel yang berada di Kuta Lombok.

VIDEO PILIHAN