Mohon tunggu...
Rd.
Rd. Mohon Tunggu... Lainnya - .

tentang buku, sepeda, debian, motor tua, musik, makanan, bubin LantanG dan bang Rhoma

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Berburu Label Kuning di Minimarket

29 November 2022   16:07 Diperbarui: 29 November 2022   16:08 81
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Salah satu destinasi dekat rumah yang nyaris tiap hari saya sambangi adalah minimarket, apalagi jaraknya cukup dekat dari rumah jadi bisa dihampiri cukup pakai sepeda, biasanya pakai sepeda merah yang ada keranjangnya tentu saja.

Ada dua minimarket yang bergantian saya datangi, indomini di sebelah selatan dekat pertigaan dan alpamini di utara yang juga anehnya posisinya dekat dengan pertigaan.  Dua-duanya punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, indomini relatif lebih dekat cuma sekitar dua ratus meter, tapi di dalamnya sinyal susah, hingga terkadang memperlambat transaksi saat pakai kartu.

Alpamini jaraknya relatif lebih jauh, sekitar 500 meter akan tetapi petugasnya ramah-ramah dan cuma di situ yang menyediakan permen jahe favorit saya.

Tapi ada persamaan saat saya ke minimarket yang manapun, kebetulan mereka juga punya ciri khas yang sama, entah janjian atau tidak saya kurang paham.  Mereka secara berkala suka memasang label berwarna kuning pada item-item tertentu.  Itu artinya ada diskon alias rabat!

Ajaibnya saya selalu saja tergoda dengan label kuning tersebut, akibatnya rencana awal pun berantakan.  Seperti beberapa hari saat berniat membeli sabun mandi, eh malah label kuning bertebaran di area sabun cuci dan pewangi pakaian.  Jadi saja keranjang sepeda jadi penuh dengan bermacam jenis sabun.

Itu belum lagi ditambah godaan di kasir terkait dengan tebus murah dan bundling barang tertentu.  Untunglah saya selalu terhibur dengan gimmick si kuning itu.  Rasanya hiburan tersendiri bisa membeli barang lebih murah dari hari biasanya.

Kalau barang yang dikehendaki tak ada label kuningnya sih ya tak maengapa, tapi biasanya nanti fokus teralihkan ke bermacam keripik yang seakan-akan menantang untuk dikremus sambil nonton di rumah.  Duh, bisa-bisanya ya taktik dagang mereka sehingga selalu berhasil membuat saya tergoda.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun