Dean Ridone
Dean Ridone pegawai negeri

lesung pipit

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Dukung Ajax Kembali Juara Liga Champions

5 April 2019   14:53 Diperbarui: 5 April 2019   15:09 71 1 1
Dukung Ajax Kembali Juara Liga Champions
Sumber Photo : ebay

Terakhir kali Ajax juara Liga Champions 24 tahun yang lalu. Ketika itu Ajax juara setelah berhasil mengalahkan AC Milan lewat sebiji gol hasil sepakan Patrick Kluivert pada menit ke 85. Kini di babak perempat final, kembali Ajax akan menghadapi lawan kuat tim Italia lainnya, yakni Juventus. Juventus punya potensi untuk menggagalkan ambisi Ajax untuk meraih liga champions untuk yang kelima kalinya, mengingat hasil impresif Juventus yang mampu menjungkalkan tim besar Spanyol, Atletico Madrid dengan skor aggregat 3-2.

Tapi tunggu dulu, justru sebaliknya Ajax lah yang akan melangkah mulus melaju ke semifinal. Mereka punya modal kuat untuk mengalahkan tim hebat manapun. Apalagi cuma Juventus. Kemampuan Ajax melebihi Juventus bukan sekedar omong kosong. Hal itu sudah teruji dengan mampu menyingkirkan Real Madrid,sang juara bertahan tiga kali berturut-turut dengan hasil memuaskan. Bisa disebut memuaskan, karena Ajax mampu menyingkirkan Madrid di kandang sendiri 4-1. Dan dengan demikian Ajax melaju dengan skor kemenangan aggregat 5-3.

Juventus tentu harus waspada dengan kebangkitan Ajax, walaupun tak bisa dinapikan juga, Juventus pun mampu mengatasi Ajax. Bukankah bola itu bundar. Siapa pun yang menjadi pemenang nantinya akan susah diprediksi sebelumnya. Pengamat dan penikmat bola hanya berpikiran subyektif mengira-ngira tim mana yang menjadi pemenang, tergantung tim mana yang didukung.

Tapi pada musim ini, Ajax memiliki alasan kuat bisa melaju ke semifinal, dan pada akhirnya bisa jadi jawara Liga Champions. Mereka punya modal kuat dibanding tim-tim yang melaju ke perempat final. Modal pertama dari Ajax, bahwa rata-rata pemain Ajax muda-muda menurut data dari Wordfootball.Net. Rata-rata usia mereka berada di rentang 19-27 tahun, bahkan pemain gelandangnya, Frenkie de Jong, yang saat ini jadi incaran Barcelona, berusia 22 tahun. Sedangkan yang paling tua pun berusia 31 tahun dipegang oleh penyerangnya, Dusan Tadic.

Usia muda dengan dibarengi dengan semangat tinggi dan skill yang mumpuni ditambah lagi dengan kecepatan lari, maka jelaslah siapa pun yang lawan akan mengalami kerepotan melawan Ajax. Terbukti Real Madrid harus kemasukan dua gol di babak pertama pada leg-2. Otomatis mental juara Real Madrid runtuh. Usaha menyerang untuk menyamakan kedudukan di babak kedua malah berefek buruk. Para pemain Ajax justru makin percaya diri. Dan terbukti Ajax menambah dua gol lagi di babak kedua.

Maka tidak salah, bilamana saat ini, tak sedikit pengamat mulai memperhitungkan Ajax sebagai kandidat jawara Liga Champions, ya termasuk saya Juventus lawan di perempat final tidak masalah, pastinya di lahap juga. Lepas dari Juventus nantinya, Ajax mulai menata cita-cita, menjuarai Liga Champions untuk kali ke-5.