Lingkungan

20 Mahasiswa UNS Gelar Sosialisasi dan Workshop Pengolahan Sampah Organik

11 Agustus 2018   08:15 Diperbarui: 11 Agustus 2018   09:36 252 1 0
20 Mahasiswa UNS Gelar Sosialisasi dan Workshop Pengolahan Sampah Organik
dokpri

Ribuan mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta sedang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata pada periode Juli-Agustus 2018. Dari ribuan mahasiswa tersebut diantaranya 20 mahasiswa yang tergabung dalam tim KKN Ciwidey yang melaksanakan kegiatan pengabdian tersebut di Desa Rawabogo dan Desa Lebakmuncang Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. 

Selama 45 hari terhitung mulai tanggal 10 Juli hingga 23 Agustus 2018 kegiatan KKN dikemas dalam beberapa progam kerja untuk menunjang pengembangan potensi daerah.

Terdapat setidaknya 9 progam kerja utama yang diusung oleh Tim KKN Ciwidey, salah satunya yaitu Sosialisasi dan Workshop Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga. 

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan KKN yang diselenggarakan pada hari Jumat lalu (3/8) bertempat di Bank Sampah Zakiah, Kampung Waluri, RW.15, Desa Lebakmuncang.

"Kagiatan Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga dengan Metode Takakura ini mengajak masyarakat untuk lebih peduli lingkungan, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan limbah dengan lebih bijak," kata koordinator KKN UNS Ciwidey, Radid Nugroho Dewantoro, Jumat (3/8). Sosialisasi dan Workshop tersebut menghadirkan perwakilan dari masing-masing RT di RW 15 Kampung Waluri Desa Lebakmuncang. 

"Harapannya para peserta sosialisasi dan workshop dapat menyebarkan ilmu yang sudah di dapat ke masyarakat, sehingga khususnya masyarakat Kampung Waluri, Desa Lebakmuncang turut membantu menyukseskan progam Citarum Harum," imbuhnya.

Selain progam kerja Sosialisasi dan Workshop Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga dalam kesempatan yang sama Tim KKN UNS Ciwidey mengedukasi peserta kegiatan dengan progam kerja sosialisasi dan workshop pengendalian hama terpadu pada daun bawang, sosialisasi penggunaan pupuk organik dan workshop pembuatan pupuk organik cair dan padat dengan bahan dasar limbah peternakan. 

" Harapannya masyarakat mampu mengolah limbah peternakan, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dengan mengolah limbah peternakan agar lebih memiliki nilai jual, selain itu dengan mengolah limbah peternakan juga masyarakat turut andil dalam mengurangi pencemaran lingkungan yang dihasilkan dari limbah peternakan," kata Bekti Nur P, Koordinator Produksi, Jatikuwung Innovation Center.

"Dengan adanya kegiatan seperti ini sangat bermanfaat sekali karena selama ini untuk memupuk dan mengendalikan hama kami menggunakan bahan kimia anorganik, tapi sekarang kami mencoba mengimplementasikan pemupukan dan engendalian hama pada tanaman lebih ramah lingkungan," kata Apri, Sekertaris Pengurus Bank Sampah Zakiah Kampung Waluri. 

Perlu diketahui Kampung Waluri merupakan kampung yang digunakan sebagai percontohan se-Kecamatan Ciwidey utuk progam SABER (Sabilulungan Bersih) dari Pemerintah Kabupaten Bandung. 

Sementara itu dilansir dari laman bandungkab.go.id, indikator Kampung Saber menurut Kepala DLH Kab. Bandung, Asep Kusumah, progam SABER harus mampu melahirkan kader yang menjadi pelopor kegiatan-kegiatan lingkungan hidup, menciptakan kebiasaan gotong royong secara rutin dalam masyarakat, dan dilakukan pengelolaan sampah berprinsip 3R.

"Perlu diketahui pada awal tahun 2018 sungai Citarum menjadi sungai terkotor di dunia," ujar Menristekdikti Mohamad Nasir yang dilansir dari laman ristekdikti.go.id. 

Selain itu, dilansir dari laman yang sama Menteri Luhut juga menyampaikan bahwa tahun ini permasalahan sungai Citarum menjadi perhatian Presiden Jokowi sehingga dikeluarkan Perpres 15 Tahun 2018 untuk mensinergikan peran dan kewenangan berbagi instansi dan stakeholders terkait.