Mohon tunggu...
Ramadianto Machmud
Ramadianto Machmud Mohon Tunggu... Citizen Journalism

Email: ramadianto.machmud@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

"Second Wave" Covid-19 di India, Bisniskah?

7 Mei 2021   20:09 Diperbarui: 8 Mei 2021   20:28 82 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
"Second Wave" Covid-19 di India, Bisniskah?
Foto: Prokes warga saat festival kumbh mela/dw.com

Bila ini benar bisnis kesehatan, Indonesia bakal lebih dulu menyusul India soal tsunami virus mutasi covid-19.

Indonesia telah lebih dulu identifikasi jenis varian baru mutasi virus corona, dibandingkan India. Tapi malahan India yang terimbas duluan.

Selain faktor ekonomi yang menjadi penyebab, kontrol pemerintah India lemah dalam pembatasan kegiatan guna memperlambat penyebaran infeksi.

Setelah mengizinkan warganya lakukan perayaan Kumbh Mela, "broker kesehatan" melihat ini sebagai potensi pasar kesehatan. Momentumnya tepat, analisnya akurat.

Fix, tidak menunggu lama, lonjakan pasien setelah perayaan festival mencapai ratusan ribu kasus infeksi. Meskipun panitia festival bangga, suksesnya perayaan tersebut.

India adalah negara potensial bagi para "broker kesehatan". Sikap pemerintah yang "overdosis" mengakibatkan ratusan ribu warga India jadi korbannya.

Akibat lonjakan pasien positif bertambah setiap 24 jam. Badan otoritas Institut Serum virus covid-19, akhirnya menghentikan ekspor dosis vaksin.

Parahnya, vaksin yang tersedia hanya 114 juta untuk jumlah populasi kurang lebih dari 1 milyar. Kebayangkan? Gimana paniknya situasi di negara itu.

Para analis konspirator ekonomi global menyebut sejak 2018 virus corona memang sudah dipersiapkan. Tujuannya sebagai daya dorong manifestasi politik perang dagang AS-Tiongkok.

India adalah salah satu contoh dampak negatif "broker kesehatan". Tak hanya itu, Jepang, Malaysia tak lolos dari kebringasan mereka.

Keberanian pemerintah India mengekspor vaksin ke beberapa negara tetangga, membuat semakin maraknya para "broker kesehatan".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN