Rinto F. Simorangkir
Rinto F. Simorangkir Pendidik

Seorang muda yang berharap Indonesia menjadi bangsa yang besar, bermartabat dan diakui..melalui karya dan kerja nyata...pengen menjadi penulis novel inspiratif (lagi otw) web : http://rintoartikel.blogspot.co.id/ https://profits1asik.wordpress.com/

Selanjutnya

Tutup

Media

Ketika Media Online sebagai Alat Propaganda, Perlunya Kejelian Kita

23 Januari 2019   14:48 Diperbarui: 23 Januari 2019   15:02 21 1 0
Ketika Media Online sebagai Alat Propaganda, Perlunya Kejelian Kita
KawalNews.com

Memang sulit untuk membendung munculnya media-media seperti Seracen, dan banyak media berita online abal-abal lainya. Orang-orang yang ada di balik Saracen, memang kini sudah diproses oleh hukum. Karena memang terbukti bersalah menyebarkan isu-isu hoaks dan ujaran kebencian yang banyak terdapat di dalam media online mereka tersebut.

Tapi  jangan salah, perjuangan-perjuangan mereka seakan tidak pernah usai untuk kembali menebar hoaks yang sama. Bahkan boleh dibilang satu orang saja ahli dibidang media-media online seperti itu bahkan bisa memegang puluhan media online pemberitaan lainnya, salah satunya seperti  Asia Satu.

Artinya jika satu saja bisa buat puluhan portal berita, bagaimana jika ada ratusan ahli yang mereka miliki. Tak bisa dibayangkan mungkin ada ribuan portal berita abal-abal yang kini sudah tersebar di dunia online maupun di media sosial.

Media Asia Satu Online ini benar-benar menjadi alat propaganda bagi salah satu kubu Capres Cawapres. Mari datang dan lihat saja beberapa pemberitaan di dalamnya. Dan jika kita klik admin dari penulis berita tersebut, maka kita akan ditujukan kepada puluhan media online yang juga digarap olehnya. Semua pemberitaanya di dalam media tersebut rata-rata untuk ditujukan untuk membentuk opini rakyat.

Penulis mencoba iseng-iseng klik, ada puluhan media lainnya. Seperti : Dakwasiana, Dakwasiana TOP, Medan Dua, Asia Satu, Tayaya, Kata Kita, Portal Islam, Gatot Nurmantyo Pemimpin Kita, Aljazera, Radar Pribumi, Koran Lampu Hijau, Info Militer, Kata Kita Polling, Survey Family 100, Fokus Politik, Posmetro Medan, Gogle Vote, Polling Islam, BKM AL JIHAD MABAR

Di mana pemberitaan Asia Satu Online berikut, seperti yang dilansir oleh turnbackhoax.id (22/1/2019) menyatakan bahwa website Asia Satu Online bukan tergolong media berita yang kredibel karena tidak mencantumkan siapa penanggung jawab dan alamat perusahaan.

Dikatakan Presiden Turki, Reccep Tayyip Erdogan, dikabarkan memberi pujian kepada Calon Presiden RI nomor urut 2, Prabowo Subianto. Kabar itu termuat dalam artikel yang diunggah oleh situs Asia Satu Online pada 15 Januari 2019.

Ketika dicoba dicari pemberitaan yang sama dari media online lainnya, tak ada satu-pun pemberitaan yang menyatakan demikianPernyataan Erdogan itu tidak diketahui asal sumbernya. Bahkan saat Tempo menelusurinya di mesin pencari, juga tidak menemukan media lain menuliskan hal tersebut.   

Kemudian juga dalam pemberitaan Asian Satu Online lainnya menemukan berita yang cukup penuh sensasi, yang terbit pada 21 Januari 2019, lalu mengangkat topik, "Menhan AS : Hamas Tidak Bisa Ditaklukkan Israel Berkat Taktik Perang Indonesia yang Dibawa Prabowo".

Di dalam pemberitaanya jelas menyatakan bagaimana, pada Tahun 90an Prabowo pernah membawa, melatih dan membentuk Pasukan Komando Jordania dengan Komandan nya adalah Pangeran Abdullah yang merupakan sahabat Karib beliau. Mereka di bekali dengan berbagai keterampilan pasukan komando, mulai dari gerilya Kota, hutan, pertempuran jarak dekat, observasi, patroli buru, anti gerilya.

Sehingga Pasukan Hamas kini sulit dipatahkan, dimana sebelumnya di tahun 1980 hingga 1990, Pasukan Hamas begitu mudah ditaklukkan.  Benarkah pemberitaan yang demikian?

Tapi benarkah atau kredibelkan pemberitaan Asia Satu Online ini. Yang oleh media Tempo.co.id, seperti yang dilansir oleh turnbackhoax.id (22/1/2019) menyatakan seluruh pemberitaan-pemberitaan Asia Satu Online bukanlah media yang kredibel. Karena tidak menempatkan dimana kantor dan alamat sah-nya.  

Padahal ketentuan media pemberitan online diatur dalam Pasal 12 UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers yang berbunyi: "Perusahaan pers wajib mengumumkan nama, alamat dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan; khusus untuk penerbitan pers ditambah nama dan alamat percetakan."

Bagi saya sih, berita ini hanya-lah isu-isu yang dipelintir oleh Asia Satu sendiri. Dan betul bahwa media tersebut tak lain dan tak bukan sebagai alat semacam propaganda untuk membesar-besarkan salah satu kandidat saat sekarang ini.

Pesannya, jika kita menemukan pemberitaan-pemberitaan seperti ini, supaya kita bisa lebih cermat lagi dan berhati-hati, benarkah berita tersebut? Validkah datanya? Atau hanya sekedar kabar bohong atau hoaks? Hal itu bisa kita dapatkan jika kita memang mengkrosceknya langsung ke media-media konfirmasi yang terpercaya seperti situs turnbackhoax.id