Mohon tunggu...
Dr. Raiders Salomon Marpaung.
Dr. Raiders Salomon Marpaung. Mohon Tunggu... Guru - Guru Olahraga

Nama :Dr. Raiders Salomon Marpaung, MM. Alamat :Jl. Toram I No. 5, Jakarta 11820 Tempat, tanggal lahir :Bandung, 18 April 1962 Status : Menikah Pekerjaan: Guru PJOK di SMPK 6 PENABUR Jakarta

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

M Rachman, Juara Dunia yang Nyaris Terabaikan

31 Agustus 2021   11:21 Diperbarui: 31 Agustus 2021   11:40 272 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
(M. Rachman/Mantan Juara Dunia Tinju Dok: indonesiaproud.files.wordpress.com)

Frekuensi pertandingan tinju profesional di Indonesia beberapa tahun lalu pernah mengalami masa keemasan. Hal itu ditandai dengan begitu padatnya jadwal pertandingan. Kondisi yang kondusif untuk perkembangan tinju profesional Indonesia itu tentunya adalah berkat adanya program siaran langsung dari beberapa stasiun TV seperti Indosiar lewat tayangan Gelar Tinju Profesional Indosiar (GTPI), RCTI lewat tayangan Sabuk Emas RCTI dan TVRI lewat tayangan Round to Round Fight. Selain ke tiga stasiun TV tersebut, SCTV juga kadang-kadang punya tayangan langsung tinju profesional yaitu SCTV Top Boxing.

Peningkatan frekuensi pertandingan tersebut terlebih lagi melawan petinju asing, ternyata mampu meningkatkan kualitas petinju Indonesia. Terbukti saat itu Indonesia memiliki 2 orang pemegang gelar juara dunia tinju yakni Chris John pemegang sabuk Kelas Bulu WBA dan Muhammad Rachman pemegang sabuk Kelas Terbang Mini IBF. Di samping dua gelar dunia tersebut masih ada lagi beberapa gelar regional.

Kiprah RCTI lewat program Sabuk Emas menunjukkan bahwa mereka turut berpartisi dalam pembinaan tinju profesional di Indonesia dengan menggelar pertandingan secara rutin seminggu sekali, dengan mendatangkan petinju asing berkualitas baik dalam partai perebutan gelar maupun non gelar. Salah satu petinju yang mengorbit lewat program Sabuk Emas adalah Muhammad Rachman.

Muhammad Rachman, petinju kelahiran Merauke 23 Desember 1972 dengan julukan The Rock Breaker ternyata mampu mengoptimalkan ajang Sabuk Emas sebagai sarana meniti dan mengembangkan karier tinjunya. Ia meniti karier secara berjenjang, mulai dari bawah sampai partai eliminasi penentuan peringkat Internasional. 1 Desember 2000 merupakan buah dari perjuangannya pada tingkat Internasional dengan keberhasilannya merebut sabuk Kelas Terbang Mini IBF Pan Pacific setelah mengalahkan Roger Mananguil dari Filipina dengan TKO di ronde ke 8.

Penantian Panjang Episode 1

Sejak ia merebut sabuk Kelas Terbang Mini IBF Pan Pacific, ia menjalani penantian panjang episode 1 (menantang juara dunia). Satu persatu dari 15 lawannya selama tiga tahun penantiannya dibuat bertekuk lutut. Tetapi keberhasilan itu belum juga mengantarkannya untuk menantang juara dunia yang membuatnya nyaris frustrasi.

Harapan kembali terkuak ketika akhirnya ia berhasil menempatkan dirinya sebagai penantang pertama Kelas Terbang Mini IBF setelah mengalahkan juara dunia versi IBO Noel Tunacao dari Filipina dengan TKO di ronde ke 2 pada 16 Desember 2003. Setahun kemudian yang dinantikan itu tiba yaitu kesempatan menantang juara dunia kelas terbang mini versi IBF Daniel Reyes asal Kolombia pada 14 September 2004.

Untuk mempertandingkan Rachman versus Reyes, Aseng sempat jatuh bangun. Meski sudah dipaksa IBF menggelar pertarungan wajib (mandatory fight), pihak Reyes selalu menolak tawaran Aseng yang disebutkan terlalu rendah. Dikarenakan batas waktu telah terlampaui, pertarungan Reyes-Rachman kemudian dijual lewat lelang.

Aseng dengan segala upaya akhirnya memenangi lelang dan membawa pertandingan ke Indonesia. Kesempatan itu tidak di sia-siakan untuk mewujudkan buah perjuangannya dengan susah payah mencapai puncak prestasi seorang petinju profesional dengan merebut sabuk juara dunia terbang mini IBF dari tangan Daniel Reyes.

Penantian Panjang Episode 2

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan