Harun Alrasyid
Harun Alrasyid Bermimpi

Apa saja saya tulis, asalkan bisa di tulis. Musik Klasik kesukaanku, bermimpi dan mendaki adalah jiwaku, buku adalah kekasihku, dan membaca buku adalah kewajibanku. Tidak suka memilih dan memilah teman.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Permasalahan Mahasiswa Hari Ini, Sulitnya Mencari Teman Membaca dan Diskusi

5 Desember 2018   16:18 Diperbarui: 6 Desember 2018   16:16 984 4 2
Permasalahan Mahasiswa Hari Ini, Sulitnya Mencari Teman Membaca dan Diskusi
ilustrasi: Thinkstock Photo

Sebagai insan pelajar, sudah menjadi kewajiban bagi siapa saja untuk menambah wawasan dan pemahaman dalam segala jenis ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang didapat merupakan sebuah gagasan yang memiliki fungsi sebagai khazanah pengetahuan untuk diimplementasikan pada masyarakat sekitar. 

Selain itu dapat berfungsi sebagai dialektik pada forum-forum yang bernuansa akademik, seperti sekolah, seminar, karya ilmiah, maupun universitas. Sebagaimana yang kita ketahui, universitas merupakan sebuah lembaga yang memproduksi ilmu pengetahuan dan akademisi secara terstruktur dan memiliki metode penerapan yang berbeda-beda. 

Kaum akademisi memiliki peranan sebagai aktor yang mampu memahami seluk-beluk ilmu pengetahuan dan mengaplikasikannya, serta sebagai aktor pembaharu ilmu pengetahuan tersebut.  

Di sisi lain, sistem perkuliahan menuntut seseorang untuk mencari pengetahuan lainnya  diluar perkuliahan. Artinya  seseorang dituntut untuk mencari ilmu diluar bangku kuliah yang hanya memberikan 25-30% produksi pemahaman, 70% ditemukan melalui, membaca, diskusi, organisasi, dan lain-lain.

Dewasa ini, dinamisasi zaman melahirkan banyak cobaan bagi kaum akademisi, terkhusus pada mahasiswa. Prosesi siklus pengetahuan seakan menjadi terhambat karena beberapa alasan, diantaranya teknologi, lingkungan, teman sepergaulan, dan lain-lain. 

Hambatan-hambatan tersebut melahirkan habit yang berpotensi menurunkan tingkat produksi ilmu pengetahuan itu sendiri. Alhasil adalah banyaknya generasi penerus bangsa yang akan terjebak pada tingginya tingkat konsumerisme dari pada produktivisme.

Mahasiswa merupakan agen of change yang dituntut untuk memberikan perubahan pada lingkungan sekitar berdasarkan khazanah ilmu pengetahuannya. Perubahan tersebut datang dari habit seperti, memulai membaca dan diskusi untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Sebagaimana pemaparan sebelumnya, cobaan  dewasa ini menjadikan mahasiswa hidup dalam individualisme dan habit yang justru bernilai negatif. 

sumber: softilmu.com
sumber: softilmu.com
Mencari teman diskusi sesama mahasiswa tidak lagi semudah menghirup dan menghembuskan udara dari hidung. Lebih parahnya, menemukan teman diskusi sesama mahasiswa ibarat mencari jarum pada tumpukan kerikil. Artinya bahwa hobi untuk membaca dan berdiskusi terlihat kolot dan jadul bagi mahasiswa zaman sekarang yang terjebak dalam buaian zaman. 

Banyak istilah yang kita temui seperti ungkapan : "diskusi bisa kita tanya lewat google saja". Padahal, mahasiswa adalah pembaharu, pemikir, ilmuwan, filsuf, ulama, yang memberikan sebuah gagasan dan mampu mempertanggungjawabkannya, bukan hanya sebatas copy-paste yang tidak memiliki sumber yang jelas.  

Dalam beberapa kasus di kelas perkuliahan, mahasiswa lebih banyak mengonsumsi tulisan tidak langsung dari pengarang atau penggagas teori itu sendiri, malah lebih mencari pada sumber-sumber yang tidak mampu mempertanggungjawabkan hasil tulisan tersebut.

Mahasiswa bukanlah tipikal seorang yang menerima begitu saja, perlu adanya penelaah kritik yang transformatif. Pemikiran yang kritik dan transformatif didapatkan dari buku dan diskusi. Habit yang membawa kita pada kelalaian pengetahuan merupakan sebuah kesia-sian yang mampu menuntun kita pada jalan kesesatan berfikir. 

Oleh sebab itu, menghidupkan kembali jiwa membaca dan diskusi merupakan jalan satu-satunya bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan dan ruang ilmu pengetahuan. Selain itu, menuliskan hasil gagasan yang telah kita dapatkan dengan sumber yang jelas dan mampu mempertanggungjawabkannya merupakan salah satu langkah untuk positif. 

Oleh karenanya, marilah sama-sama kita sebagai mahasiswa menanamkan hobi dan habit membaca buku dan berdiskusi demi membangun bangsa yang ideal kedepannya, bangsa yang mampu memproduksi segala sesuatunya, bukan bangsa yang hanya mengonsumsi apa saja. Masa depan negara kita ada pada tangan kita.

Malang, 5/12/2018
Rasyid Musdin