Mohon tunggu...
Retno AyuMufarida
Retno AyuMufarida Mohon Tunggu... Mahasiswa - I'm from Sidoarjo

Mahasiswa semester 7 yang tidak bisa diam saja

Selanjutnya

Tutup

Film

Resensi Film "Joker": Smile Even When It Hurts"

28 Oktober 2021   01:42 Diperbarui: 28 Oktober 2021   01:48 264 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Film. Sumber ilustrasi: PEXELS/Martin Lopez

Joker adalah sebuah film yang mengangkat seorang karakter dari komik, film yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix ini amatlah gelap. Awalnya pembuatan Joker ini sempat mendapat pertentangan karena bernuansa suram. Rasa pilu, tragis dan kegilaan rasanya melekat pada seluruh bagian dari film Joker. Film garapan dari sutradara Todd Phillips ini telah dinanti nanti oleh para penikmat film. Dengan anggaran produksi senilai 70 juta dollar AS, film Joker meraih box office hingga 1.07 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16,5 triliun.

Film Joker ini banyak menayangkan adegan kekerasan yang tentunya bisa mempengaruhi mental dari para penontonnya. Film yang diperankan oleh Joaquin Phoenix ini mendapatkan rating 17+, tentu saja jika film ini tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak dibawah umur anjuran. 

Joker yang berlatar belakang di kota Gotham ini bermula dari seorang  bernama Arthur Fleck yang menjalani kehidupan sehari-harinya dengan bekerja sebagai seorang badut. Menjadi seorang badut ia kerap kali dilecehkan oleh orang-orang sekitarnya karena menganggap Arthur adalah orang yang miskin. Arthur tidak mempunyai sosok ayah disisinya, satu-satunya kerabat yang ia miliki adalah ibunya yang rapuh, Penny Fleck yang diperankan oleh Frances Conroy.

Selain kesibukannya bekerja sebagai badut, ketika sesampainya di rumah ia merawat dan menghibur ibunya yang sedang sakit keras. Namun, ibunya tersebut lebih tertarik dan perhatian  kepada surat-surat yang ia kirimkan kepada calon Walikota Gotham yang tak kunjung mendapatkan balasan. 

Arthur mengidap penyakit mental Pseudobulbar Affect yang menyebabkan bisa tertawa terbahak-bahak tanpa henti walau tanpa sebab, bahkan ketika berada dalam situasi yang tidak lucu. Dengan kata lain, suasana hati si penderita bisa bertolak belakang dengan ekspresi yang ia tampilkan. Arthur akan mendadak tertawa, semisal saat ia mendapat penolakan dari orang, yang membuat orang semakin menganggap dirinya aneh.

Berada dalam era di tahun 1981, Joker menceritakan awal mula kekacauan yang terjadi di kota Gotham. Rusuhnya kota Gotham yang sering kita jumpai mulai dari orang jahat berkeliaran, perbedaan antara si kaya dan si miskin, dan kekecewaan terhadap kinerja pemerintah. 

Dan Arthur Fleck adalah salah satu orang yang gagal bereaksi terhadap permasalahan itu. Nahasnya, ia harus menghadapi semuanya seorang diri. Segala permasalahan yang malang dan mengenaskan itu dialami oleh Arthur yang sebenarnya juga tumbuh denga trauma dari masa kecil yang membekas dalam kejiwaannya.

Pada saat Arthur mengunjungi psikiaternya ia diminta psikiaternya untuk menunjukan buku hariannya. Makna dari buku tersebut menggambarkan kesehariannya dan buku tersebut dijadikan sebagai buku leluconnya. Dan pada buku tersebut ia menuliskan "Kuharap kematianku menghasilkan lebih banyak uang daripada hidupku".

Arthur sudah menggunakan tujuh jenis obat yang berbeda namun ia ingin menambahkan dosis di obatnya. Arthur diberi panggilan "Happy" oleh ibunya namun panggilan itu rasanya berbalik dengan faktanya bahwa ia tidak Bahagia sekalipun.

Ada suatu momen ketika Arthur pulang ke rumah setelah ia dipecat dari pekerjaannya di perusahaan penyedia jasa badut. Di kereta api, Arthur yang masih mengenakan dandanan badutnya sedang berada di gerbong yang sama dengan tiga lelaki necis yang sedang menggoda seorang wanita. 

Wanita itu memandang Arthur seolah membutuhkan pertolongannya, pada saat itu penyakit Arthur kambuh dan ia mulai tertawa tanpa henti. Wanita itu pergi ketika perhatian ketiga lelaki itu teralihkan oleh tawa Arthur dan mereka mulai memukulinya. Namun naasnya, Arthur spontahn mengeluarkan pistol dan menembaki ketiganya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan