Mohon tunggu...
Senipedia
Senipedia Mohon Tunggu... Senipedia.id : Referensi Kesenian dan Kebudayaan Indonesia

Informasi seputar Kesenian dan Kebudayaan di Indonesia maupun Dunia.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

4 Pesan Moral dari Cerita Malin Kundang

2 Agustus 2019   14:31 Diperbarui: 4 Agustus 2019   13:57 0 0 0 Mohon Tunggu...
4 Pesan Moral dari Cerita Malin Kundang
Hikmah cerita malin kundang

Pesan Moral dari cerita Malin Kundang - Agak aneh rasanya bila kamu adalah penduduk asli Indonesia, namun tidak tahu ataupun pernah mendengar cerita Malin Kundang ini.

Sebab sejak kecil, banyak cerita anak-anak dalam bentuk buku cetak, sinetron hingga pementasan drama yang mendeskripsikan kisah Malin Kundang secara lengkap.

Singkatnya, Malin Kundang adalah seorang anak muda yang durhaka kepada ibunya. Kedurhakaannya akhirnya membuat hati sang ibu hancur dan Tuhan murka, sehingga dia diberi hukuman berupa kutukan menjadi Batu, beserta kepingan kapal yang digunakan untuk berlayar.

Sejak saat itu, batu yang konon adalah sosok si-Malin telah menjadi salah satu Ikon Kota Padang, serta destinasi favorit di Sumatera Barat yang populer selain Jam Gadang, Danau Maninjau, Istano Basa dan yang lainnya.

Berkaca dari kepingan cerita rakyat Malin Kundang di atas, tentu sangat layak rasanya bila kita menarik makna dan pesan moral yang ada pada cerita tersebut, bagi kita, dan terutama bagi anak-anak untuk dijadikan salah satu pedoman dalam menjalani hidup.

Sebelum lanjut, bagi kamu yang belum terlalu memahami cerita lengkapnya dari awal hingga akhir, silakan baca terlebih dahulu Cerita Malin Kundang ini.

Pesan Moral dalam Cerita Rakyat Malin Kundang

Oke, saya anggap kamu sudah selesai membacanya. Di bawah ini, saya telah merangkum beberapa Pesan Moral dalam cerita Malin Kundang yang penuh pelajaran dan hikmah berharga untuk kita petik :

1. Hormati Orangtua hingga akhir hayat

Orangtua, terutama ibu yang punya tingkatan lebih tinggi dari Ayah, merupakan orang yang wajib untuk dihormati, dihargai dan disayangi, dalam keadaan hidup maupun telah wafat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3