Rintar Sipahutar
Rintar Sipahutar Guru

Rintar Sipahutar, S.Pd, Guru Matematika SMP Negeri 1 Lingga Utara, Kepulauan Riau "Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan"

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Bagaimana Cara Prabowo Menurunkan Harga Telur Sekaligus Mensejahterakan Petani Jagung?

11 Februari 2019   17:42 Diperbarui: 11 Februari 2019   18:44 202 6 0
Bagaimana Cara Prabowo Menurunkan Harga Telur Sekaligus Mensejahterakan Petani Jagung?
www.facebook.com

Dalam janji-janjinya, semua pemimpin itu sama, dalam tindakanlah mereka berbeda.
(
Right to lead_Jhon.C.Maxwell)

Dikutip dari detiknews.com (9/2/2019), di depan emak-emak yang tergabung dalam Forum Komunikasi Majelis Ta'lim (FKMT) serta relawan Aliansi Pencerah Indonesia (API), Prabowo Subianto berjanji akan menurunkan harga-harga bahan pokok dari telur hingga daging pada 100 hari pertama menjabat jika terpilih di Pilpres 2019.

Dalam sebuah kampanye seperti Pilkada, Pilpres maupun Pemilu, menjanjikan sesuatu itu bukanlah hal yang asing. Apakah janji tersebut bisa ditepati atau tidak itu urusan belakangan, yang penting berjanji dulu. Tetapi yang menarik terkait janji capres nomor urut 02 tersebut adalah menyimak komentar menggelitik dari salah seorang warganet  yang mengatakan:

"Bertemu emak-emak berjanji akan menurunkan harga telur, bertemu peternak ayam petelur berjanji akan menaikkan harga telur, bertemu kedua-keduanya akhirnya lari bersembunyi di kandang ayam, hehehe..."

Mengapa warganet tersebut memberikan komentar sesinis itu?

Hal itu tak lepas dari seringnya pasangan capres-cawapres nomor urut 02 memberikan janji-janji yang kontradiktif dan tak masuk akal. Misalnya ketika Sandiaga Uno bertemu dengan pembeli di pasar yang mengeluhkan tingginya harga bahan pokok, Sandi berjanji akan menurunkan harga-harga di pasar. Tetapi dalam waktu yang tidak lama ketika bertemu dengan petani yang mengeluhkan rendahnya harga hasil pertanian mereka, Sandi juga berjanji akan menaikkannya.

Demikian juga dalam debat perdana, kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri dan pejabat negara, pasangan ini juga berjanji akan menaikkan gaji mereka agar tidak korupsi tetapi disisi lain pasangan ini juga berjanji akan menurunkan pajak dan tidak akan menambah utang ke luar negeri. Terus dananya darimana?

Sebagai contoh, masih dari detiknews.com, menurut Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Singgih Januratmoko menerangkan bahwa dengan menjual telur seharga Rp 18.500/kg peternak sebenarnya sudah mengalami kerugian karena Biaya Pokok Produksi (BPP) mencapai Rp 19.500/kg.

Menurut Singgih harga telor bisa saja diturunkan jika harga jagung sebagai pakan ayam dapat diturunkan dari Rp 6.000/kg menjadi Rp 4.000/kg, karena komponen pakan mencapai 70% dari total biaya produksi telur.

Terus pertanyaannya adalah jika harga jagung harus ditekan sebesar Rp 2.000/kg bagaimana pula cara Prabowo mensejahterakan petani jagung? Apakah mereka semua akan disubsidi? Jika ya dana subsidinya diambil darimana?

Saya pikir disinilah masyarakat harus cerdas dalam mempercayai janji-janji, apakah janji-janji tersebut hanya sebagai pelipur lara demi mendapatkan kekuasaan atau barangkali janji-janji tersebut dapat ditepati dengan membaca mantra "Bim salabim abra kadabra..."?

(RS)