Mohon tunggu...
RANDI HADINATA
RANDI HADINATA Mohon Tunggu... HUKUM , POLITIK ,SOSIAL BUDAYA,FINANSIAL

Tulisan Ku Adalah Sejarah Ku

Selanjutnya

Tutup

Karir

Konsepsi Profesi Advokat 4.0 sebagai "New Solution" untuk Menjawab Tantangan Zaman Dalam Hal "Law Enforcement" di Saat Pandemi covid 19

28 Oktober 2020   22:25 Diperbarui: 29 Oktober 2020   02:39 87 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Konsepsi Profesi Advokat 4.0 sebagai "New Solution" untuk Menjawab Tantangan Zaman Dalam Hal "Law Enforcement" di Saat Pandemi covid 19
RANDI HADINATA S.H/dokpri

Disaat pandemi covid 19 ini banyak umat manusia harus di belenggu dari libido hasrat bersocial antar sesama umat manusia yang merupakan jati diri hakikat manusia itu sendiri sebagai makhluk sosial (zoon politicon). dengan hal tersebut solusi untuk permasalahan tersebut banyak di selesaikan dengan adanya dunia digital yang menjadi jembatan untuk setiap pertemuan yang tidak bisa dilaksanakan secara "face to face" tersebut.

Begitu juga dalam hal penegakan hukum terkhusus penegak hukum yang berprofesi sebagai seorang advokat yang mana sesuai dengan Pasal 5 ayat (1) Undang-undang no. 18 tahun 2003 tentang Advokat menyebutkan "Advokat berstatus sebagai penegak hukum, bebas dan mandiri yang dijamin oleh hukum dan peraturan perundang-undangan", maka berdasarkan hal tersebut dapat di pastikan bahwasanya advokat tersebut setara dengan polisi, jaksa, dan hakim.

Dengan situasi dan kondisi wabah covid 19  ini mengharuskan seorang advokat tersebut berfikir kreatif untuk mampu tetap eksis dan dan selalu kompetitif bersaing sesama advokat lainya dan juga yang paling penting mampu menjawab setiap situasi dan kondisi yang sedang tidak mendukung ini, dalam hal pemberian jasa hukum kepada klien (pencari keadilan).

Dengan hal tersebut ini lah alasan kuat kenapa konsepsi Profesi advokat 4.0 ini harus hadir di tengah - tengah masyarakat  sebagai New Solutions untuk menjawab tantangan zaman

terkhususnya dalam bidang penegakan hukum dan menjadi hal baru yang harus dibiasakan oleh seorang advokat yang belum terbiasa dengan konsepsi tersebut dikarenakan terpan situasi dan kondisi yang di tidak inginkan oleh umat manusia.

Sederhananya konsepsi profesi advokat 4.0 ini tidak bisa terlepas dan sangat memiliki keterkaitan erat dengan dunia digital yang mana dunia digital tersebut sebagai jembatan bagi para pencari keadilan (klien) untuk  bertemu dengan advokat yang mereka butuhkan sesuai dengan perkara yang sedang dihadapi oleh para pencari keadilan tersebut.

Dunia digital tersebut bisa di manfaatkan untuk para pencari keadilan (klien) untuk bisa perkaranya diurusi oleh para advokat yang tinggal di luar domisili wilayah tempat tinggal si pencari keadilan  dengan cara tanpa bertemu secara fisik atau face to face , hal tersebut bisa di lakukan lewat bantuan dunia digital tersebut .

Dengan hal tersebutlah para pencari keadilan (klien) dalam hal ini memiliki banyak pilihan didalam memilih advokat untuk mendampingi mereka untuk menyelesaikan perkaranya bahkan advokat-advokat top ibukota sekalipun bisa mereka komunikasikan agar perkara mereka bisa diurusi oleh advokat tersebut yang mana dijembatani oleh dunia digital tersebut

Dalam hal ini bukan bearti tanpa bantuan dunia digital mereka yang di daerah tidak bisa atau mampu perkaranya diurusi oleh advokat-advokat top ibu kota , hal tersebut bisa-bisa saja tapi degan hadirnya  dunia digital dalam situasi saat sekarang ini para pencari keadilan (klien) itu lebih dimudahkan .

Dalam hal ini kantor advokat bisa saja menggunakan berbagai stratak (strategi dan taktik) untuk menggaet para pencari kedailan (klien) salah satunya adalah dengan cara Mebuka website yang mampu menghimpun banyak advokat yang terpercaya dan memiliki integritas yang tinggi terhadap profesi advokat dengan hal tersebut klien atau para pencari keadilan dengan mudah menemukan advokat yang mereka butuhkan sesuai dengan perkara yang mereka sedang hadapi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN