Mohon tunggu...
Rahmat Hidayat
Rahmat Hidayat Mohon Tunggu... Pustakawan - Sedang belajar menulis dan membuat Konten yang Bermanfaat

Pustakawan

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Dua Ribu Rupiah yang Mengubah Keadaan

18 Juli 2022   11:51 Diperbarui: 18 Juli 2022   12:17 37 4 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber gambar: oriflameid.com

Halo readers. Kali ini saya ingin bercerita tentang pengalaman saya kemarin ketika pulang dari Bandung.

Jadi akhir pekan kemarin saya berkesempatan untuk liburan di Bandung. Singkat cerita, pulang dari Bandung saya mampir ke Purwakarta untuk mencicipi sate maranggi yang saya dengar rasanya sangat enak.

Selesai makan sate, saya melanjutkan perjalanan menuju Jakarta dan mampir ke rest area untuk buang air kecil.

Kamar kecil di rest area tersebut cukup besar, di dindingnya ada tulisan Rest Room Gratis. Dalam hati saya bergumam, " wah hebat nih sekarang toilet di rest area sudah gratis, biasanya kan bayar 2 ribu." 

Begitu masuk toilet, saya melihat ada seorang ibu yang sedang mengepel lantai. Tampak 10 bilik kamar kecil tertutup dan beberapa urinioir. Saya lalu bergegas menuju 3 kamar kecil yang pintunya terbuka.

Alangkah kagetnya saya saat melihat kondisi kamar kecil tersebut. Kondisinya sangat kotor dan (maaf) bahkan penuh dengan kotoran. Tidak cuma di 1 kamar kecil, namun di 3 kamar kecil yang terbuka yang saya lihat.

Akhirnya saya langsung bergegas untuk menggunakan urinoir saja, karena untungnya saya hanya perlu buang air kecil. Saya tidak terpikir untuk mengambil gambar kondisi kamar kecil tersebut karena shock dan hal tersebut pasti akan menjadi gambar yang mengganggu  jika diunggah.

Dalam hati saya berpikir bahwa kami kaum pria cukup beruntung karena ada urinoir untuk buang air kecil. Terbayang kalau kaum wanita jika kondisi kamar mandinya sejorok itu, mereka tidak ada opsi lain sebagai tempat untuk buang air kecil selain di kamar mandi. Atau mungkin lebih baik tidak jadi buang air dan memilih rest area yang lain.

Saya kemudian berpikir apakah ini semua karena toiletnya gratis? Apakah jika toiletnya berbayar 2 ribu rupiah kondisinya tidak akan seperti ini?

Jika memang demikian maka saya yakin semua orang lebih baik membayar 2 ribu rupiah namun bisa menggunakan toilet yang bersih dan terawat. Gak muluk sampai harus wangi, yang pasti kondisinya layak pakai dan tidak ada "barang bukti" tertinggal seperti kondisi yang saya lihat tadi. Bahkan 5 ribu rupiah pun saya yakin banyak orang yang siap untuk membayar asal toiletnya terjaga kebersihannya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan