Mohon tunggu...
Rifan Bilaldi
Rifan Bilaldi Mohon Tunggu... Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Indraprasta PGRI. Pendidikan adalah gerbang harapan dan bahasa adalah kunci pendidikan. Kita harus menjunjung tinggi pendidikan, pengembangan dan pembinaan bahasa Indonesia

Yuk! Tingkatkan kualitas pendidikan dan mengenal serta belajar bahasa Indonesia untuk menambah pengetahuan dan wawasan.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Beginilah 6 Perbedaan Perjuangan Kemerdekaan Dahulu dan Kini

17 Agustus 2020   08:33 Diperbarui: 7 Juni 2021   12:19 4221 5 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Beginilah 6 Perbedaan Perjuangan Kemerdekaan Dahulu dan Kini
(Sumber. Dokpri diolah dari DetikNews.com dan akurat.com)

Perjuangan merupakan salah satu usaha dan kerja keras kita dalam memetik hasil yang berbuah manis. Perjuangan juga salah satu wujud dari jalan menuju keberhasilan, karena telah mencapai sesuatu yang telah kita tuju. Namun, dalam setiap perjuangan butuh proses dan jalan yang tidak selalu mulus.

Dalam memperjuangkan kemerdekaan, butuh kerja keras dan usaha yang sungguh-sungguh, mau dari hati atau raga. Kemerdekaan Indonesia diraih atas darah jasa para pahlawan yang telah gugur di medan perang dalam pertempuran merebut kemerdekaan.

Perjuangan para pahlawan kemerdekaan, berjuang atas keikhlasan, tangis, darah, harta benda, dan jiwanya demi mempertahankan tanah air dari para penjajah. Indonesia dijajah oleh Belanda dan Jepang, tetapi tetap kokoh tanpa sedikit pun dilumat.

Begitu banyaknya usaha-usaha dan perjuangan para pahlawan demi bangsa hingga tibalah kemerdekaan. Sudah 75 tahun Indonesia merdeka. Merdeka dari jajahan, tetapi masih panjang perjuangan Indonesia dalam menyejahterakan rakyat, memerdekakan hal-hal yang belum tuntas.

Perjuangan dahulu dan kini berbeda, kita tak perlu berjuang dengan harus melawan para penjajah di hadapan kita, tak perlu kita mengangkat senjata dan bertempur di medan perang. Kini perjuangan kita tak lagi seperti dahulu, namun lebih berat. Inilah perbedaan perjuangan kemerdekaan dahulu dan kini.

Baca juga: Pembangunan dan Pengembangan Kota Jakarta Pasca Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Pertama, Perjuangan melawan penjajah dengan perjuangan melawan virus

(Sumber. Dokpri diolah dari republika dan kompas.com)
(Sumber. Dokpri diolah dari republika dan kompas.com)
Dahulu perjuangan kita adalah perjuangan melawan hal yang tampak, hal yang jelas-jelas kita lawan dan berwujud. Sehingga dapat memudahkan kita untuk melawannya, menggempurnya habis-habisan dengan senjata dan bambu runcing.

Lain halnya dengan perjuangan kita saat ini. Menjelang hari kemerdekaan Indonesia yang ke 75 tahun, kita berjuang melawan virus. Perjuangan kita kali ini dapat membunuh dalam diam, menyerang dalam diam, dan tak tampak wujud yang harus dilawan, hanya kewaspadaan kitalah yang mengantisipasi serangan itu.

Di hari ke 75 tahun kemerdekaan Indonesia, kita terpaksa harus merayakan tanpa sebuah kemeriahan. Saat ini tidak banyak hal yang bisa kita lakukan selain terus berjuang melawan virus. Perjuangan masih panjang agar terbebas dari virus yang menjajah.

Kedua, perjuangan pemuda-pemudi sebagai pelopor kemerdekaan dengan perjuangan menciptakan pemuda-pemudi siap kerja

(Sumber. Dokpri diolah dari kilas pemuda dan republika)
(Sumber. Dokpri diolah dari kilas pemuda dan republika)
Perjuangan pemuda-pemudi dahulu adalah sebagai pelopor kemerdekaan, mereka dikukuhkan untuk menjadi pelopor dalam perjuangan kemerdekaan, dengan adanya sumpah pemuda, mereka memulai perjuangannya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Perjuangan pemuda-pemudi Indonesia untuk bangsa atas hasil niat hati yang tulus, sukarelawan merintis cita-cita memerdekakan bangsa dari para penjajah. Pemuda-pemudi dahulu diusianya yang masih muda telah berjuang demi bangsa.

Berbeda dengan perjuangan pemuda-pemudi saat ini. Mereka berjuang agar menjadi manusia yang terpakai di dunia kerja. Pemerintah menerapkan program agar menciptakan pemuda-pemudi yang siap kerja. Maka, perjuangan pemuda-pemudi kini berjuang hanya satu tujuan, yaitu demi menjadi diri yang siap kerja.

Ketiga, perjuangan Ki Hajar Dewantara memerdekakan pendidikan, dengan perjuangan Nadiem Makarim memerdekakan belajar

(Sumber. Dokpri diolah dari tirto.id dan facebook.com )
(Sumber. Dokpri diolah dari tirto.id dan facebook.com )
Perjuangan Ki Hajar Dewantara dahulu sangatlah berat, karena beliau harus bertentangan dengan para kolonial Belanda dalam perjuangan pendidikan. Beliau juga merupakan seorang aktivis kemerdekaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x