Mohon tunggu...
Ricky Hamanay
Ricky Hamanay Mohon Tunggu... Penulis - Yuditya Hamdani Hamanay

Penulis sains amatir

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mimpi Einstein

29 Agustus 2021   05:47 Diperbarui: 30 Agustus 2021   03:40 197 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Mimpi Einstein
source: newatlas.com

Semasa hidupnya, teori relativitas dan teori kuantum adalah dua bidang fisika dimana Einstein menghasilkan karya-karya terbesarnya dan paling abadi. Lewat teori relativitas khususnya Einstein mendefinisikan ulang konsep ruang-waktu relatif yang bergantung pada kerangka acuan untuk menggantikan ruang-waktu mutlak yang dikemukakan oleh Newton

Lewat relativitas khusus juga Einstein memperkenalkan entitas ruang-waktu sebagai satu kesatuan yang tidak terpisah. Sedangkan melalui relativitas umumnya Einstein seorang diri men-generalisasikan hukum gravitasi universal Newton. Einstein berhasil memberikan penjelasan yang paling baik mengenai fenomena gravitasi pada skala yang lebih luas. Konsep gravitasi sebagai gaya aksi pada jarak milik Newton direvisi oleh Einstein sebagai manifestasi dari kelengkungan ruang-waktu.

Selain berkecimpung dengan teori-teori yang mengatur alam semesta yang makroskopik, Einstein juga berjasa dalam meletakkan dasar teori kuantum yang mikroskopik. Lewat penjelasan teoritis yang kuat mengenai hasil eksperimen efek fotolistrik, Einstein memberikan bukti dukungan untuk memperkokoh konsep kuanta yang diusulkan Planck bahwa gelombang cahaya merupakan aliran partikel yang terkuantisasi dalam paket-paket energi. 

Pekerjaan Einstein ini dilanjutkan oleh de Broglie yang mendefinisikan partikel (elektron) dapat bertindak sebagai gelombang. Teori kuantum yang mengikuti aliran Einstein ini berujung pada penemuan mekanika kuantum gelombang Schrodinger. Aliran yang lain adalah aliran Bohr yang berujung pada penemuan mekanika kuantum matriks Heisenberg.

Selesai dengan teori relativitas umumnya yang dipublikasikan pada tahun 1916, Einstein bermimipi untuk merumuskan sebuah teori medan terpadu (grand unified theory). Ini adalah mimpi terbesar Einstein. Ia menghabiskan sisa waktu hidupnya untuk mewujudkannya, namun berakhir dengan sangat sedikit keberhasilan. Tanpa mengurangi rasa hormat atas pencapaian-pencapaiannya, mimpi teori medan terpadu Einstein tidak berhasil diwujudkannya hingga Einstein tutup usia.

Dalam impiannya merumuskan teori medan terpadu, Einstein berharap dapat menggabungkan dua gaya fundamental yang dikenal saat itu. Dua gaya fundamental tersebut adalah teori gravitasi Einstein sendiri yang diwakili oleh persamaan medan Einstein dalam teori relativitas umum, dan yang satunya lagi adalah teori elektromagnetisme Maxwell.

 Einstein ingin menyatukan kedua teori ini secara bersama-sama ke dalam satu kerangka fisik dan persamaan matematika yang tunggal. Teori yang menjadi impian terbesar Einstein ini lebih jauh jangkauannya jika dibandingkan dengan salah satu dari teori-teori individual yang pernah ia rumuskan.

Dalam ilmu fisika, penyatuan atau penggabungan dua atau lebih teori dalam satu kerangka fisik atau persamaan (rumus) tunggal memainkan peranan penting dalam sejarah perkembangan ilmu fisika itu sendiri. Banyak prestasi terbesar dalam ilmu fisika merupakan hasil dari penyatuan. Penyatuan dalam konteks ini, itu berarti menyatukan dua atau lebih gagasan atau teori fisika yang dianggap sama sekali berbeda dan untuk membuktikan bahwa aspek teori yang berbeda tersebut sebenarnya berasal dari fenomena mendasar yang sama.

Sebagai contoh, sebelum era Sir Isaac Newton, apa yang kita kenal sekarang sebagai gravitasi hanya dipandang sebagai kekuatan yang menarik benda-benda ke bawah menuju Bumi. Di sisi lain. Johannes Kepler menunjukkan bahwa planet bergerak mengelilingi Matahari mengikuti orbit berbentuk elips. Pada saat itu, tidak ada satupun yang tahu mengapa dan apa yang menyebabkan planet bergerak mengelilingi matahari mengikuti orbit tersebut. 

Misteri ini baru bisa dipecahkan setelah Newton datang dengan teori gravitasi universal-nya. Newton menggabungkan atau menyatukan kedua fenomena yang tampaknya sangat berbeda tadi dengan satu prinsip yang menyeluruh.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...
Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan