Rina Wijaya
Rina Wijaya Penulis prasasti online

Perangkai kata, kalimat, dan paragraf.

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

"E-Currency" sebagai Alat Bayar Digital

4 Desember 2017   07:10 Diperbarui: 5 Desember 2017   03:16 839 0 0

Dalam dunia yang serba digital, semua bisa dilakukan secara digital pula, tak terkecuali saat menyimpan uang. Istilah umumnya, uang digital biasa disebut e-currency atau mata uang elektronik. Nyatanya, e-currency tak cuma berfungsi sebagai penyimpanan uang digital.

Lebih dari itu, e-currency saat ini sudah bisa dimanfaatkan untuk membayar apapun secara digital. Perbedaan mencolok hanya pada bentuknya, jika uang berbentuk fisik, maka e-currency lebih kepada virtual. Karena sifatnya yang virtual, maka e-currency bisa berlaku secara universal.

Bersifat universal

Secara umum, mata uang yang dipakai berbentuk pecahan dollar. Karenanya, semua nilai tukar akan tetap sama dengan bentuk fisiknya. E-currency menawarkan beragam keuntungan, selain untuk transaksi apapun yang bersifat digital, metode penyimpanan uang pada e-currency hampir sama dengan bank.

Keberadaan e-currency bisa memudahkan semua transaksi online, hal ini dikarenakan e-currency bersifat universal. Membayar dengan e-currency dinilai lebih unggul karena pembeli tidak perlu melakukan antrean berjam-jam di bank yang membosankan.

Punya nilai tukar yang sama

Diantara keunggulan mutlak yang dimiliki oleh e-currency adalah nilai tukar yang sama dengan fisiknya. Keadaan seperti ini tentu menguntungkan pengguna yang akan melakukan transaksi, meskipun itu antar negara. Kesamaan nilai tukar membuat e-currency sudah selayaknya seperti dompet virtual.

E-currency dapat digunakan dan diisi sesuai kebutuhan. Umumnya, ada dua cara untuk mengisi e-currecy, yaitu mengisinya secara langsung atau menggunakan jasa. Hal ini sama sekali berbeda dengan BitCoin yang memiliki nilai tukar tersendiri yang dapat berubah-ubah setiap waktu layaknya saham.

Tidak berbentuk fisik

E-currency merupakan uang yang tidak berwujud, meskipun pada kenyataannya dapat diuangkan secara fisik. Keadaan seperti ini lebih disebabkan pada fungsi e-currency yang memang dikhususkan untuk pembayaran secara online atau digital. 

Inilah yang membuat e-currency dinilai lebih praktis daripada metode pembayaran lainnya. Layanan ini seperti halnya menabung uang dengan nilai tukar yang sama. Maka tidak heran jika e-currency sudah banyak digunakan untuk jual beli barang dan jasa secara online.

Alat transaksi paling aman

Sebagai alat pembayaran digital, e-currency menawarkan kemananan bertransaksi untuk penggunanya. Sudah banyak terjadi kasus salah kirim dengan pembayaran secara fisik, dan jika beruntung dalam beberapa hari uang bisa kembali. Tidak demikian dengan e-currency.

Kesalahan pengiriman bisa dibatalkan sesegera mungkin sehingga uang bisa langsung kembali. E-currency dapat digunakan untuk melakukan pembayaran apapun secara real time dan tidak dapat dipalsukan. Yang pasti, e-currency merupakan alat pembayaran yang sah dan berlaku secara universal.

Bisa digunakan transaksi online

Perkembangan dunia online memang tak bisa dihindari, dan e-currency bisa menjadi jembatan untuk melakukan semua transaksi yang berbasis online, apalagi jika diintegrasikan dengan software penjualan. Transaksi secara online memberi kemudahan bagi pembeli, tapi kadang masih terkendala dengan cara pembayaran yang manual.

E-currency sangat berperan dalam menghilangkan kendala ini. Hasilnya, transaksi secara digital bisa dibayar pula melalui cara digital. Saat ini sudah banyak layanan e-currency dengan keunggulannya masing-masing, namun dua yang terbesar yaitu Paypal dan Payoneer.