Mohon tunggu...
gunawan ardiansyah
gunawan ardiansyah Mohon Tunggu... mahasiswa

jangan pernah berfikir dari segi keterbatasan tetapi berfikirlah dari segi kemungkinan karna kesuksesan adalah millik semua orang yangg mau berjuang

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Ngaji Filsafat tentang Kebenaran yang Dipertengkarkan

30 Mei 2020   04:05 Diperbarui: 30 Mei 2020   04:20 3 0 0 Mohon Tunggu...

Pada  era globalisasi ini dimna ilmu pengetahuan dan tekhnologi sedemikian maju pertukaran irformasi bisa saja terjadi dimanapun dan kapanpun semua itu seolah tidak dapat di bendung lagi.

Perbedaan pendapat bisa saja terjadi karna perbedaan sumber informasi  yang  di tangkap oleh manusia itu sendiri baik individu atau melibatkan kelompok,sehingga  melahirkan konflik di tengah tengah  manusia itu sendiri,masing masing mempertahan kan kebenaran yang  di anutnya.

Kita semua tahu bahwa teori  kebenaran ada tiga yaitu, pertama kebenaran mutlak milik sang maha pencipta yang tidak terbantahkan,ke dua kebenaran menurut individu ,dan yang ke tiga kebenaran menurut orang banyak atau kelompok.

Kebenaran yang dimiki manusia bersifat relatif kemungkinan bisa saja benar bisa jadi salah,seringkali  manusia salah dalam meletakkan perspektif kebenaran yang  akhirnya menimbulkan pertengkaran,hingga memunculkan caci maki ,menyalahkan satu sama lain ,dan tidak jarang pula menimbulkan pertikaian hingga merenggut korban jiwa.

Semua itu terjadi karna keterbatasan sudut pandang manusia itu sendiri,pertengkaran anatara elite politik ,organisasi masyarakat,etnis,kelompok agama,pemerintah dengan rakyat acap kali membuat keruh suasana.

Kebijakan pemerintah sering kali di anggap tidak berpihak kepda rakyat,yang mengakibatkan demonstrasi yang tak jarang merenggut korban jiwa kita semua tentu masih ingat bagaimana aksi bela islam 212 di jakarta ,demostrasi mahasiswa tentang RUU KPK ,aksi buruh Tolak omnibuslaw,FPI dan Banser kasus yang menjerat beberapa kritikus seperti rocky gerung ,said didu ,sejarawan ridwan saidi, ada pula pendakwah seperti ustad abdul somad kh muwafiq,dan lainya rentetan peristiwa itu bersumber dari persepektif kebenaran yang dimiliki oleh individu maupun kelompok.Manusia manusia indonesia akhir akhir ini serti tanaman kering yang mudah terbakar dan di adu domba.

Sudut pandang kebenaran itu dapat di analogikan seperti camera ,seandainya kita memotret sebuah bunga dengan menggunakan jenis camera yang berbeda yang pertama kita menggunkan camera hanphone jadul dengan lensa 3MP kemudian  yang kedua kita menggunkan camera terbaru dengan lensa 23MP jelas hasilnya berbeda baik tingkat kecerahanya,akurasinya,kejernihanya, akan berbeda antara camera satu dengan camera lainya, padahal  yang  foto adalah bunga yang sama. kemudian tidak bisa menyalahkan dan membandingkan camera satu dengan yang lainya karna pada dasarnya semua sama  begitu pula kebenaran yang kita pertenggkarkan selama ini manusia seringkali merasa benar dan menyalahkan yang  lainya tana dudukk bersama klarifikasi satu sama lain , karna setiap manusia tentu mempunyai sudut pandang yang berbeda.

Ada banyak problem dalam kehidupan ber bangsa maupun bernegara,jadilah manusia indonesia yang tidak mudah di adu domba,memusuhi sesama anak bangsa dan melukai sesama manusia.Kita semua tahu bahwa perbedaan pendapat adalah sebuah keniscayaan maka dari itu manusia manusia indonesia seyogyanya memiliki kebijaksanaan dalam mengelola perbedaan sehingga segala problematika bangsa dapat teratasi dengan rasa gembira tanpa  harus  meninggalkan duka.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x