Mohon tunggu...
Rifanni Shf
Rifanni Shf Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa UPI

Semangat!

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Kesulitan yang Dialami Selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

29 Juli 2021   13:20 Diperbarui: 29 Juli 2021   16:31 84 1 0 Mohon Tunggu...

Sejak diumumkan pemerintah mengenai kasus pertama Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) pada bulan Maret 2020 yang lalu, Indonesia kemudian dihadapkan pada masa pandemi. Hampir seluruh sektor kehidupan terdampak, tidak terkecuali di sektor pendidikan. 

Covid-19 ini menular begitu cepat dan telah menyebar hampir ke semua negara, termasuk Indonesia, sehingga Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjadikan wabah ini sebagai pandemi global pada tanggal 11 Maret 2020. 

Tidak dapat dipungkiri dalam sektor Pendidikan khususnya sekolah dan mahasiswa harus melaksanakan pembelajaran secara daring yang dinamakan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

PJJ tersebut bagi kalangan guru, siswa dan orang tua siswa bukanlah hal yang mudah dan menjadi tantangan bagi mereka untuk melaksanakan PJJ tersebut. Mereka mengeluhkan bahwa PJJ ini sangat berat untuk dilakukan dengan kurangnya pemahaman mengenai teknologi. 

Banyak guru yang merasa kesulitan akan hal teknologi. Siswa pun merasa kesulitan belajar dan tidak ada motivasi belajar karena pembelajaran yang diberikan terbatas. Bagi orang tua pun mereka kesulitan dengan anaknya yang tidak ada motivasi untuk belajar karena terkadang materi yang diberikan oleh guru tidak dijelaskan terlebih dahulu, orang tua belum tentu memahami semua materi yang diberikan oleh guru.

Saya melakukan penelitian terhadap siswa dan orang tua bahwasannya mereka mengeluh dengan pembelajaran yang diberikan oleh guru monoton hanya memberikan tugas dan modul ke dalam WhatsApp Group, siswa dan orang tua mengharapkan media yang menunjang untuk dilaksanakannya pembelajaran, seperti melakukan Zoom Meeting, Google Meet, atau melalui video pembelajaran yang dijelaskan oleh gurunya secara langsung.

Setelah itu, saya menanyakan dan survei kepada guru apa yang menjadi kendala mereka dan kendala yang dialami yaitu kurang pahamnya akan teknologi dan tidak bisa cara mengaplikasikannya. Padahal sebuah keniscayaan guru itu memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajarannya, lebih-lebih di masa pandemi Covid-19. 

Mau tidak mau, siap tidak siap, semua ini harus tetap dilaksanakan agar proses pembelajaran dapat berjalan dan terpenuhinya hak peserta didik dalam memperoleh pendidikan walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19. Banyak media informasi yang bisa digunakan oleh pendidik untuk melakukan pembelajaran secara daring.

Teknologi informasi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran online pada masa pandemi ini di antaranya adalah e-learning, rumah belajar, Google Classroom, kelas online Schoology, zoom meeting, video converence, atau live chat whatsapp, dan lainnya.   

motivasi belajar sangat berpengaruh terhadap keberlangsungannya pembelajaran. Siswa dan orang tuanya sudah merasakan kesulitan, jika pendidik tidak memberikan motivasi belajar dengan berbagai cara, siswa tidak akan semangat dalam menghadapi pembelajaran. 

Pembelajaran daring dirasa kurang efektif bagi guru terutama untuk anak usia sekolah dasar, karena pembelajaran dilaksanakan secara daring maka guru juga kurang merasa maksimal dalam memberikan materi pembelajaran sehingga menjadikan materi tidak tuntas dan penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran daring juga dirasa tidak maksimal. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x