Muda

Anak Muda Bandung Mulai Kepincut Nabung Saham

13 Maret 2018   15:59 Diperbarui: 13 Maret 2018   18:35 595 0 0
Anak Muda Bandung Mulai Kepincut Nabung Saham
Dok.Pribadi

BANDUNG - Kegiatan Sekolah Pasar Modal (SPM) digelar di Kantor Perwakilan BEI Bandung , Jl. PH.H. Mustofa No.33, Bandung, Sabtu, 10 Maret 2018. Didominasi karyawan muda dan mahasiswa, acara SPM ini menjadi gambaran konkret untuk fakta antusiasme anak-anak muda yang kini mulai kepincut untuk nabung saham.

Antusiasme anak-anak muda ini ternyata memang berbanding lurus dengan data yang dirilis PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) baru-baru ini. Data terkini KSEI menunjukkan kalau investor di pasar modal kini makin lama makin muda. KSEI mencatat untuk investor usia 21-30 tahun sebanyak 26,24%, usia 31-40 tahun sebanyak 25,12%, usia 41-50 tahun sebanyak 23,02%, usia 51-60% sebanyak 13,95%, 61-70 tahun sebanyak 5,81%, usia 71-80 tahun sebanyak 1,71% dan sisanya di atas 80 tahun.

Banyak pihak tentu gembira dengan data terbaru tersebut karena anak-anak muda dewasa ini ternyata mulai melek literasi keuangannya dan sadar akan pentingnya investasi di pasar modal. Puluhan anak-anak muda Bandung yang mengikuti SPM tersebut memang bersemangat menyimak pemaparan pemateri mulai dari pengenalan pasar modal pada sesi SPM Level 1 yang dibawakan oleh Reza dari IDX Bandung.

Tak hanya mendengarkan paparan, mereka pun langsung mempraktikkannya dengan mengisi formulir pembukaan rekening efek yang dipandu oleh pihak IndoPremier.

Pemahaman para calon investor pasar modal ini pun makin tercerahkan dengan penyampaian materi SPM Level 2 oleh Marketing Officer PT. Indo Premier Sekuritas, IPOT Bandung, Ryo Apriandi.

Di acara yang dibawakan dalam suasana lebih santai ini, Ryo Apriandi memperkenalkan aplikasi IPOT dan mekanisme transaksi saham yang dilanjutkan dengan analisis fundamental dan teknikal.

Sesi ini paling banyak diminati karena dijelaskan dua teknik analisis yang biasanya dipakai investor untuk membantu mengambil keputusan untuk membeli atau menjual saham.

Analisis fundamental memperhitungkan berbagai faktor, seperti kinerja perusahaan, analisis persaingan usaha, analisis industri, analisis ekonomi dan pasar makro-mikro.

"Analisis fundamental dipergunakan untuk mengetahui apakah perusahaan tersebut masih sehat atau tidak," tandasnya.

Sementara itu, analisis teknikal menganalisis fluktuasi harga dalam rentang waktu tertentu. Pola tertentu biasanya ditemukan dalam analisis teknikal. Pola ini dapat dipakai sebagai dasar untuk melakukan transaksi jual-beli saham. Acara menjadi menarik karena juga diselingi dengan sesi tanya jawab.