Mohon tunggu...
Ridha Sefina Samosir
Ridha Sefina Samosir Mohon Tunggu... Dosen Kalbis Institute

Saya dosen sekaligus ibu dari 4 orang anak.

Selanjutnya

Tutup

Digital

Information Economic For IT Investment Evaluation (Part 1)

25 November 2020   18:11 Diperbarui: 25 November 2020   18:24 57 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Information Economic For IT Investment Evaluation (Part 1)
Information Economic Framework/library.binus.ac.id

Information Economic (IE) dalam kegiatan analisis investasi merupakan salah satu metode analisis maupun alat ukur yang dapat dijadikan pilihan. Investasi teknologi informasi (TI) bukan investasi yang murah bahkan relatif besar jika ditarik dari aspek moneter/nilai uang. Selain itu, TI saat ini banyak dijadikan strategic weapon bagi organisasi baik untuk efektifitas maupun efisiensi roses bisnis, peningkatan kinerja organisasi, juga dapat digunakan untuk memenangkan persaingan. 

Konsep IE ini diawali dari prinsip Informasi merupakan bagian yang penting dan sangat dibutuhkan saat ini. Bahkan ada slogan yang mengatakan bahwa orang yang menguasai informasi adalah orang yang akan menguasai dunia. 

Tidak berlebihan istilah di atas karena ketika kita memperoleh informasi yang valid, tepat, dan cepat maka akan sangat mendukung dalam proses pengambilan keputusan. 

Informasi dapat dihasilkan dari banyak media baik manual maupun otomatis. Salah satu media penyaji informasi adalah perangkat teknologi informasi baik platform mobile , desktop, dan website. 

Jadi dengan metode IE kita akan mengukur seberapa layak sebuah investasi dapat dieksekusi. Tepatnya kita mengukur nilai informasi yang dihasilkan oleh perangkat TI. Pada akhirnya dapat diidentifikasi kelayakan investasi dari perangkat TI nya.

Ada beberapa pendekatan dalam mengukur atau menganalisis sebuah investasi diantaranya adalah cost benefit analysis (CBA) dan IE. Pada metode CBA, kita akan menghitung nilai ROI (return of investment), nilai NPV, nilai payback period, dan nilai lainnya. Pada CBA ini pengukuran dilakukan secara kuantitatif pada nilai moneter/uang dari cost dan benefit sebuah investasi. 

IE merupakan perkembangan dari metode CBA ini. Mengapa ????? IE mengabungkan aspek finansial dan non finansial dalam perhitungan cost maupun benefit. Tepatnya pada perhitungan benefit (manfaat).  

Seperti yang kita ketahui bahwa benefit terdiri dari tiga jenis yaitu tangible benefit, quasi tangible benefit, dan intangible benefit. Berangkat dari konsep dasar benefit inilah sehingga IE berusaha menggabungkan antara pendekatan finansial dan non finansial yaitu ada benefit yang tidak bisa diterjemahkan secara langsung dalam bentuk moneter (nilai uang).  IE berusaha agar setiap benefit diperhitungkan karena walaupun tidak berdampak secara langsung dalam bentuk moneter tetapi quasi dan intangible benefit memberikan dampak positif bagi organisasi. 

Sehingga jika kita memperhatikan gambar framework IE di atas maka secara teknis formula menghitung IE adalah penjumlahan dari benefit yand diukur secara finansial dan non finansial. 

ASpek finansial dari pengukuran tangible benefit dapat menggunakan teknik dari CBA. Sedangkan pengukuran apda quasi tangible, maka perlu dilakukan konversi dari nilai manfaat ke dalam nilai moneter. Pada aspek non finansial yaitu melalui perhitungan intangible benefit. Penngukuran intangible benefit adalah  dengan melihatmanfaat dari domain bisnis maupun domain teknologi. Biasanya untuk mendapatkan nilai ini, dilakukan penyebaran kuisioner. 

Penasaran dengan IE...akan saya teruskan pada IE sesi kedua..

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x