Mohon tunggu...
Rina R. Ridwan
Rina R. Ridwan Mohon Tunggu... Ibu yang suka menulis

Pembelajar Di Sekolah Kehidupan Novel: Langgas (Mecca, 2018) IG: rinaridwan_23

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Jangan Biarkan Sahabat Anda Jadi "Pelari"

23 November 2018   14:49 Diperbarui: 23 November 2018   16:16 0 2 0 Mohon Tunggu...

Setidaknya, hampir semua orang punya sahabat. Tentu dalam beraneka'wajah'. Ada yang bersahabat dengan buku, dengan lelaki atau perempuan, orangtua dan lain sebagainya. Merasa bahwa dengan sahabat, dia bisa mengatakan apa saja, melakukan apa saja, dan merasa nyaman karena percaya.

Tentu saja, kepercayaan adalah salah satu syarat utama yang tak terkatakan atau perlu dibuat akad untuk menjadikan dua  orang jadi sahabat. Tanpa itu, bukanlah persahabatan, namun hanya sekedar pertemanan.

Biasanya yang paling banyak menjalin persahabatan adalah perempuan, dan yang paling banyak mengalami kegagalan mempertahankannya juga persahabatan perempuan. Tentu saja banyak sekali penyebabnya. Sementara lelaki menjalin persahabatan bisa sepanjang hidup, walau bisa jadi di tengahnya mereka pernah alami konflik.

Manusia sebagai makhluk sosial, akan selalu membutuhkan teman, setidaknya untuk berbagi cerita. Sahabat sejati akan mengalami seleksi alam. Karena ia akan teruji dengan beragam kejadian yang menimpa masing-masing pribadi. Bila jalinan persahabatan sudah lebih dari tujuh tahun, kata orang, dia bukan lagi sahabat, namun sudah jadi'saudara' kita.

Dunia ini dipenuhi dengan keterbatasan. Tak bisa kita labrak semuanya tanpa batas, semerdeka apapun kita. Bahwa kebebasan kita juga dibatasi dengan kebebasan orang lain. Mungkin hanya pikiran kita yang bisa bebas dan liar, itupun bila diungkap harus siap dengan segala konsekuensinya.

Banyak yang karena dekatnya persahabatan, batas itupun dilanggar. Banyak yang lupa pada kesadaran, bahwa manusia itu bisa berubah kapan saja. Bukankah sebelum bersahabat, kita juga 'tak ada' bagi sahabat kita?

Biasanya, perasaan percaya yang berlebihan, membawa pada sebuah penyesalan yang bahkan bisa membawa perubahan besar dalam kehidupannya. Perubahan yang lebih banyak pada perasaan yang menyakitkan, bahkan trauma sepanjang hayat.

Lelaki, kebanyakan jika bersahabat, biasanya punya'aturan' sendiri. Salah satu aturannya, bila punya adik perempuan, dia berharap sahabatnya tak mendekati apalagi menjadikan sebagai pasangan. Mereka khawatir bila hubungan tak berjalan dengan baik, akan mempengaruhi persahabatannya.

Sementara perempuan, lebih banyak hanyut pada rasa percayanya, hingga tak jarang mereka biarkan pasangan, baik kekasih atau suami, ikut bersahabat dengan sahabatnya. Mereka lupa, yang namanya sahabat itu tentu saja punya banyak kesamaan dalam beragam sifat, sikap dan... selera! Termasuk selera pada lelaki!

Inilah kenapa banyak terjadi, sang sahabat akhirnya menjadi orang ketiga dalam kehidupan asmaranya. Menganggap bahwa sang lelaki 'tak bakal' tertarik dengan sahabatnya, adalah sebuah keteledoran. Banyak perempuan yang bahkan mengajak tidur sahabatnya masuk kamar 'pengantin' mereka dan mengajaknya tidur dalam selimut yang sama karena merasa yakin bahwa sahabat dan suaminya tak akan menikungnya.

Ketika akhirnya terjadi, mereka seperti tertampar. Bukan hanya sakit yang akan diingat sepanjang hidupnya, namun bisa lebih dari itu. sahabat yang jadi 'pelari'(perebut laki sendiri), sepanjang hidupnya akan dia blacklist dan unforgiven. Kesadaran bahwa dia sendiri yang membuka pintu masuknya sahabat pada hati dan pikiran suaminya, biasanya akan terjadi di tahap dia mulai menerima kejadian, yang bisa saja sudah berlalu puluhan tahun usai kejadian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3