Mohon tunggu...
RAUF NURYAMA
RAUF NURYAMA Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pemerhati Masalah Media, Sosial, Ekonomi dan Politik.

Sekjen Forum UMKM Digital Kreatif Indonesia (FUDIKI); Volunteer Kampung UKM Digital Indonesia; Redaktur : tinewss.com

Selanjutnya

Tutup

Tekno

Selamat Datang era baru, Kampung UKM Digital. Pasar Batik TRUSMI

8 Juli 2015   01:13 Diperbarui: 8 Juli 2015   01:13 606 2 1 Mohon Tunggu...

Jika tidak aral dan halangan, Insya Allah, Tanggal 9 Juli 2015 akan di Launching Kampung UKM Digital Pasar Batik TRUSMI. Batik TRUSMI Cirebon, adalah Batik warisan Budaya, dengan motif Mega Mendung, menjadi Ikon Batik Cirebon. Kampung UKM Digital ini adalah bagian dari Proyek PT Telkom Indonesia, yang untuk waktu awal ini akan membangun 60 Kampung Digital di Seluruh Indonesia. Kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota, Akademisi, dan tentunya dengan Asosiasi yang mewadahi UKM itu sendiri.

Ide ini, tentunya disambut hangat baik oleh Pemerintah, maupun anggota asosiasi Pengrajin Batik TRUSMI. Adalah Rukadi misalnya, beliau adalah Ketua Asosiasi Pengrajin Batik Trusmi, sangat berterima kasih atas Perhatian dan kerjasama Telkom ini. Menurut Rukadi, Selama ini Pengrajin Batik selalu menjual hasil pekerjaanya ke Pengusaha-pengusaha. Namun, dalam perjalannya, dengan semakin gencarnya Batik Trusmi, tidak berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan Pengrajin itu sendiri.

Pengrajin batik, adalah tetap pengrajin Batik. Adalah hal yang mustahil untuk bisa Kaya. Karena penghasilannya memang tidak pernah beranjak membaik. Atas ide dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten dan Propinsi Jawa Barat, kemudian berhasil membangun Pasar. Pasar yang dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon ini, diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad heryawan bulan April Tahun ini. Di pasar ini, Pengrajin mendapatkan jatah Kios untuk berjualan Batik. Menjual Batik hasil pengrajin, langsung. Sehingga Pengrajin diharapkan mendapatkan margin yang lebih besar, dan diharapkan bisa semakin baik dengan Omzet penjualannya yang demikian luas.

 

Berbeda dengan Pengusaha, tentunya. Pengrajin, tetap pengrajin. Jiwa Wirausahanya belum juga muncul. Sehingga Omzet dan perbaikan kehidupannya pun, belum juga menunjukan perbaikan signifikan. Pemasaran yang dilakukan, promosi dan lain sebagainya, belum maksimal.

Bak gayung bersambut, Kehadiran PT Telkom Indonesia untuk membantu dan mengambil peran dalam Pembangunan Nasional dengan pemberdayaan para pengrajin melalui konsep Kampung UKM Digital, adalah sebagai terobosan dari praktek penjualan yang selama ini terjadi.

 

PT Telkom, menawarkan pembangunan Toko Digital untuk semua tenant yang ada. Di Pasar batik Trusmi, saat ini sudah ada 152 Kios. Berarti nanti akan ada 152 Toko Digital. Para Pengrajin, harus mau belajar Internet. belajar bagaimana menggunakan ICT untuk menjawab tantangan jaman. Telkom juga menyediakan Broadband Learning Centre di Lokasi Pasar yang dilengkapi dengan @WIFI ID dan jaringan akses Internet Cepat Indihome Fiber. Melalui jaringan ini, pun Pemilik Kios berhak untuk mendapatkan 1 nomor telp Gratis Abodemen dan mendapatkan hal Gratis berbicara sampai 1000 menit per bulan, serta bisa nonton TV Kabel dengan Jumlah Chanel yang banyak.

Tidak hanya sampai di situ, Telkom juga memberikan Sumbangan Perangkat Komputer untuk pelatihan di tambah lagi dengan Instruktur yang sengaja ditunjuk dalam bimbingan kepada pengrajin untuk belajar melek ICT.

Bukan hanya toko online, Telkom pun memberikan dukungan untuk melakukan administrasi dan pencatatan pembukuan secara On line. Dengan Konsep Cloud Computing, Telkom memperkenalkan Aplikasi Online Bostoko. Dengan Aplikasi Online ini, pemilik usaha bisa memantau perjalanan usahanya cukup dengan menggunakan akses Internet dari mana saja. sederhananya, cukup dengan handphone atau gadget, bisnis bisa dikelola dari mana saja. Sebagaimana Misinya telkom "The World in Your Hand". Dunia dalam genggaman Anda.

Bahkan, jika merujuk kepada rencana Direksi Telkom, konsep Kampung Digital pun akan diberikan Bantuan permodalan bagi mereka yang menurut standar Telkom memenuhi persyaratan. Bantuan Permodalan ini bisa berkisar mulai Rp 10 juta hingga Rp 100 Juta Rupiah. Tentunya, dengan bunga yang relatif rendah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN