Mohon tunggu...
Ridha Afzal
Ridha Afzal Mohon Tunggu... Nurse

#IndonesianCaretakingTraveler

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Solusi Unik Pemda Bali di Tengah Covid-19, Sepinya Klinik Wisata

30 Agustus 2020   18:41 Diperbarui: 30 Agustus 2020   18:30 66 17 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Solusi Unik Pemda Bali di Tengah Covid-19, Sepinya Klinik Wisata
Source: TripAdvisor.com

 Ke Bali pertama kali tahun 2014. Waktu itu masih berstatus sebagai mahasiswa. Dari Aceh ke Bali sebagai mahasiswa, merupakan kebanggaan tersendiri. Lebih-lebih utusan kampus. 

Boleh dibilang bangga, dipilih. Pasti kampus tidak asal pilih. Bersama dua orang lainnya, dari kampus yang berbeda, untuk kali pertama berkunjung ke Pulau Dewata, serasa mimpi.

Maklumlah, siapa yang tidak ingin tahu Bali sebagai sentra wisata nasional? Semua orang pasti ingin nengok dari dekat. Daya tariknya beda. Terutama turis asing.

Oleh sebab itu, tidak heran jika Pemerintah Daerah di Bali ingin memberikan layanan terbaik kepada pengunjungnya. Di antaranya adalah dengan menyediakan fasilitas layanan kesehatan, baik negeri maupun swasta.

Pandemi Covid-19

Turis domestic mencapai 9.7 juta orang pada tahun 2018. Per tahun biasanya mencapai 10 juta orang menurut data Badan Statistik Nasional. Sedangkan turis asing sampai bulan Desember 2019 lalu mencapai angka 6.3 juta orang. 

Jumlah obyek wisata, komersial dan non-komersial lebih dari 250. Tentu saja sangat menjanjikan, baik dari sisi ekonomi maupun social professional dari berbagai kalangan.
Jumlah pengunjung ini membutuhkan layanan kesehatan yang prima. Berharap dari rumah sakit (RS) saja, tidak cukup. 

Ada kasus-kasus ringan di mana para turis ini membutuhkan layanan cepat, namun tidak memerlukan campur tangan RS. Misalnya luka lecet, memar, luka bakar atau diare ringan. Oleh sebab itu, peran klinik swasta sangat penting.

Permasalahannya, sejak maraknya Covid-19 ini, merupakan ancaman 'serius' bagi industry bukan hanya pariwisata secara umum, namun juga industry kesehatan swasta, khususnya di Bali yang juga ikut merasakan dampak langsung terhadap income mereka.

Covid-19 ini menyebabkan merosotnya pemasukan pengelola wisata juga professional kesehatan yang bekerja di sana. Menurut I Ketut Sudirman, teman saya, seorang perawat yang semula kerja di Klinik Wisata Bali, kerja di klinik wisata di Bali, sangat menyenangkan.

Hanya saja sejak merebaknya Virus Corona ini, klinik wisata collapse dan karyawan yang bekerja di klinik wisata harus cari alternative. Mereka mencari jalan bagaimana mengatasinya tanpa harus ke luar dari provinsi Bali.

Membatasi Jumlah Pendatang dan Pusat Layanan Covid

Pemerintah Daerah Bali sebenarnya cukup sigap dalam mengantisipasi wabah Covid-19 ini, di antaranya, pertama, sangat ketat terhadap masuknya orang dari luar Bali. Screening terhadap setiap pendatang diberlakukan di setiap lokasi/pintu masuk, khususnya pelabuhan baik laut maupun udara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x