Rara Muhammad
Rara Muhammad Mahasiswi

Galau lewat kata Galau jadi karya

Selanjutnya

Tutup

Hijau Pilihan

Ubah Sampah Jadi Kompos, Inovasi Paling "Doable" dari PUPR

5 Desember 2017   23:06 Diperbarui: 6 Desember 2017   00:24 2203 0 1
Ubah Sampah Jadi Kompos, Inovasi Paling "Doable" dari PUPR
harbakpu (Dok. Pri)

Mengambil lokasi di Car Free DayDago depan Eduplex tanggal 19 November 2017, BALITBANG PUPR (Balai Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat)  mensosialisasikan produk-produk yang telah dikembangkan kepada masyarakat.

Beragam kegiatan dalam rangka Hari Bakti PU ke 72 berlangsung meriah dan mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Acara di mulai dengan jalan sehat, senam Zumba, games, penampilan band, dan bincang ringan dengan masyarakat seputar inovasi-inovasi balitbangpupr yang berkaitan dengan lingkungan.

Mengusung tema "Ciptakan Lingkungan Sehat Dengan Inovasi BALITBANG," ada sekitar tujuh inovasi dari BALITBANG yang diperkenalkan pada masyarakat. Ketujuh inovasi tersebut dipilih sesuai kemudahan pembuatannya dan kegunaanya dalam mengatasi masalah lingkungan seperti limbah plastik, limbah air, sampah rumah tangga, dan bencana banjir.

img-20171119-070819-5a26c3e4c2751d0afa0204b2.jpg
img-20171119-070819-5a26c3e4c2751d0afa0204b2.jpg
Pengenalan dilakukan dalam bentuk poster yang dipasang disekitaran area halaman Eduplex dan juga menghadirkan para ahli yang juga pegawai di BALITBANG saat bincang ringan berlangsung. Ke tujuh inovasi tersebut diantaranya adalah :

  1. ABSAH (Bangunan Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan)

ABSAH adalah bangunan yang penampung air hujan yang airnya bisa digunakan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga. Berbeda dengan PAH (Penampungan Air Hujan) yang hanya menampung saja, ABSAH mengadaptasi sistem penyaringan seperti di tanah dengan menggunakan beragam jenis pasir, kerikil, batu gamping, batu merah, dan batok arang sehingga air hujan aman untuk di konsumsi masyarakat.

  1. ABDULAH (Akuifer Buatan Daur Ulang Air Hujan)

ABDULAH merupakan teknologi sederhana yang dibangun seperti ABSAH yang meniru sistem penyerapan air di tanah untuk pemanfaatan air hujan yang bisa digunakan untuk berwudhu dan penggunaanya bisa dipakai secara berulang-ulang. Sesuai dengan penggunaanya untuk air wudhu, pembangunan ABDULAH dikhususkan di masjid, mushola, atau langgar.

Baik ABDULAH dan ABSAH adalah hasil penelitian dari PUSAIR (Pusat penelitian dan pengembangan Sumber Daya Air) yang keduanya berfungsi untuk meminimalisir bencana banjir dengan menyerap air hujan dan memanfaatkannya kembali untuk kebutuhan masyarakat.

  1. Ecotech Garden

Ecotech Garden ialah inovasi yang memanfaatkan tanaman hias untuk mengolah limbah air rumah tangga. Pengolahannya melalui akar-akar tanaman hias semacam sistem penyaringan yang setidaknya bisa membuat air limbah tidak terlalu kotor dan berbau ketika dibuang ke selokan.

Selain itu ada unsur keindahan dengan pemanfaatan tanaman hias. Tanaman yang bisa digunakan diantaranya tumbuhan Cana Air, Pisang Brazil, Melati Air dan beragam tanaman air lainnya.

 

ecotech-garden-5a26c20845480270844bd0f2.jpeg
ecotech-garden-5a26c20845480270844bd0f2.jpeg

  1. RISHA (Rumah Sehat Bisa Dibangun Dalam 1 Hari)

Sudah banyak dibangun di daerah Aceh, RISHA merupakan rumah yang bisa dibongkar pasang dan tahan gempa. Selain itu, RISHA yang layak huni ini memiliki keunggulan seperti lebih ramah lingkungan, ringan, dan tentu murah. Cukup mengikuti modul yang ada, 3 orang pekerja bisa menyelesaikan rumah dalam waktu 24 jam.

  1. Green Pedestrian

Program BALITBANG ini merupakan salah satu pendukung dari terciptanya Pengembangan Kota Hijau. Green Pedestrian ialah program untuk menyediakan fasilitas pejalan kaki yang aman, nyaman, indah, dan juga dekat dengan pusat aktifitas.

  1. Limbah Plastik Jadi Aspal

Terkenal dengan sulit diurai juga merupakan limbah yang jumlahnya cukup banyak, BALITBANG berinovasi memanfaatkan limbah plastik sebagai campuran aspal. Sifat alami aspal yang tidak tahan dengan cuaca yang berubah-rubah membuat aspal mudah rusak.

Percampuran bahan plastik yang notabene merupakan polimer membuat umur jalanan menjadi lebih panjang dan tahan lama. Ditambah, limbah plastik menjadi bermanfaat jika digunakan sebagai campuran untuk aspal jalan.

   

teknologi-pemanfaatan-limbah-plastik-1-5a26c2480d2d236d8d3cd9d2.jpg
teknologi-pemanfaatan-limbah-plastik-1-5a26c2480d2d236d8d3cd9d2.jpg

  1. Ubah Sampah Jadi Kompos

Mengubah sampah jadi kompos mungkin bukan hal baru, tapi program ini terus menerus dikampanyekan karena dampaknya dalam mengurangi jumlah sampah bisa dibilang cukup signifikan. Sampah rumah tangga dalam keselurahan jumlah sampah bisa mencapai 50%.

Jika sampah rumah tangga diolah tentu bisa mengurangi jumlah sampah di TPA. Selain itu, ada efek domino lain yang didapat dari pengolahan sampah menjadi kompos, diantaranya: sampah jadi lebih bernilai, hidup go green dengan menanam tamanan dengan adanya kompos/media tanam dari sampah rumah tangga.

 

Mengurangi Sampah Dengan Membuat Kompos Dari Limbah Rumah Tangga

Dari sejumlah hasil penelitian yang dilakukan BALITBANG, produk kompos dari sampah rumah tangga ini yang membuat saya penasaran. Sejauh yang saya tahu, kompos terbuat dari sampah halaman seperti daun-daun kering dan juga kotoran hewan seperti kotoran sapi. Namun, mendengar penuturan dari salah satu peneliti di PUSLITBANG Perumahan dan Pemukiman, Ibu Lya Meilany, membuat saya tergerak untuk memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi kompos yang memiliki nilai guna. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2