Mohon tunggu...
Rezky Aksa Hasandy
Rezky Aksa Hasandy Mohon Tunggu... Mahasiswa - Ur Friendly Neighbor

Seorang Mahasiswa yang ingin menyelesaikan tugasnya :)

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

E-commerce di Masa Pandemi: Menguntungkan atau Merugikan?

29 Juni 2021   21:02 Diperbarui: 29 Juni 2021   21:13 156 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Di masa Pandemi sekarang, siapa sih yang tidak kenal dengan Situs Belanja Online atau biasa disebut dengan E-Commerce? E-Commerce adalah suatu istilah yang mungkin sudah sering kita dengar beberapa tahun ini. Lalu, apa sebenarnya E-Commerce itu? Apakah benar – benar mempermudah manusia milenial sekarang?

Dikutip dari Library Of University of  North Texas, E-Commerce adalah suatu transaksi yang dilakukan untuk membeli segala kebutuhan dengan menggunakan berbagai alat elektronik apapun, seperti HP, Komputer, Laptop, dan Internet.

Seiring dengan perkembangan zaman,  E-Commerce membuat suatu inovasi pembayaran untuk memudahkan penggunanya, yakni Cash On Delivery atau biasa kita kenal dengan COD. COD adalah metode pembayaran yang dilakukan secara langsung di tempat setelah pesanan dari kurir diterima oleh Pembeli. Dengan adanya layanan COD, seorang pengguna yang masih belum lancar menggunakan teknologi metode pembayaran online, bisa dengan mudah mendapatkan barang yang diinginkan dengan cukup membayar uang secara tunai saat barang diantar oleh kurir. Dengan kata lain, pembeli tidak diperbolehkan untuk membongkar paket sebelum membayar dengan uang tunai sesuai harga pembelian dan ongkos pengiriman barang tersebut kepada kurir. Itu merupakan keuntungan menggunakan COD.

Akhir – akhir ini, banyak kasus yang memperlihatkan pembeli yang memarahi bahkan sampai memaki – maki kurir yang mengantar paket. Contohnya seperti foto diatas tampak seorang ibu – ibu berpakaian serba kuning yang sedang memaki – maki si kurir. Berdasarkan info yang beredar, ibu – ibu tersebut memesan sebuah barang melalu fitur COD. 

Ibu – ibu tersebut pun membongkar paket tanpa membayar tunai terlebih dahulu.  Merasa telah ditipu oleh pihak penjual karena barang yang sampai tidak sesuai dengan barang yang dipesan, ia pun langsung memaki – maki kurir tersebut dengan kata "g*bl*k" berulang – ulang kali. 

Kurir tersebut pun berusaha untuk tetap tenang dan menjelaskan bahwa Ia hanya sebagai perantara untuk mengantarkan barang. Ia juga sudah berulang – ulang kali menjelaskan bahwa barang tidak boleh dibongkar sebelum dibayar dan jika ingin protes langsung menghubungi pihak penjual. Bukannya membayar, ibu - ibu tersebut malah mengemas barang yang dibongkarnya tersebut. Walaupun si kurir sudah berulang - ulang kali menjelaskan barang  yang sudah dibongkar sebelum dibayar tidak bisa dikembalikan, Ibu – Ibu tersebut tetap tidak terima dan tetap melontarkan makian kepada si kurir berulang – ulang kali. 

Disamping ibu tersebut, tampak seorang wanita yang menggunakan pakaian serba merah yang diduga sebagai anak ibu tersebut. Bukannya menjadi penengah, anak ibu tersebut malah mendukung si ibu dengan memarahi si kurir. Si kurir pun dengan bersabar tetap menjelaskan prosedur tetapi situasi tidak berubah sedikitpun. Lantas pada akhirnya, si ibu tidak membayar barang pesanan dan malah melempar barang yang dibongkarnya kepada kurir. Si kurir pun meninggalkan tempat tersebut dengan membawa barang itu.

Alhasil kejadian ini pun mengundang banyak tanggapan oleh netizen Indonesia. “aduh duh, masih ad aj kejadian kek gini. Udhlah hapus aja fitur COD, kasian sm kurirnya” ujar salah satu akun Twitter. Tidak sedikit juga netizen yang tidak rela jika fitur COD ini dihilangkan. “jgn smpe gegara ini fitur COD dihapus, jrak Indom*ret jauh woii” ujar salah satu akun Twitter.

Selang beberapa bulan, kejadian yang serupa terulang kembali tetapi dengan perlakuan yang berbeda. Tampak seorang suami istri memesan sebuah barang melalui E - Commerce dengan menggunakan fitur COD. Lagi - lagi seorang wanita yang mengenakan tanktop macan tutul bukannya membayar terlebih dahulu melainkan membongkar barang pesanan terlebih dahulu. Selang beberapa menit ia langsung mengembalikan barang tersebut dengan kasar dan tidak ingin membayar barang pesanan karena merasa ditipu. Seolah tak ingin berdebat dengan si kurir, ia mengambil gelas yang berisi air didekatnya dan menyiram air tersebut ke kurir.

Kejadian ini pun viral dan mengundang perhatian Netizen. "kelakuan sama motif tanktop gak jauh beda" ujar salah satu akun Twitter. "Asikkk, ditunggu klarifikasinya ya" ujar juga salah satu akun Twitter.

Memang benar dimasa pandemi ini, lebih baik kita tetap berdiam diri dirumah dan jangan terlalu sering keluar rumah. Dengan adanya E-Commerce ini, membuat orang – orang sangat terbantu. Apalagi dengan adanya fitur COD yang membuat orang lebih mudah lagi untuk melakukan pembayaran. Namun, baik tidaknya sesuatu kembali kepada diri kita masing – masing. Karena setiap apapun yang ada di dunia ini pasti memiliki dampak yang bermacam – macam. Jadi jadilah pengguna Sosial Media yang bijak dan patuh terhadap peraturan.  “Be Smart User and Be Smart Buyer”

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan