Mohon tunggu...
Riki Kusnadi
Riki Kusnadi Mohon Tunggu... Wiraswasta

Hidup sebagai pedagang biasa yang bercita-cita sebagai pengusaha kondang. #CRABTY

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Celotehan HahaHihi #4-"Serba Tahu"

21 September 2020   09:31 Diperbarui: 21 September 2020   09:38 36 10 0 Mohon Tunggu...

Wow! Keren banget yak kalo ada orang yg seperti itu. Tapi mungkin gak ya? Hehehe... Jangan di banding sama google tapi loh ya.Itumah pasti bisa jawab apa aja. Pasti ada sih ya orang yang wawasan nya luas tapi gak bakal tahu semua sih. Bicara tentang wawasan luas biasa di kaitkan dengan kepintaran.

BJ Habibie/islampos.com
BJ Habibie/islampos.com
Tolak ukur kepintaran biasanya yang di gunakan adalah IQ. Albert Einstein, siapa yang tak kenal dia. Bapak sains dunia dengan IQ berkisar 160-190. Sementara IQ manusia normal berkisar 90-110. Lebih dari 110 sudah diatas rata-rata manusia normal. Selain Einstein ada beberapa nama lain yang tak kalah juga seperti presiden Indonesia ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie dengan skor IQ sebesar 200. 

Pak Habibie diketahui penemu crack theory pesawat terbang. Orang terpintar berikutnya dengan skor IQ sekitar 250-300. Pria kelahiran New York yang sejak 8 tahun sudah menguasai 8 bahasa, dia adalah William James Sidis. Di usia 16 tahun William James Sidis lulus sarjana matematika dengan predikat cum laude. Tokoh selanjutnya ada Terence Tao dengan skor IQ berkisar 230-240. Christoper Hirata memiliki skor IQ mencapai 225. Dan yang terakhir adalah Kim Ung Yong dengan Skor IQ mencapai 210.

Namun kali ini yang mau saya bahas bukan hanya orang terpintar tapi bahaya orang yang serba tahu. Pernah gak sih ketemu di area kerja, lingkungan ataupun organisasi kalian teman yang "serba tahu". 

Fine-fine aja kalo emang orang tersebut beneran tahu kan ya. Dari brosis pasti dong punya teman seperti itu di lingkungannya, apalagi kalau yang serba tahu dan gak mau kalah sama pendapatnya merasa superior. Bahaya gak tuh kalo berada di lingkungan kerja kalian ataupun organisasi kalian? Ya bahaya dong ya, bisa jadi bom waktu loh jika ada orang seperti itu kalau ngak cepat di obrolin. 

Kalo kata Igor Saykoji dalam podcast nya Uus "orang yang mengerti setitik menganggap sudah tahu isi sedunia sedangkan Tuhan yang menciptakan dunia dan alam semestanya melihat kita yang kecil dan penting bagi Dia." Wew wew wew... keren gak tuh?

Fyi, Orang yang merasa kemampuannya melebihi kemampuan orang lain dan tidak mampu melihat kekurangan pada diri sendiri, Kalau bahasa kerennya dunning kruger effect. Orang yang mengalami hal seperti ini akan merasa dirinya superior dan maunya cara dia sendiri yang dipakai, cara orang lain itu salah. Akibatnya bisa fatal bagi lingkungan, apalagi kalau gak ada yang bisa membantah orang tersebut. 

Yuk intropeksi diri siapa tahu mulai ada gejala seperti itu atau punya teman seperti demikian, ada beberapa langkah ni buat menghindarinya. Yang pertama beri jeda waktu untuk berpikir karna orang yang mengalami ini sering berpikir singkat. 

Kedua yaitu tantang klaim yang di yakini, dengan cara memberi pemikiran yang kontradiksi dengan pendapat sebelumnya. Kemudian mengubah cara berlogikap dengan mengembangkan kemampuan penalaran agar lebih fleksibel. Terakhir belajar untuk berpikir kritis yaitu denga mencari argumen penopang serta di dasari dengan bukti-bukti spesifik yang mendasarinya. 

So, bagi kalian yang punya punya teman seperti ini jangan di jauhi ya. Rangkul lagi temannya dan ajak berpikir dengan tips tips di atas tuh. Hehehe... jangan sampai jadi kalian yang keras kepala waktu bimbing ya... Semangat brosis!

Salam satu hati,

#CRABTY

*Riki Kusnadi

VIDEO PILIHAN