Mohon tunggu...
Rendi Ariyanto Sinanto
Rendi Ariyanto Sinanto Mohon Tunggu... Nursing_Public Health_From Fakfak West Papua

Bachelor of Nursing, sedang belajar di Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pentingnya Pendidikan dan Orientasi Seks pada Remaja di Tengah Kemajuan Teknologi dan Perubahan Sosial

1 November 2019   10:31 Diperbarui: 1 November 2019   13:49 144 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pentingnya Pendidikan dan Orientasi Seks pada Remaja di Tengah Kemajuan Teknologi dan Perubahan Sosial
Remaja (Sumber Gambar : Popmama.com)

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi sekarang ini, sangat mendukung dalam kehidupan manusia di Indonesia bahkan dunia, penemuan yang berkembang setiap waktu, serta para peneliti yang terus berusaha dalam penelitiannya demi kemajuan dan kemudahan dalam kehidupan. Ilmu kedokteran dalam hal ini khususnya ilmu kesehatan pun begitu cepat berkembang mulai dari peralatan ataupun teori.

Terkait pengetahuan ilmu kesehatan, dalam hal ini kesehatan reproduksi bukan saja penting dimiliki oleh paramedis, tetapi sangat penting pula dimiliki khususnya para orang tua dan remaja yang mana penting untuk mengarahkan serta memberikan pengetahuan yang benar tentang orientasi seksual kepada remaja.

Di tengah kemajuan teknologi dan perubahan sosial, pola pendidikan orang tua kepada remaja terkait kesehatan reproduksi dirasa masih kurang optimal, informasi tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas masih tabu untuk dibicarakan. Akibatnya, remaja justru mendapat informasi yang salah dan menjerumuskan mereka dikemudian hari.

Saat ini, pergaulan bebas yang mengarah pada perilaku seksual pra nikah seperti berkencan, berpegangan tangan, mencium pipi, berpelukan, mencium bibir, memegang alat vital, dan melakukan senggama sudah menjadi sesuatu yang biasa dalam kehidupan remaja.

Umumnya pada masa remaja merupakan masa dimana selalu ingin mencoba-coba termasuk dalam hal seksualitas, khususnya remaja awal yang merupakan tahap awal atau permulaan pematangan fisik disertai pemikiran yang masil labil, serta kematangan emosional yang belum maksimal.

Masa remaja merupakan masa fungsi organ reproduksi dan sistem hormonal mulai bekerja secara alamiah, remaja menjadi sangat ingin tau tentang seks, apabila mereka mendapatkan informasi yang salah maka akan menjerumuskan mereka ke hal-hal yang tidak baik. Tidak dipungkiri  pada masa remaja  sudah terjadi yang namanya rasa saling tertarik antara lawan jenis, maupun sesama jenis.

Menurut Irianto Koes (2015), perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis. Bentuk-bentuk tingkah laku ini dapat beraneka ragam mulai dari perasaan tertarik hingga tingkah laku berkencan, bercumbu dan senggama.

Beberapa hal bisa menjadi faktor remaja melakukan hubungan seksual diluar nikah. Kurangnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi bisa menjadi salah satunya. Pengetahuan yang rendah disertai dengan kuatnya pengaruh teman sebaya pada usia remaja untuk mempunyai sikap dan perilaku seksual yang tidak sehat.

Menurut Irianto Koes (2015) terkait pengetahuan tentang orientasi seksual, pengetahuan remaja tentang akil balig saja masih terbatas, mereka umumnya hanya tau akil balig itu ditandai dengan perubahan bentuk tubuh.

Remaja bukan tidak ingin memahami persoalan kesehatan reproduksi dan seksualitas, namun ketika remaja bertanya kepada orang tua atau guru, remaja justru dituduh telah melakukan hal-hal yang ingin diketahui.

Banyak pula orang dewasa yang langsung mengelak dengan alasan bahwa tidak ada gunanya remaja tahu hal itu, akibatnya remaja bertanya kepada kawan, padahal mereka umumnya mengalami hal yang sama. Akibatnya, remaja justru mendapat informasi yang salah, "orang dewasa harus memahami kebutuhan remaja, bukan memaksakan pandangannya pada remaja".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN