Mohon tunggu...
Renata Ajeng
Renata Ajeng Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPNVJ

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Sulitnya Public Speaking

23 November 2020   00:22 Diperbarui: 23 November 2020   00:57 12 1 0 Mohon Tunggu...

Berbicara di depan umum atau public speaking menurut sebagian orang merupakan hal yang menakutkan. Perasaan nervous, takut salah, lupa materi akan menghantui seseorang yang akan melakukan public speaking begitu pula yang dirasakan oleh Renata. Perasaan campur aduk akan menghantui ketika melihat audience yang begitu banyak. Kelemahan itulah yang membuatnya mengikuti kelas public speaking di daerah Sarinah Thamrin. Ketika memasuki kelas tak ia sangka bahwa dirinya yang termuda namun, itu membuktikan bahwa public speaking memanglah sulit dan mengikuti kelas ini tidak memandang umur.

Menjadi yang termuda di kelas cukup membuatnya kaget sebab, isi kelas tersebut memiliki profesi yang bermacam-macam yaitu: ibu rumah tangga, head of marketing, dokter, dan mahasiswa yang baru saja lulus. Kak Untung sebagai pengajar di kelas tersebut mengatakan "public speaking itu emang susah dan gak mudah kita butuh banyak jam terbang untuk bisa lancar berbicara di depan umum bahkan saya aja masih suka nervous kok kalo jadi pembicara di kampus-kampus." sambil tersenyum kearah para murid.

Suasana kelas di awal cukup menegangkan namun, Renata dapat beradaptasi dengan beberapa murid lain walaupun perbedaan umurnya sangat jauh. Walaupun saling memiliki perbedaan background ternyata semuanya ramah-ramah bahkan ada salah satu murid yang mengajaknya berkenalan namanya Lidya "Renata kamu kuliah dimana?" tanya Lidya "UPN Jakarta mba hehe" jawab Renata. Sejujurnya ia bingung harus menngunakan panggilan kak atau mba karena perbedaan umur yang cukup jauh namun, akhirnya ia menggunakan mba.

Perkenalan pun akhirnya terputus dikarenakan Kak Untung memberikan intruksi agar para murid mempresentasikan barang yang ia beri apapun itu. Satu persatu pun maju dan ini menegangkan untuk Renata "aduh dapet barang apaan ya" dalam hati lalu sepertinya Tuhan menjawab pertanyaannya karena Kak Untung memberikan penghapus papan tulis. Setelah semua maju, Kak Untung berkata "kita bisa liat yaa melakukan public speaking tanpa mempelajarinya terlebih dahulu pasti bakal kacau soalnya kita gapede sama materi kita" sambil tersenyum di hadapan para murid setelah itu ia melanjutkan "nah makanya supaya kita pede tuh perlu banget pelajarin materi yang mau kita bawain jangan kalian mau presentasi tapi baru baca pas lagi presentasi" semua pun tertawa.

Apa yang dibicarakan Kak Untung membuat Renata tersadar bahwa memang banyak mahasiswa termasuk dirinya yang tidak mempelajari materi yang akan ia presentasikan atau malah baru dibaca ketika presentasi di depan kelas sebenarnya itulah yang membuat hilangnya rasa percaya diri akan materi yang disampaikan. Salah satu murid ada yang bertanya "Mas Untung tapi kenapa ya saya suka belibet kalo lagi bicara di depan umum terus mules-mules mas" dijawablah pertanyaan tersebut "Ada yang namanya senam lidah, itu bisa dipraktekin setiap pagi ya terus coba deh atur nafas kamu" kata Kak Untung.

Dari kelas public speaking ini tentunya menambah pengetahuan baru bagi Renata terlebih lagi banyak tips-tips yang diberikan oleh Kak Untung ketika akan melakukan public speaking. Kak Untung juga mengatakan untuk berani berbicara, jangan malu dan banyak berlatih "kalau mereka bisa kenapa kita enggak?" tutur Kak Untung.

Tidak dapat dipungkiri berbicara di depan banyak khalayak memang sulit maka dari itu, perlu untuk sering berlatih dan mau mencoba.

Oleh:

Renata Ajeng Cahaya 1810411269

VIDEO PILIHAN