Mohon tunggu...
Rd.
Rd. Mohon Tunggu... Lainnya - .

tentang buku, sepeda, debian, motor tua, musik, makanan, bubin LantanG dan bang Rhoma

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Tentang Skripsi, Ujian, Pembimbing dan Penguji

25 November 2022   05:00 Diperbarui: 25 November 2022   05:06 158
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
foto dari suara.com

Beberapa hari yang lalu, seorang kawan mengirimkan judul proposal skripsi mahasiswa bimbingannya pada saya, tentang kearifan lokal masyarakat setempat dalam mengelola hutan, kebetulan lokasinya ada di kecamatan tempat saya bekerja.

Saya pun iseng menawarkan, apa perlu saya nanti yang jadi pengujinya saat ujian.  Kawan saya malah menyanggah dan bilang bahwa kashian nanti kalau mahasiswanya diuji oleh seorang doktor.

Logika yang membingungkan, seakan-akan penguji itu adalah monster yang menakutkan, yang bisa menyeret mahasiswa ke lembah kematian.  

Sebenarnya jika ujian itu adalah untuk memverifikasi hasil pelajaran yang didapatkan selama kuliah, begitu pula saat ujian skripsi, ujian yang dilakukan sejatinya untuk verifikasi dan evaluasi hasil penelitian yang telah dilakukan, bukan untuk adu argumen antara penguji dan peneliti yang sifatnya menjatuhkan.

Soalnya pernah kejadian saat ujian skripsi, di antara empat penguji, justru dosen pembimbingnya sendiri yang memberikan nilai rendah di bawah standar, artinya tidak meluluskan ujiannya.  Lalu fungsi dosen itu selama membimbing itu apa? Bukankah mahasiswa bimbingannya sebenarnya adalah pengejawantahan dirinya sendiri, harusnya justru dia bela habis-habisan saat sidang.

DIbimbing dan diuji oleh orang yang pengalamannya lebih banyak dan lebih bagus, harusnya bisa memberikan masukan agar hasil penelitian menjadi lebih baik, memberikan hasil penelitian yang lebih terarah sesuai kerangka pikir yang telah disusun dan tak lepas dari rumusan masalah yang telah direncanakan.

Nah, terkecuali ada mahasiswa keukeuh dengan argumennya, tapi tak bisa memperlihatkan data-data yang valid untuk memperkuat argumennya, itu baru aneh.  Penelitian yang sudah dibuat dan memenuhi kriteria good data, good methods,good analysis tentunya sudah mempunyai alur yang bagus.  Jika mempertahankan argumen tanpa dasar yang jelas dan tidak mau menerima masukan dai pembimbing dan penguji, itu namanya congkak juga.

Namanya penelitian, tak ada yang sempurna, yang ada itu penelitian yang selesai pada waktunya, karena selalu ada batasan-batasan yang disampaikan di bab pendahuluan, kalau tidak begitu pasti akan melebar kemana-mana.

Jadi begitulah, mahasiswa yang sedang dalam proses skripsi tak perlu gentar jika mendapatkan dosen pembimbing dan penguji yang keilmuannya sudah bagus dan teruji, itu artinya malah beruntung bisa mendapatkan masukan yang baik, yang harus dilakukan hanyalah mempersiapkan hasil penelitian sebaik mungkin agar proses ujian bisa berlangsung dengan lancar.

Sesederhana itu sebenarnya.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun