Mohon tunggu...
Reygi Prabowo
Reygi Prabowo Mohon Tunggu... Jurnalis - Professional Hobo and Nomad

Part time writer and full time thinker

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Mimpi Siang Bolong (?)

13 Desember 2020   14:46 Diperbarui: 13 Desember 2020   14:53 77 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

Selama hidup 27 tahun, baru di 3 tahun belakangan ini saya merasakan betapa tidak nyamannya menggunakan media sosial untuk menyatakan pendapat.

Banyak sekali kasus penangkapan dengan UU ITE. Para aktivis Sukoharjo yang ruang hidupnya dirusak, mahasiswa demo, JRX, dan masih banyak lainnya yang dijerat menggunakan pasal serba bisa itu.

Jika ingin menjabarkan semuanya, ponsel saya membutuhkan minimal 10 kali cas mungkin.

Padahal, UU ini tadinya dibuat untuk melindungi para konsumen dunia online dari penipuan yang saat itu sedang marak terjadi. Selain itu, juga untuk melindungi data-data pengguna di internet.

Saat era Uzumaki Naruto menjabat inilah, di 2016 UU ITE mengalami revisi sehingga sering dipakai sebagai alat untuk membungkam orang-orang krits.

Pasal 27 UU ITE ditambahkan dengan istilah "muatan penghinaan/pencemaran nama baik" yang saya sampai detik ini tidak tahu batasannya sampai mana.

Menurut data dari Southeast Asia Freedom of Speech Network (SAFEnet), 38 persen pelapor adalah pejabat, 29 persen pelapor awam, dan pengusaha 5 persen.

Sedangkan terlapor berasal dari warga awam, jurnalis, dosen/guru, budayawan, dan penulis.

Hal tersebut menjadi bukti bahwa UU ini laku keras dikalangan pejabat sekaligus menggambarkan bahwa para pejabat kita ini baperan parah.

Sebagai manusia yang hidup bersama, kita semua memang harus selalu berlaku baik dengan sesama, agar bisa hidup harmonis mengikuti norma.

Tapi, naif banget ga sih, dalam kehidupan kita tidak pernah menghina orang lain? dan jika setiap penghinaan disebut pencemaran nama baik, masa jika ngomong "ah bego lu" nama orang bisa tercemar?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan