Mohon tunggu...
Ramadhani Azzahra
Ramadhani Azzahra Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Saya adalah mahasiswa yang memiliki minat di dunia manajemen dan bisnis.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno Pilihan

Implementasi Pengelolaan Lingkungan melalui Bank Sampah sebagai Modal Bisnis Berkelanjutan

18 November 2023   20:46 Diperbarui: 18 November 2023   20:48 256
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam dan dipenuhi dengan keindahan alam yang  memukau. Sebagai warga negara yang baik kita wajib untuk menjaga dan melestarikan lingkungan yang telah diberikan Tuhan agar negara kita tetap terjaga keindahan alamnya. Namun nyatanya, masih banyak masyarakat yang belum mengimplementasikan nilai bela negara seperti cinta kepada tanah air. Karena itu diperlukan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan membersihkan lingkungan sebagai bukti dari rasa cinta kepada tanah air sendiri. Selain itu, menjaga kebersihan terdapat dalam Al-Quran dan hadits yang mana tertuang dalam hadits yang artinya "Kebersihan Sebagian dari Iman." dan Allah berfirman dalam Al-Qur'an ... "...Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al-Baqarah ayat 222). Jika lingkungan dijaga dengan baik, akan memberikan dampak positif dalam kehidupan kita. Dampak positif yang didapatkan adalah membuat kehidupan bermasyarakat menjadi lebih nyaman dan aman.

Lingkungan yang tidak dijaga kebersihannya akan menyebabkan lingkungan menjadi kotor dan kumuh karena penumpukan sampah. Sampah merupakan salah satu masalah terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini. Sampah adalah hasil dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia dalam melakukan aktivitas. Oleh sebab itu, sampah akan terus ada seiringan dengan masih berjalannya aktivitas yang dilakukan manusia. Bahkan volume sampah semakin meningkat setiap harinya. Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), volume sampah nasional pada 2022 mencapai 21,1 juta ton. Dari total produksi sampah nasional tersebut, 65,71% (13,9 juta ton) dapat terkelola, sedangkan sisanya 34,29% (7,2 juta ton) belum terkelola dengan baik.

Permasalahan sampah ini akan terus meningkat jika tidak ditindaklanjuti dengan baik dan benar. Dengan hal ini dibutuhkan cara untuk mengelola sampah dengan baik dan benar agar tidak terjadi penumpukan sampah yang menyebabkan lingkungan menjadi tidak nyaman dan aman dari penyakit. Bank sampah bisa menjadi solusi atas permasalahan ini, hal ini tertuang dalam Undang - Undang Nomor 18 Tahun 2008 serta Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 yang mengamanatkan untuk mengelola sampah yang bertumpu pada pengurangan dan penanganan sampah. Konsep dari bank sampah adalah dengan pengumpulan sampah anorganik dan diklasifikasikan sesuai dengan jenisnya, serta memiliki manajemen seperti perbankan, namun yang membedakan bukan uang yang ditabung melainkan sampah. Jadi sampah yang sudah diklasifikasikan akan disetor kepada petugas bank sampah kemudian mendapatkan keuntungan secara finansial. Bank sampah didirikan dengan tujuan membantu mengelola sampah agar tidak banyak sampah yang dibuang ke TPA, membangun kepedulian masyarakat dan juga membuat masyarakat tidak menganggap sampah sebagai beban melainkan teman. Hal ini dikarenakan sampah yang memiliki jumlah banyak akan mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung dari sampah tersebut. Penanganan sampah ini juga akan menghasilkan nilai ekonomis yang bermanfaat dengan pemberian wawasan mengenai Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace (4R). Pemberian wawasan dilakukan untuk menyadarkan masyarakat mengenai  pengelolaan sampah yang akan menghasilkan keuntungan.

Sumber: Dokumentasi Pribadi
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Masih banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan sekitar mereka, contohnya seperti di lingkungan Jalan Harapan Kelurahan Bintaro Kecamatan Pesanggrahan. Pada Jalan Harapan RT 02 dan 03, karang taruna setempat sudah mendirikan bank sampah yang diberikan nama Bank Sampah Kerukunan Pemuda Harapan 23. Bank sampah ini  sudah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, namun tidak dikelola dengan baik. Hal ini dilihat dari banyaknya sampah yang  menumpuk sehingga menyebabkan gudang bank sampah menjadi kotor. Melihat permasalahan ini,  kami sebagai mahasiswa memiliki peran penting untuk mengubah perilaku masyarakat menjadi lebih baik lagi. Sehingga kami  melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan penyuluhan dan terjun langsung untuk membantu masyarakat yang masih kesulitan untuk menjaga dan mengelola sampah. Pengelolaan sampah dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih melalui penerapan bank sampah untuk pengembangan model bisnis berkelanjutan. Sehingga dengan kegiatan ini akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dan menghasilkan keuntungan bagi karang taruna yang mengelola bank sampah.

Sumber: Dokumentasi pribadi
Sumber: Dokumentasi pribadi

PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) ini diawali dengan kegiatan kerja bakti yang diselenggarakan oleh pihak Kelurahan Bintaro. Kegiatan ini dilakukan secara serentak se kelurahan Bintaro dengan dihadiri  seluruh RT, namun tuan rumah dalam kegiatan ini dari RT 1 - 3. Dengan adanya kegiatan kerja bakti ini membuat lingkungan masyarakat menjadi lebih bersih dan tidak ada lagi sampah yang berserakan di jalanan maupun tempat lain yang sering menjadi tempat pembuangan sampah sembarangan oleh masyarakat. Melihat lingkungan yang bersih sebagai akibat dari kegiatan kerja bakti ini membuat masyarakat tersadarkan dan tergerak hatinya untuk terus menjaga kebersihan lingkungan.

Sumber: Dokumentasi pribadi
Sumber: Dokumentasi pribadi

Kegiatan PKM ini dilanjutkan dengan sesi wawancara kepada pihak Kelurahan Bintaro, ketua RW 03 dan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK). Pertanyaan wawancara ini mengenai "apa peran pemerintah untuk menjaga lingkungan?".  Hasil dari wawancara ini yaitu, pemerintah mengadakan kegiatan kerja bakti yang bertujuan untuk menjaga lingkungan dan juga mempererat persatuan antar warga masyarakat sehingga silaturahmi tetap terjaga. Walaupun kerja bakti yang diadakan ini singkat, namun diharapkan masyarakat tergerak hatinya untuk selalu menjaga dan peduli terhadap lingkungan. 

Sumber: Dokumentasi pribadi
Sumber: Dokumentasi pribadi
Kegiatan utama pada PKM ini yaitu, membersihkan dan mengelola bank sampah yang terbengkalai. Semua sampah yang terdapat di gudang bank sampah diklasifikasikan sesuai dengan jenisnya, contohnya seperti tutup botol, gelas plastik, botol plastik, galon, kaleng, dan sebagainya. Pada kegiatan ini juga dosen kami memberikan saran untuk mendaur ulang sampah yang bisa digunakan untuk bisnis berkelanjutan seperti galon yang berguna untuk tempat sampah dan pot tanaman, ecobrick yang berguna untuk membuat kursi, dan sampah plastik sebagai pengganti busa pada bantal. Ecobrick adalah solusi kreatif untuk mengatasi sampah plastik dengan pengisian berbagai macam sampah plastik yang diisi di botol plastik  hingga penuh dan padat. Ecobrick bisa dimanfaatkan utnuk membuat kerajinan seperti bangku atau meja. Dengan adanya pendaur ulangan dan bank sampah ini dapat mengurangi  pembuangan sampah yang akan dibuang ke TPA. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun