Mohon tunggu...
riap windhu
riap windhu Mohon Tunggu... Sales - Perempuan yang suka membaca dan menulis

Menulis untuk kebaikan

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Menunggu Lahirnya Film Kuliner Bertema Gado-gado, Pecel, dan Karedok

22 September 2018   23:59 Diperbarui: 23 September 2018   01:12 711
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Film bertema makanan khas Gado-Gado cukup menarik untuk diangkat ke layar lebar. Begitupun dengan makanan berbahan dasar sayuran dan saus kacang seperti pecel, karedok, lotek, dan ketoprak. (dok.windhu)

Sayuran-sayuran matang yang tersusun rapi di atas piring terlihat menarik dengan warna-warni yang ada. Ada sayuran hijau seperti kacang panjang yang dipotong kecil, ada hijau muda kubis, ada putih toge, ada warna oranye dari wortel, dan ada pipilan jagung berwarna kuning.

Di atasnya, terdapat toping saus bumbu kacang berwarna cokelat. Dilengkapi dengan sepotong telur, kerupuk atau emping bertambah enak. Bila perlu untuk mengenyangkan perut, bisa dimakan dengan sepiring nasi ataupun sepiring lontong yang sudah dipotong.

Bila diperhatikan warna-warni yang timbul dari kuliner khas Indonesia ini terlihat menarik. Sangat menggoda untuk segera disantap. Banyak orang yang suka dengan makanan sayur campur-campur ini. Gado-gado.

Nyaris di setiap pasar atau permukiman penduduk, pasti dengan mudah ditemui para pedagangnya. Mulai dari penjual abang-abang gerobak hingga ibu-bu yang menjualnya di depan rumah.

Mulai dari penjual gang sempit hingga rumah makan mewah atau hotel, Gado-Gado kerap muncul menjadi salah satu menu yang dihadirkan untuk menjadi pilihan orang-orang yang ingin bersantap. Soal harga, tentunya tergantung pada lokasi penjualan, kelengkapan sajian, dan keenakan rasa bumbu kacang.

Cerita di balik sebuah kuliner Gado-Gado bisa menjadi sangat menarik (dok.windhu)
Cerita di balik sebuah kuliner Gado-Gado bisa menjadi sangat menarik (dok.windhu)
Kuliner Gado-Gado cocok-cocok saja disantap kapanpun waktunya. Entah pagi, entah siang, maupun sore jelang malam jika suka pun bisa. Saus bumbu kacang yang diramu seorang penjualah yang menentukan disukai atau tidaknya rasa gado-gado yang dijual.

Anak-anak, orang dewasa, hingga orang tua nyaris jarang yang menolak untuk menyantap gado-gado. Kalau soal kadar pedas, biasanya disesuaikan dengan selera. Cukup ditandai dengan karet gelang satu atau karet gelang dua.

Saat  teringat film Tabula Rasa yang disebut sebagai film kuliner pertama di Indonesia,  pikiran langsung melayang ke Gado-Gado.Jika Tabula Rasa mengangkat makanan khas Minang dengan mengambil latar rumah makan minang, tidak ada salahnya jika kuliner Gado-Gado diangkat secara khusus.

Dalam Tabula Rasa, penonton bisa  menyaksikan cara membuat rendang dan gulai kepala ikan yang dibuat oleh si Emak dan para kokinya. Menontonnya  memang jadi ingin lari ke warung padang. Film kuliner Tabula Rasa berbalut kisah menarik perjuangan dan konflik yang harus dihadapi orang rantau dalam bertahan hidup.  

Berpetualang rasa film kuliner berbahandasar sayuran dan saus kacang cukup menarik untuk diangkat ke layar lebar. Contohnya gado-gado, karedok, lotek, pecekl, dan ketoprak.(dok.windhu)
Berpetualang rasa film kuliner berbahandasar sayuran dan saus kacang cukup menarik untuk diangkat ke layar lebar. Contohnya gado-gado, karedok, lotek, pecekl, dan ketoprak.(dok.windhu)
Namun  jika menyebut kuliner Gado-Gado, yang timbul pun bisa saja demikian. Banyak kisah yang bisa terungkap dari ragam sayuran yang terhidang di atas piring sebelum disajikan kepada pembeli.

Banyak yang bisa diungkap kenapa di berbagai daerah ada makanan yang satu ini? Apa bedanya yang di gang sempit dengan yang ada di rumah makan mewah. Mau Gado-gado sekelas Boplo ataupun yang ada di Gang Gloria.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun